"Prilly udah gue kabarin nih, sekarang lo ada disini. Lagi gue siksa. Dan lihatlah pertunjukkannya sebentar lagi. Prilly akan memohon mohon ke gue untuk melepaskan lo, terus gue akan memilikinya, Hahaha!"
Laki-laki sialan itu tertawa senang! Karena rencana nya akan berhasil dengan mulusnya. Dengan menculik Ali, menyiksanya lalu memberitahu Prilly. Dan akhirnya Prilly akan bertekuk lutut, lalu menyuruhnya untuk melepaskan sahabat tak berguna Ali.
"Prilly tidak akan menjadi milikmu!" Ali berteriak dengan suara seraknya. Dengan sekuat tenaga, Ali menahan rasa sakit yang kembali menyerang nya.
Laki-laki itu kembali merobek pipinya. Bahkan lebih panjang dari sebelumnya. Ali mengerang lebih keras. Ali tidak kuat, rasa sakit di pipinya hebat! Dan dengan wajah tidak berdosa, laki-laki itu memegang pipi robek Ali dengan kencang.
"HEH! LO UDAH SEKARAT GINI MASIH BISA TERIAK LO! LO MAU PIPI MULUS YANG SATU LAGI GUE ROBEK! ASAL LO TAU, SEMENJAK PRILLY TINGGAL BARENG SAMA LO, PRILLY NGEJAUH DARI GUE. DAN AKHIRNYA GUE MEMUTUSKAN UNTUK PERGI AGAR GUE BISA MELUPAKANNYA. TAPI APA? GAK BISA! GUE MALAH MAKIN CINTA SAMA PRILLY BEGO!"
Dia kembali meninju perut Ali, menampar pipi Ali. Ali berteriak sekeras mungkin. Namun sayang, rasa sakitnya semakin parah. Pipinya dan perutnya mulai membiru. Darah semakin mengalir di sudut bibirnya.
***
"Prill, disekitar sini, cuma ini gedung kosong. Mungkin gedung ini yang dimaksud" tanya Satya kepada Prilly.
Prilly hanya diam sambil berusaha meyakinkan dirinya bahwa Ali baik-baik saja.
Namun keyakinan itu runtuh saat Prilly mendengar suara teriakan kesakitan. Dan itu suara anak laki-laki.
Prilly menghentikan tangisnya dan melihat kearah gedung yang menjadi tujuannya. Prilly yakin, Ali tidak baik-baik saja di dalam sana. Firasatnya semakin buruk.
Dengan cepat Prilly membuka pintu mobil dan berlari ke dalam gedung itu. Meninggalkan Satya, Digo dan Dava yang diam melongo melihat Prilly.
"WOY! KEJAR PRILLY!" teriak Satya kepada kedua temannya yang masih melongo.
"Iya iya!"
"Kalian masuk duluan, susul Prilly. Gue takut Prilly kenapa-napa. Kalau ada apa-apa kabarin gue" ujar Satya dan dijawab anggukan oleh Digo dan Dava.
"Kalian jaga diri. Dan usahain bisa nenangin Prilly. Jangan gegabah. Selesaikan dengan cara baik-baik. Yaudah susul! Keburu jauh!"
Tanpa ba bi bu, Digo dan Dava berlari sekuat tenaga mengejar Prilly yang sudah ditelan oleh pintu utama gedung gelap menyeramkan.
***
"Nah yang ditunggu akhirnya datang! HAHA!" Laki-laki itu tertawa melihat Prilly berlari memasuki gedung yang dia maksud. Lalu dia menatap Ali tajam.Ali hanya menutup matanya. Ali berdoa, semoga Prilly baik-baik saja. Semoga laki-laki gila didepannya tidak menyakiti Prillynya.
Tak disangka, beberapa menit kemudian, terdengar suara teriakan Prilly. Bahkan semakin kencang. Ali semakin takut. Apakah Prilly datang sendirian?
Ali menundukkan kepalanya saat laki-laki gila itu mendekatinya. Pisau masih berada di tangannya. Ali yakin, dia masih belum puas menyiksanya. Please, jangan tambah!
"ALI KAMU DIMANA! ALI JAWAB! INI AKU PRILLY!
Suara Prilly semakin terdengar.
"ALI INI GUE DAVA SAMA DIGO. LU DIMANA!"
Ali bersyukur, setidaknya ada yang menemani Prilly. Tapi itu tidak membuat dirinya tenang. Walaupun mereka datang bertiga, pasti ada yang terluka.
Ali membayangkan gimana nasib Prilly jika datang sendirian. Pasti tidak beda jauh darinya. Karena laki-laki gila ini tidak memandang musuhnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Inginku Memilikimu
RomanceWalaupun aku tahu, aku sudah berkali-kali membuat kesal bahkan marah. Dan saat kamu kecewa denganku, aku datang dengan wajah tidak berdosa. Disaat aku sedih, kamu yang ada disampingku. Saat aku bahagia pun, kamu merasa bahagia walau aku tahu, tersir...