Malam ini menjadi sanksi kebahagiaan mereka. Di sebuah taman dekat pasar malam. Dimana banyak sepasang kekasih yang lebih memilih kesini daripada ke mall, bioskop atau tempat lainnya. Karena disini ada berbagai jenis makanan + minumannya, banyak barang yang bisa dijadikan hadiah, dan kalau boring, tinggal ke pasar malam, bermain lalu berbahagia bersama.
Bahagia itu memang sederhana.
Hari ini, Ali mengajak Prilly untuk jalan-jalan di dinginnya malam. Ali menyuruh Prilly memakai pakaian yang ia beli barusan. Baju doraemon panjang dengan celana jins biru. Dan Ali meminjamkan jaketnya untuk dipakai Prilly. Kasian, kedinginan.
Ali sudah mensiapkan surprise untuk Prilly. Mungkin ini yang terakhir sebelum dia pergi menyusul mamanya. Ali sekuat tenaga menahan air matanya melihat Prilly tertawa lepas. Ali akan merindukan tawanya itu.
Ali membawa 2 ice cream. Satu rasa vanilla kesukaan Prilly dan satu lagi rasa cokelat kesukaan Ali sendiri. Prilly melahap ice cream nya dengan ganas. Ali tertawa kecil melihat banyak ice cream di bibir Prilly. Bahkan pipinya kena. Aduh Pril, Pril.
Dengan cepat, Ali mengeluarkan tissu yang kebetulan ia bawa tadi. Lumayan buat jaga-jaga. Dengan pelan Ali mengusapkan tissu nya di bibir Prilly. Dan juga pipinya.
Prilly hanya diam lalu tersenyum gemas. Ali memang selalu bisa mengubah sifatnya. Tadi pas mengajaknya kesini dipaksa suruh pake ini lah, jam segini harus udah siap lah, kan tau cewe itu kalau dandan lama!
Tapi pas udah sampai? Ali membelikannya ice cream, dan tak sadar juga, kalau ia memakan ice cream nya dengan lahap bahkan sampai belepotan. Maklum lah, tadi baru makan sedikit.
Setelah bibir dan pipi Prilly bersih. Ali membelikan sesuatu lagi untuk Prilly. Dan betapa senangnya Prilly, Ali membelikan boneka doraemon berukuran besar yang Prilly impi impikan sejak dulu. Karena orangtuanya selalu menolak jika Prilly ingin membelinya. Ntah alasannya apa.
Tapi, seseorang di depannya ini! Selalu tau apa yang Prilly inginkan! Dan hebatnya ia selalu mewujudkan semuanya! Yang hanya bisa menjadi sebuah impian menjadi kenyataan! Makasih Ali!
Prilly memeluk Ali erat. Semoga Ali tidak pernah meninggalkannya. Entah gimana rasanya sehari bahkan setiap hari tanpa ada Ali. Pasti nggak ada yang melarangnya makan permen sama makanan yang pedes pedes, nggak ada yang ngejailin, nggak ada yang nemenin nonton, nggak ada lagi yang bisa newujutin impiannya. Mungkin tanpa Ali. Keinginannya akan selalu terpendam. Bahkan selamanya akan menjadi impian, ntah kapan bisa menjadi kenyataan.
Ali membalas pelukan Prilly, air mata sudah mengalir dari mata tajam Ali. Mata yang selalu siap melihat tawa dan sedih Prilly. Semakin erat.
10 menit kemudian..
Mereka melepaskan pelukannya, ntah sudah berapa orang yang menyaksikan kisah mereka. Karena setiap Ali dan Prilly jalan, pasti ke taman dekat pasar malam. Jadi beberapa pengunjung hapal dengan mereka.
"Li, habis ini kita kemana?" Prilly mengajak Ali duduk, lelah sejak tadi mereka memutari taman.
"Hmm, kamu maunya kemana sayang?" Sambil berpikir, Prilly memainkan bulu mata lentik Ali dan mengambil posisi nyaman yaitu tiduran di paha Ali.
Sekali lagi Ali menggigit bibirnya. Ya! Lagi-lagi Ali berusaha menahan tangisnya. Cukup tadi, Ali harap, Prilly bisa menemukan laki-laki yang kelak akan mendampinginya. Prilly terlalu sempurna untuk Ali.
"Makan dulu yuk, habis itu kita main" Prilly mengeluarkan gigi kelincinya dan berhasil membuat Ali gemas. Ali pun menggendong Prilly sampai restoran di sebrang taman ini.
***
Banyak sepasang mata yang terus saja menatap mereka, entah tatapan apa. Iri kah? Kagum kah? Yasudahlah, bawa santai aja.

KAMU SEDANG MEMBACA
Inginku Memilikimu
RomansaWalaupun aku tahu, aku sudah berkali-kali membuat kesal bahkan marah. Dan saat kamu kecewa denganku, aku datang dengan wajah tidak berdosa. Disaat aku sedih, kamu yang ada disampingku. Saat aku bahagia pun, kamu merasa bahagia walau aku tahu, tersir...