Udara dingin dan sejuk menemani Ali saat ini. Di pagi hari yang tidak menyenangkan. Sendirian. Ali terkadang menyesal saat dirinya mengikuti jalan mamanya untuk ikut ke Australia. Disini teman Ali lebih sedikit dibandingkan teman dan sahabatnya di Indonesia, bahkan Ali jarang dekat sama perempuan yang ada disekitarnya. Semua temannya cowo.
Walaupun bahasa Inggris yang Ali pahami sedikit, Ali masih paham cara menyapa dan mengobrol. Dikit demi sedikit Ali memahami bahasa itu. Bahasa yang membuat lidah Ali terbelit belit.
Layar handphone masih menyala dengan wajah cantik disana. Seorang wanita dan lelaki yang sedang tertawa lepas melihat langit malam diatasnya. Orang-orang pasti mengira ini adalah sepasang kekasih. Namun salah, ini adalah foto Ali & Prilly.
Pagi ini, Ali menunggu teman yang kebetulan dari Indonesia. Yang terpaksa pindah ke Australia gara-gara masalah yang tidak Ali tahu. Dia perempuan satu-satunya yang berteman dekat dengan Ali. Walaupun mereka baru bertemu 2 tahun, namun pertemanan mereka sangat indah.
Samoni Foncirsfe Gregdria.
Itulah namanya. Ali memanggil nya dengan sebutan Cire. Menurutnya, Cire panggilan yang cocok untuk perempuan yang kini dekat dengan Ali. Pipi chubby, bibir tipis mungil, bulu mata lentik, mata hazel, hidung mancung, kulit seputih susu, tidak terlalu tinggi, dan alis nya yang tidak terlalu tebal.
Cire perempuan yang paling mirip dengan Sahabat Hidupnya di Indonesia. Apalagi matanya, saat mata elang Ali dan mata hazel Cire bertemu, Ali selalu salting dibuatnya. Entah kenapa. Karena matanya mirip dengan mata indah milik Sahabat Hidup nya atau ...
Cire membawa susu dan beberapa cemilan untuk Ali, dengan senyum riangnya, Cire mendekati Ali, "Hey! Ngelamun aja, nih aku bawa susu sama cemilan. Biar makin asik ngelamunnya, HAHA!"
Terkejut, itu yang Ali rasakan. Bahkan Ali tidak menyadari ada air liur yang keluar dari sisi kanan bibirnya, "Ali! You're so sloppy! Liat deh!"
Cire memberikan kaca yang dibawanya sejak tadi dan langsung Cire berikan tepat di wajah Ali. Ali masih mengumpulkan nyawa yang masih hilang dari tubuhnya. Ali melihat wajah dirinya dipantulan cermin milik Cire lalu berteriak, "ASTAGA! APA INI DI KANAN BIBIR AKU! KOK ADA PUTIH PUTIH PANJANG! BASAH LAGI!"
Cire tertawa melihat reaksi Ali yang menurutnya menggemaskan. Dan tak sadar, Cire tersenyum melihat Ali yang masih menutup bibirnya dan berusaha menghapus 'putih putih yang panjang seperti pulau' dari sisi kanan bibirnya.
"Kenapa ngeliatin? Nanti suka lho! Eh, Cileee!!" Ali memang menjengkelkan terkadang. Disaat Cire sedang asik memandang Ali, Ali selalu mengoceh, atau mengacak ngacak rambutnya, atau mencubit pipinya hingga merah.
Cire mencubit perut Ali dan menyingkirkan tangan Ali dari pipinya yang sudah memerah, "Lepas Ali! Sakit tau! Not so early morning walk! Annoying dasar!" Cire memalingkan wajahnya lalu memanyunkan bibirnya.
Melihat tingkah laku Cire, semakin membuat kerinduan Ali semakin mencuat. Rindu yang tak kunjung terbalaskan. Bahkan dirinya tidak pernah tau kondisi Sahabatnya saat ini bagaimana. Cire semakin kesal melihat Ali yang tidak memperdulikan dirinya, Ali malah melanjutkan kegiatannya. Melamun.
"Ih! Lagi ngambek bukannya dibujuk malah ngelanjutin ngelamun! Yaudah aku pulang!"
"Eh iya iya, ayo jalan", Ali menggenggam tangan Cire dan keduanya pergi dari tempat sepi itu. Tempat yang Ali sukai. Taman yang Ali buat semirip mungkin dengan taman dekat pasar malam yang biasa ia kunjungi dengan Sahabat Hidupnya.
***
"Prilly sayang, kamu makan ya, udah 3 hari kamu nggak makan sayang. Jangan nyiksa diri kamu begini dong sayang. Please Princess. Mama will obey everything you want."

KAMU SEDANG MEMBACA
Inginku Memilikimu
Storie d'amoreWalaupun aku tahu, aku sudah berkali-kali membuat kesal bahkan marah. Dan saat kamu kecewa denganku, aku datang dengan wajah tidak berdosa. Disaat aku sedih, kamu yang ada disampingku. Saat aku bahagia pun, kamu merasa bahagia walau aku tahu, tersir...