11|

265 28 2
                                        

"Kau tidak boleh melakukannya. Kau sudah menyelamatkanku dari percobaan pemerkosaan yang dilakukan Daniel dan sekarang kau mau merendahkan dirimu dengan melakukan hal yang sama?"

Loey berdecak, "Aku membunuh Daniel bukan untuk menyelamatkanmu dari pemerkosaan. Aku membunuh Daniel karena dia berani-beraninya menyentuh kau yang sudah menjadi milikku." Matanya menyipit dingin, "Siapa pun yang berani menyentuhmu akan kubunuh."

Tubuh Jiyeon gemetar. Lelaki ini Iblis. Iblis yang tidak punya jiwa. Jiyeon salah mengira lelaki ini punya sedikit kebaikan dalam jiwanya ketika lelaki itu menyelamatkannya dan dengan lembut mengobati luka-lukanya.

Ternyata lelaki itu melakukannya bukan untuk Jiyeon tetapi untuk kepuasan egonya sendiri yang menakutkan.

"Aku akan bunuh diri kalau kau memperkosaku."

"Memperkosamu?" Loey mengerutkan keningnya, "Waktu itu kau sama sekali tidak menolakku." Suaranya rendah merayu, "Kau ingat malam itu? Ketika kau bercinta denganku semalaman, berkali-kali, penuh gairah? Kau sepertinya menikmatinya, kau mengerang puas ketika mencapai orgasmemu dengan aku tenggelam dalam-dalam di tubuhmu."

"Hentikan!" Jiyeon berteriak, "Waktu itu aku mengira kau adalah Chanyeol!"
"Chanyeol atau aku bukankah sama saja?" Loey mengangkat bahunya, "Jangan lupa Jiyeon, kami ini satu tubuh. Kau bercinta dengan Chanyeol berarti kau bercinta denganku. Begitu pun sebaliknya" lelaki itu melangkah makin dekat, "Tidakkah kau merindukan tubuh ini? Tubuh yang pernah memelukmu?"

"Tidak! Mundur Loey! Jangan dekati aku." Mata Jiyeon melirik ke segala arah, "Aku tidak mau."

"Kenapa kau mau bercinta dengan Chanyeol tetapi tidak mau bercinta denganku?" Loey mengabaikan ancaman Jiyeon, dengan kasar direnggutnya tangan Jiyeon dan disentuhkan ke dadanya, "Lihat ini, rasakan ini, kami ini orang yang sama bukan?"

Jiyeon berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Loey tetapi lelaki itu menahannya dengan kejam, membuat Jiyeon meringis kesakitan, matanya terasa panas dan dia menatap Loey dengan menantang, "Kau iblis kejam yang tidak punya hati. Aku sangat membencimu. Kau tidak bisa disamakan dengan Chanyeol. Chanyeol jauh- Jauh lebih baik dari dirimu."

Kata-kata Jiyeon rupanya menyulut kemarahan Loey sampai batas kesabarannya. Lelaki itu mencengkeram kedua tangan Jiyeon dan mendekatkan wajahnya dengan marah, "Kau bilang Chanyeol lebih baik dariku? Mari kita lihat!"

Loey mendorong Jiyeon ke atas ranjang, secepat kilat Jiyeon melenting hendak bangun tetapi Loey sudah menindihnya dengan tubuhnya yang kuat. Kedua tangannya mencengkeram tangan Jiyeon dan mengangkatnya ke atas kepalanya. Wajah mereka berdekatan. Jiyeon bisa melihat betapa tajamnya mata lelaki itu, betapa banyaknya amarah yang terkumpul di sana. Loey mendekatkan bibirnya, mencoba mengecup bibir Jiyeon tetapi Jiyeon menggeleng-gelengkan kepalanya menjauh sehingga bibir Loey hanya menyentuh pipi dan rahangnya. Dengan gemas Loey menurunkan tangannya, menggenggam kedua tangan Jiyeon hanya dengan satu tangan. Tangannya yang satunya mencengkeram rahang Jiyeon agar tidak bergerak, bibirnya lalu memagut bibir Jiyeon, membuat Jiyeon mengerang dan menolak sekuat tenaga.

Loey mengangkat bibirnya dan mengamati, "Sepertinya luka di sini sudah sembuh." Lelaki itu mengacu kepada luka bekas tamparan Daniel kepadanya malam itu. Luka itu memang sudah tidak bengkak dan hampir tidak terasa lagi. Loey lalu menekankan tubuhnya dan memperdalam ciumannya sehingga berhasil membuka bibir Jiyeon dan melumatnya makin dalam. Disesapnya bibir bawah Jiyeon dengan penuh gairah, seolah ingin mencicipi keseluruhan rasanya.

Jiyeon merasakan bibir itu. Bibir yang sama dengan bibir Chanyeol yang pernah melumat bibirnya dengan lembut. Tetapi kali ini berbeda, ciuman Loey sangat kasar dan tidak tanggung-tanggung, lelaki ini melumat bibir Jiyeon seolah ingin menggilasnya. Seluruh kemarahannya tertumpah di ciuman itu, Jiyeon masih meronta, tetapi kemudian dia menyadari, bahwa semakin dia meronta, semakin Loey marah dan kasar kepadanya.

From The Darkest SideTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang