Jangan sakiti dia! Aku saja!

997 77 5
                                    

Ali masih tersenyum senyum membayangkan masa lalunya dulu. Yang sederhana namun indah. Disaat Prilly, gadis yang membuat suasana hatinya tidak tenang ini memberinya kejutan. Padahal, saat itu Ali lupa, bahwa hari itu, dirinya sedang berulang tahun.

Ali membuatkan puisi kembali untuk Prilly. Akhir-akhir ini, Ali senang merangkai kata demi kata. Mengingat Prilly senang dengan karya sastra, salah satunya adalah puisi. Oleh karena itu, dulu ketika Ali mendapat tugas membuat puisi, Prilly selalu siap membuatkannya.

Sebelum membuat puisi, Ali mencari buku tugas miliknya. Dimana ada puisi yang Prilly buat. Berjudul kekasih pikiran.

Kurang lebih 1 jam Ali mencari, sampai buku terlempar satu persatu. Sampai pada buku terakhir di dalam lemari buku nya, Ali menemukan puisi yang dimaksud. Ali membacanya, dalam hati. Sambil duduk di jendela, menatapi matahari yang mulai terbenam.

Kekasih Pikiran.

Kamu tahu apa yang aku lakukan?
Setiap pagi, siang, sore
Bahkan sampai malam hari?
Yang sering aku lakukan hanya satu
Yaitu memikirkanmu
Memikirkan seseorang..
Yang entah tahu, tahu atau tidak
Kalau aku selalu merindukannya
Di bawah pohon rindang
Ditemani susu dan sedikit cemilan
Aku membuat puisi ini
Burung-burung berkicauan
Semut menari diatas rerumputan hijau
Menemani ku saat ku kesepian
Dan lagi-lagi
Dirimu menghantui pikiranku
Kamu? Kekasih pikiranku.

Ali masih ingat betul, dirinya diledek habis-habisan oleh teman satu kelasnya. Tidak percaya bahwa puisi ini dirinya yang membuat. Terlalu berpuitis katanya, haha!

Diledek juga karena siapa kekasih pikiran Ali? Setelah teman sekelas nya ingat, bahwa Ali selalu saja nempel dengan Prilly, namanya lah yang disebut saat itu. Ali bukannya marah, malah tersipu malu.

Telinganya memerah dan menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Bahkan Ali tak sadar, dirinya tersenyum senyum tidak jelas. Membuat tawaan teman sekelasnya pecah dengan tingkah malu Ali.

Ali menaruh buku tugas bahasa Indonesia nya disamping laptop. Lalu mengambil selembar kertas dan pulpen. Pikiran Ali mulai melayang, memikirkan kenapa Prilly bisa koma dirumah sakit. Apakah ini salahnya?

Prilly..
Maaf..
Mungkin ini semua salah Ali
Yang udah ceroboh
Tidak menjaga Prilly dengan baik
Sampai-sampai Prilly koma sekarang
Jujur..
Kalau bisa,
Ali bersedia menggantikan Prilly
Biarkan Ali yang koma
Dan Prilly yang ada diposisi Ali
Ali tak tega
Melihat bidadari Ali
Tertidur tanpa tau
Kapan kamu akan bangun
Atau bahkan tidak bangun lagi?

Ali mencari tip ex, kenapa pikiran Ali sejauh ini?! Prilly pergi? Pergi selamanya? Kenapa tangan ini menuliskan hal ini?!

Ali memukul tangannya sendiri, bisa-bisanya tangannya menuliskan hal aneh seperti ini. Ali yakin, Prilly akan baik-baik aja!

Kali ini, Ali menyudahi puisinya. Pikirannya terlalu buruk saat ini.

"Siapa ini?" Ali mengambil handphone yang berada di tempat tidur, tepatnya diantara guling. Melihat tidak ada nama, hanya ada nomor, Ali mengangkat telepon orang tak dikenal itu.

Tiba-tiba, bingkai foto terjatuh begitu saja. Padahal, semua jendela sudah Ali tutup, ingatnya. Ali menutup mulutnya.

"Dateng ke tempat dulu, dimana gue menyiksa lu dulu! Prilly ada disini!"

Tut tut tut.

Ali segera berlari mengambil kunci mobilnya. Motornya dipakai temannya tadi, untuk mengajak pacarnya jalan.

Inginku MemilikimuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang