Gaduh mulai pada larut malam
Hening yang menenangkan
Suasana yang semakin senyap
Ku dapati diri terpaku dalam kesunyian yang tenang
Pikiran melayang pada jalanan yang terbayang
Dingin menusuk tulang kalbu
Gemeresik hembusan angin malam bak irama kehidupan
Menemaniku dalam kejamnya perjalanan
Rencana dan angan berujung kekecewaan
Mencoba berlapang dada, menerima kenyataan
Teguran bahwa Tuhan ada
Agar mematikan besar kepala
Teguran bahwa manusia tidak bisa apa-apa
Tanpa uluran tangan pengasihan Sang Pencipta
Hei debu tanah...
Dulu tak berharga sekarang istimewa
Jangan kau lumuri diri dengan kotornya angkuh dan lara
Suka dan duka, bahagia dan derita
Selalu datang silih berganti dan beriringan
Hati, jiwa, dan raga, persiapkan.
- Day -
#poemday
