"Tidak akan ada yang bisa membuat ku begitu nyaman, kecuali kamu."
_
Dengan seragam yang masih menempel ditubuhnya, ditambah sepatu dan tentunya kaus kaki yang masih berada dikaki nya. Bahkan tas yang belum ia lepas dari pundaknya.
Laurent membuka ponsel, sambil merebahkan diri dikasur kesayangan-nya. Ia terus menunggu, hingga Devano men- chat dirinya.
Personal chat.
Devano: P
Laurent: Mana?
Devano: Ya elah, kirain bales nya cepet dapet
Keajaiban.
Laurent: Yauda, cepetan mana.
Devano: Lagi di send, lemot.
Laurent: Gembel jaringan lo, Wi-Fi colongan?
Devano: Bukan lah. Maksudnya, bukan
tebakan yang salah, hehehe
Laurent: Yeh lama gembel
Devano: ▶•-------------🎵
Laurent: Musik?
Devano: Iya, dengerin aja.
Laurent: Oke deh.
_
Karena Laurent sangat menunggu dan sangat penasaran tentunya. Ia segera men- download lagu tersebut, dan menyetelnya.
Dahulu kita terbiasa
Selalu menunggu terus menunggu
Berharap datang seseorang
Untuk melengkapi kisah hidup ini
Laurent mulai tersenyum setelah menyadari bahwa itu lagu yang bermakna. Penantian berharga-Rizky febian
Terlalu sulit melangkah
Tuk temukan yang selalu dinantikan
Hingga kita pun berjumpa
Tiada lagi alasan untuk menunda
"Tuhkan! Gak usah ditunda kata lagunya. Payah ni," Ucap Laurent seakan berbicara pada sang pemberi lagu tersebut.
Akhirnya kita bersama
Setelah menanti lama
Semoga selalu terjaga
Ahaa wouuu wouuu
Waktu telah berbicara
Menanti tak sia-sia
Karna kau yang kini ada
Ahaa wouuu wouuu
Sangatlah berharga.
Laurent mematikan lagu tersebut. Ia merasa mengganjal dengan lirik pada reff nya.
"Sejak kapan gue dan Angga jadi kita?" Ucap Laurent dalam hati.
Tetap memasang wajah tersenyum, ia tidak peduli akan reff dari lagu itu. Yang harus seluruh semesta tahu saat ini adalah, Laurent sedang sangat amat bahagia.
Ya, memang terdengar lebay. Hanya dikirimkan sebuah lagu, Laurent terlihat sangat senang.
Siapa yang tidak senang jika diberi sebuah lagu yang memiliki arti tidak biasa, oleh orang yang tidak biasa?
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny
Roman pour Adolescents"Takdir yang akan menjawab." Bertemu dengan manusia es, lalu berinteraksi lagi dengan manusia air, sampai bertemu dengan manusia api. Siapakah yang bertahan lebih lama? Es, air, atau api?
