Chapter 4

5.3K 723 84
                                        

[Reader Point Of View]

"Demi celana dalam Titan! Kenapa aku harus punya nasib begini?" Batin ku mengeluh.

Sebelum melaksanakan pelatihan militer yang kemarin dikatakan commander, aku sudah di siksa dulu oleh pelatih sialanku.

Baru datang, sudah di marahi. Lalu ia berkata,

"Beri aku 30."

"Hah?"

"Push-up, bodoh."

"Hah?!"

Sungguh, aku kaget mendengarnya. Baru juga sampai, sudah disuruh push-up.

"Kau tuli, hah?"

Ugh, kan? Belum lagi kata-katanya yang pedas itu. Ya, ku akui aku memang salah. Hanya gara-gara aku telat 5 menit dari waktu yang ia katakan kemarin, aku dihukum seenak jidatnya.

Bayangkan saja! 5 menit! Sebenarnya, apa yang ada dipikirannya itu, sih?

Pasti, pelatihan ke militeran yang akan aku laksanakan nanti, akan benar-benar seperti di neraka. Saat ini saja, aku masih melakukan push-up sebanyak 30 kali.

"Oi bocah, jangan melamun saat kau melalukan push-up! Perhatikan gerakannya, bodoh!"

Si iblis kontet ini! Mau sampai kapan dia berkata pedas dan menusuk itu?

Oh maaf, mungkin kalian tidak tahu julukkan itu. Ya, 'Iblis kontet' itu adalah julukkan baru untuk kapten Levi!

Kenapa takdir selalu mempermainkanku? Kenapa harus dia yang menjadi pelatihku?

Biar ku jelaskan ceritanya tentang bagaimana dia bisa menjadi pelatihku.

Flashback on

Setelah pamit dari ruang kantor commander Erwin, aku mulai berjalan kearah kantin. Ya, ini sudah jam makan malam. Padahal aku masih mengira saat ini masih sore hari.

Dan aku baru teringat saat aku dan kapten Levi bersih-bersih dikamarku. Aku pun tertawa miris.

"Benar juga ya, saat bersih-bersih tadi aku memakan waktu yang sangat lama." Gumam ku pelan.

Oh ya, aku masih penasaran dengan pelatih yang akan melatih ku besok. Commander Erwin tadi hanya tersenyum saja. Dia tidak mau memberi tahu ku.

Tak terasa, aku pun sudah berada di kantin. Berjalan mengambil nampan, lalu makanan. Menu makanan hari ini adalah seperti biasa, sup kentang dan roti. Oh dan ada sayur. Entah itu sayur apa. Aku tidak mau tahu. Karna, aku benci sayur. Haha.

Oh, sejak kapan petugas yang mengatur kantin sudah menyiapkan teh untuk diminum para kadet? Hoho, rajin sekali. Lalu, kuambil salah satunya dan menaruhnya di nampan.

Saat sudah selesai mengambil makanan dan teh, aku pun mulai mencari tempat duduk. Aku agak kebingungan mencari tempat duduk yang kosong. Hampir semua tempat duduk, sudah ditempati para kadet.

"Y/N!"

Aku mendengar seseorang berteriak memanggil ku. Saat aku sedang mencari asal suara itu, seseorang dengan rambut brunett itu melambaikan tangan.

"Y/N! Sini!"

Oh, bukan hanya melambaikan tangan. Namun juga memanggilku. Tapi aku sedikit kaget. Karna yang memanggilku tadi adalah Eren. Ya, Eren Jaeger. Orang yang kutemui saat bersama Hanji-san.

Daripada aku tak dapat tempat duduk, lebih baik aku ketempatnya Eren saja. Oh, ada pemuda bersurai kuning dan gadis bermata gelap juga ternyata. Kalo tak salah namanya Armin dan Mikasa.

My Corporal Heroes [Levi X Reader] (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang