Kesempatan

94 6 2
                                        

"Baik semuanya, kalian siap berjuang dalam lomba ini? " tanya pak Agus dengan lantang
"Siap pak. " jawab seluruh anggota tim serentak
"Usaha, doa dan tawakkal pada Allah. Itu kuncinya. Kalau begitu kita berangkat sekarang"
Perintah pak Agus

Kami pun berangkat pukul 06:30.  Perasaan deg-degan, semangat dan takut kalah bercampur jadi satu. Tujuan kami hanya satu. Menang. Kata-kata yang ku tunggu.

Di karenakan tidak biasa menaiki kendaraan, aku mulai merasa mabuk kendaraan. Keseimbangan ku terganggu. Asam lambung ku mulai naik. Sudah di kerongkongan. Aku lebih memilih tidur untuk menahan rasa mual.

"Dan, kenapa?  Mabok? " tanya Riska
"N-nggak Ris. Malem cuma kurang tidur aja" tangkis ku
"Awas sakit lo.. " ucap Riska penuh perhatian.

Perhatian seperti itu sudah biasa aku dapat setiap harinya. Mau bagaimana lagi. Beginilah aku.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam. Kami pun sampai di lokasi lomba. Taman Pramuka. Tempat yang cocok untuk acara hari ini. Sesudah menurunkan barang, kami membuat tenda. Mengecek barang bawaan. Lalu beristirahat sejenak. Jam 8 akan di mulai upacara pembukaan. Sekitar 20 menit lagi. Cukuplah untuk sekedar menghilangkan penat.

"Danial!.. Kesini sebentar! " perintah pak Agus
"Iya pak. Ada apa ya? " kata ku
"Kamu serius mau ngambil banyak lomba kayak gini?. Dari 15 cabang kamu ambil 12?!. Nggak berat? " tanya pak Agus sambil melihat daftar pembagian materi lomba.
"Insya Allah nggak pak. Lagi pula nggak ada yang mau buat ngambil lomba- lomba itu. Dari pada ngga ikutan, kan sayang pak. "
"Oh yaudah. Tetep semangat ya. "
"Baik pak. "

Tiba saatnya upacara pembukaan. Selama 1 jam 30 menit kami berdiri dari awal sampai akhir upacara. Dilanjutkan dengan lomba smaphore. Bagian ku dan Rafi. Terasa gugup, tapi Rafi sebagai pribadi yang perfect selalu menyemangati ku.

Lomba pun di mulai.

Aku dan Rafi mewakili sekolah dari regu putra. Sementara dari regu Putri.... What"!!!! Itu Nurul dan.. Hana!!.  Ok. Tenang, tenang. Fokus ke tujuan. Bisa.

Nurul dan Hana duduk di samping ku.

"Dan. Kerja sama yuk.. " ajak Hana sambil menyenggol pundak ku.
"Nggak ah. Kamu kan punya otak sendiri. Sayang kan kalo nggak di pake! " tepis ku sinis.

Lomba pun di mulai. Selama 25 menit 50 soal di peragakan. Peserta lain nampak kesulitan. Tapi tidak untuk ku dan Rafi. Dari awal kami sudah menyiapkan siasat untuk setiap lomba yang kami ikuti. Perfect. Semua soal terjawab. Tak ada hambatan.

Setiap selesai lomba, dilaksanakan pendataan oleh pak Agus. Untuk mendata kesulitan yang di hadapi, dan memperbaikinya.

"Baik. Lomba smaphore tadi oleh....  Danial, Rafi gimana tadi bisa? " tanya pak Agus
"Bisa pak. Rencana Danial ber hasil. Semuanya ke jawab. Tanpa hambatan" jawab Rafi
"Bagus kalau gitu. Kalau Nurul dan Hana gimana? " tanya pak Agus pada mereka berdua.
"Agak banyak salahnya pak. Kurang fokus kitanya" jawab Nurul.
"Ini nih. Tolong minimaliris ke tidak fokusan kalian. Jangan sampai terulang lagi. Ok.? " pinta pak Agus.
"Siap pak!!. " jawab kami serentak.

"Perhatian pada seluruh peserta. Lomba kedua yaitu, sandi. Akan di laksanakan 1 jam lagi. Harap segera mempersiapkan diri".
Panitia pelaksana.

Asmara dibalik AsramaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang