Empat.🐧

49 17 9
                                        

Kriiing kriiiing..

Bel istirahat berbunyi. Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.

Sebenarnya, Laurent sangat jenuh didalam kelas. Ternyata wali kelasnya itu tidak se-seru yang Laurent kira.

Laurent mengira, guru nya sangat ramah, lebih banyak bertindak daripada berbicara. Mengerti murid-muridnya, tidak membuat murid patah semangat, dan sebagainya.

Kenyataannya, guru itu banyak omong. Dan tidak mau mendengarkan alasan murid, hanya dia yang bicara.

"Ren, kantin yuk!" Ajak Audrey.

Audrey tidak bisa disebut teman baru Laurent. Karena mereka saling mengenal sejak SMP. Sekolah mereka dulu berbeda. Bisa saling kenal karena perantara dari salah satu temannya.

"Panggil nya Lau, jangan Ren," Ucap Laurent membenarkan.

Mereka tidak begitu dekat. Hanya sekedar teman. Tapi cepat akrab.

-

Kantin sangat ramai saat ini. Seperti Tanah abang menjelang lebaran.

Sambil menerobos banyaknya orang-orang disini, Laurent terus memegang pundak kedua temannya. Audrey dan Kimimela.

Kimimela juga sama seperti Audrey. Mereka berdua satu sekolah, dan bisa kenal dengan Laurent karena perantara dari salah satu temannya.

Kimimela Biasa dipanggil Mela. Bisa saja dipanggil Kimi, tapi tidak ada yang memanggilnya dengan nama itu.

"Lo ngapain si megang-megang? Berat tau," Tegur Audrey sambil menahan tawa melihat ekspresi Laurent.

"Gue takut ilang," Ucap Laurent dengan muka polos.

"Apaan yang ilang sih, masih daerah sekolah kali. Hahaha!" Ucap Mela sambil tertawa.

"Bukan gitu. Gue takut aja, tar lo berdua ilang, gue meski kemana," Laurent memberi alasan.

"Ya ke-kelas lah! Masa ke gudang," jawab Audrey.

Laurent diam saja. Ucapan Audrey ada benarnya. Tapi ia tetap saja takut. Laurent paling anti jalan diantara banyaknya orang-orang yang tidak dikenal.

-

Mereka menikmati makanan masing-masing.
Mela memakan makanannya dengan penuh hikmat. Tidak seperti Laurent yang terus berbicara.

Laurent memang suka bicara saat makan bersama teman. Ia tidak peduli jika ditegur, karena Laurent tidak suka jika sedang ngumpul tidak ada perbincangan.

Laurent tau, makan bukan waktu yang tepat untuk berbicara terlalu banyak. Tapi masih tetap saja dilakukan.

"Nemu cowok baru gak?" Tanya Audrey sambil tertawa.

"Cowok apanya, baru juga masuk," Balas Laurent.

"Makan aje udeh yang banyak, cowok mah nanti aje," Lanjut Mela.

Cara bicara Mela memang sangat Betawi.

-

Bruk

"Hati-hati dong!" Tegur Laurent.

Rupanya itu Angga.

"Oh iya." Jelas, singkat, padat.

Mereka berdua turun bersama. Dengan langkah yang pendek, entah disengaja atau terbawa suasana.

"Lo gak ikut jalan kemaren?" Tanya Angga.

"Sama siapa?" Tanya balik Laurent.

"Anak kelas," Jawabnya.

"Gak, gue aja gak tau," Jawab Laurent.

DestinyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang