Yoora pagi-pagi buta pergi ke luar kota demi menjemput Chanyeol di rumah duka.
Iya, Rumah duka.
Yoora pikir ia salah alamat, taunya setelah ia mencoba untuk bertanya kepada petugas yang berjaga ternyata alamat itu betul.
Yoora mau gak mau masuk ke dalam gedung dan mencari Park Chanyeol.
Bayangkan, jam 3 pagi nyari orang di rumah duka, serem gak?
Ia berkeliling dari lantai ke lantai, ruang keruang demi menemukan keberadaan laki-laki bertubuh jangkung dan berkuping caplang.
Sepi dan gelap, kata yang tepat untuk mendefinisikan rumah duka sekarang.
Yoora berjalan cepat menelusuri tiap ruangan yang ada di rumah duka.
Setelah 15 menit mencari dan berjalan, Yoora tidak menemukan Chanyeol dimanapun. Ia memutuskan untuk duduk di bangku yang ada di lobby, menunggu pagi tiba biar lebih terang dikit.
Ia duduk di kursi sambil memainkan ponselnya. Tidak ada telpon maupun sms yang masuk mencari keberadaan Yoora. Mungkin Mas Haejin sama Abang Gummy masih tidur, pikir Yoora.
Sudah 2 jam ia duduk di kursi tapi ia tidak bisa menahan rasa ngantuk yang luar biasa. Ia tiduran di kursi dan menutup restleting jacket miliknya.
Dia menidurkan tubuhnya di kursi, tapi anehnya ngantuknya justru hilang. Ia kembali duduk dan tidur dengan posisi duduk.
❤❤❤
"Yoora."
"Yoora, bangun."
Chanyeol menepuk pipi Yoora.
"Loh?" melihat Chanyeol didepan matanya, Yoora langsung sadar.
"Kamu beneran jemput aku kesini?" tanya Chanyeol. Yoora mengangguk dan duduk di samping Chanyeol.
"Kemaren kok bisa hilang gitu aja?" tanya Yoora.
Chanyeol diem aja,
"Cari cafe yuk, aku ceritain sambil sarapan." Chanyeol berdiri dan diikuti Yoora.
Setelah memesan makanan, Chanyeol menceritakan apa yang terjadu kemari. Kenapa ia bisa hilang gitu aja.
"Jadi gini. Aku kemarin keluar mobil buat buang sampah permen karet, terus ketemu temen lama aku. Aku seneng banget ketemu dia, terus ngajak jalan. Nah aku lupa kalau kemarin aku di stasiun bareng kamu, terus mobil kamu aku tinggal gitu aja." kata Chanyeol lalu dia menyeruput teh hangat miliknya.
"Terus kok rumah duka?" tanya Yoora.
"Nah pas udah sampai di rumah dia, aku lupa ngabarin kamu karena aku gak bawa hp. Malem nya aku telfon kamu pake hp temen aku. Karena rumah temen aku itu terpencil daripada kamu nyasar, jadi aku pake rumah duka jadi patokan. Biar aku yang nyamperin kamu ke rumah duka. Aku kira kamu kesini pagi-pagi makannya aku nginep di rumah temen aku." Chanyeol menjelaskan panjang lebar lalu menyeruput teh hangatnya lagi.
"Ohhh gitu. Kemarin pada khawatir sama kamu semua. Apalagi Suho oppa, aku sampe dimarahin sama dia gara-gara kelalaian aku." kata Yoora.
"Hahaha maafkan aku, ini kesalahan ku karena lupa mengabarimu." kata Chanyeol. Gak lama kemudia makanan yang mereka pesan datang.
Yoora dan Chanyeol sarapan bubur ayam di cafe sambil menikmati suasana kota kecil di ujung Seoul.
"Habis ini langsung balik ke penthouse ya. Pasti mereka nyariin aku gara-gara pergi tengah malem jemput kamu." Chanyeol cuma ngangguk.
Setelah membayar makanan, Chanyeol dan Yoora kembali ke Seoul.
Tbc
Hehehehehehe aku kira bakal terjadi apa-apa di rumah duka.
