☡19+☡
***
Jiyeon sedikit mengernyit ketika menatap Chanyeol yang tiba-tiba berbeda. Lelaki itu tampak begitu bergairah, tatapan matanya seolah akan melahapnya hidup-hidup dan meskipun kegelapan meliputi sosok lelaki itu, Jiyeon bisa merasakan nafsunya yang meluap-luap.
Dengan penuh nafsu, Chanyeol memposisikan dirinya di tengah paha Jiyeon kemudian meluncur masuk tanpa permisi, menyatukan dirinya. Jiyeon mencengkeram pundak Chanyeol, sejenak menahan perasaan tidak nyaman, karena ini baru kedua kalinya Chanyeol memasukinya. Tetapi lelaki itu tidak mau menunggu, dia menggerakkan tubuhnya dengan penuh gairah, seakan begitu kehausan dan akan mati kalau tidak dipuaskan.
Gerakan Chanyeol sedikit kasar, lelaki itu mengecupi seluruh wajah Jiyeon lalu bibirnya melumat bibir Jiyeon dengan penuh gairah, melahapnya tanpa batas. Bibirnya melumat bergantian bibir atas Jiyeon dan bibir bawah Jiyeon, menyesapnya, menghisapnya, mengulumnya dan menikmati sesukanya. Lalu lidahnya menelusup masuk begitu dalam dan inten. Ciuman itu menyatukan bibir dan lidah mereka, lalu bergerak menggoda, seiring dengan gerakan pinggul lelaki itu yang semakin cepat di bawah sana.
Percintaan itu keras dan cepat. Chanyeol tidak lembut lagi tetapi setidaknya dia membawa Jiyeon ke puncak kenikmatan dengan cepat dan meledak, hingga Jiyeon hampir tak sadarkan diri ketika akhirnya Chanyeol mencapai puncak kepuasan, sekali lagi meledakkan dirinya dalam-dalam jauh di dalam tubuhnya.
Napas mereka terengah-engah dengan tubuh yang berkeringat. Jiyeon membuka matanya dan bertatapan langsung dengan mata tajam itu. Chanyeol menatapnya seakan menembus hatinya. Lelaki itu tampak berbeda. Tiba-tiba perasaan takut itu datang lagi, membuat Jiyeon begidik dan merasakan dorongan untuk menjauh. Tetapi Chanyeol tiba-tiba saja meraih pinggangnya dan membalikkannya supaya membelakanginya. Lelaki itu menempelkan kejantanannya yang mengeras di bagian belakang pinggul Jiyeon. Jemarinya menelusur penuh gairah, menyentuh paha Jiyeon dan mengangkatnya ke atas.
“Chanyeol?”
“Aku belum puas sayang, malam ini belum selesai untuk kita.”
Lelaki itu menyelipkan dirinya dari belakang dan menyatukannya lagi dengan kewanitaan Jiyeon. Dia menggerakkan tubuhnya lagi penuh gairah. Membawa Jiyeon kembali naik ke dalam pusaran yang makin lama makin membawa kesadarannya.
Chanyeol benar, malam itu seakan tidak ada ujungnya, gairah Chanyeol seakan tidak ada habisnya untuk Jiyeon.
Yang tidak Jiyeon sadari, sepanjang sisa malam itu, dia bercinta dengan Loey.
***
Jiyeon menggeliat ketika terbangun dari tidurnya, langsung merasakan rasa tidak enak yang amat sangat. Kewanitaannya terasa tidak nyaman dan seluruh tubuhnya terasa pegal. Dia membuka matanya dan mengernyit. Kemudian baru menyadari bahwa Chanyeol masih ada di sebelahnya. Lelaki itu masih telanjang dengan selimut putih membungkus pinggangnya, dia berbaring miring dengan bertumpu siku dan telapak tangannya menopang kepalanya. Lelaki itu tampaknya sudah mengamati Jiyeon dari tadi, matanya tampak sedih.
Jiyeon berbaring diam, tiba-tiba merasa malu. Semalam mereka begitu intim dan diliputi gairah. Sekarang ketika mereka terbangun dengan logika, Jiyeon sangat malu dengan ketelanjangan mereka yang diterangi sinar matahari yang menyusup remang-remang dari jendela. Tetapi sepertinya Chanyeol tidak merasakan itu. Jemarinya menelusuri leher Jiyeon, lalu menurunkan selimutnya ke buah dadanya, jemarinya menelusur di sana, mengusap dengan lembut ke buah dada dan turun ke perutnya, selimutnya makin diturunkan ke bawah, ke pahanya dan Jiyeon melihat, semakin jauh selimutnya turun, mata Chanyeol tampak semakin sedih.
“Maafkan aku.” Akhirnya lelaki itu bersuara, pekat, penuh kepedihan. Membuat Jiyeon mengernyitkan dahinya.
“Untuk apa?”
Chanyeol menghela napasnya dengan berat, dia lalu mengecup bibir Jiyeon lembut, dan mengelus pipinya, “Untuk semua kekasaranku ini— bekas-bekas ini. Oh Astaga, aku minta maaf Jiyeon”
KAMU SEDANG MEMBACA
From The Darkest Side
Fanfiction📌RE-MAKE📌 Real Story belongs to Santhy Agatha Chanyeol-Jiyeon ☡21+☡
