Semuanya dimulai di kediaman Putri Pingyang.
Disana adalah pertama kalinya kamu bertemu dengan Wei Zifu. Saat itu, aku duduk tepat di sebelahmu. Ketika penyanyi wanita yang cantik itu yang mengenakan pakaian sutra berwarna-warni menarikan tarian yang mempesona, jiwamu terpikat dalam sekejap.
Aku melihat tanganmu, yang secara tidak sadar mengulurkannya.
Aku membeku, kemudian aku bertanya padamu, apakah semuanya baik-baik saja?
Kamu menarik kembali tanganmu dan berkata bahwa semuanya baik-baik saja.
Tetapi kamu tidak pernah tahu bahwa ekspresi di kedua matamu mengkhianatimu.
Ketika lagu dan tarian akhirnya sudah selesai, kamu dengan cemas menanyakan kepada Putri Pingyang siapa nama penyanyi itu.
Pada saat itulah ketika pertama kalinya aku memahami bahwa di dalam sebuah kisah cinta, ada sebuah kata yang bernama kecemburuan.
Aku cemburu kepada penyanyi itu, cemburu pada caranya untuk merayumu. Aku iri pada kemudaannya, iri pada caranya bisa melakukan apa yang disukainya, menggunakan segala macam trik yang cocok dengan status rendahnya untuk mendapatkan perhatianmu.
Kamu tidak pernah tahu bahwa aku juga adalah seorang penari yang luar biasa. Lebih baik, malah, daripada penyanyi itu. Kecuali, dia menari hanya untuk mendapatkan kasih sayangmu, sementara aku hanya menari untuk diriku sendiri.
Ibuku tidak pernah memperbolehkanku untuk menari. Dia mengatakan bahwa seorang gadis yang menari adalah seorang rendahan, dan sebagai seorang bangsawan, bagaimana kita dapat merendahkan diri kita untuk ikut serta dalam hal-hal semacam itu?
Jadi, aku tidak pernah menari untukmu.
Jika kemudian aku tahu bahwa kamu dengan mudahnya terpikat oleh seorang wanita yang dapat menari dengan mempesona, aku akan menurunkan semua kesopananku untuk menari untukmu.
Hari itu, aku kehilangan kesabaranku terhadapmu. Menangis saat aku menggunakan kata-kata penuh kebencian dalam menuntut penjelasan darimu.
Jika saja, waktu itu, kamu menepuk bahuku, atau hanya tinggal di sisiku, maka mungkin aku akan tetap percaya bahwa cintamu kepadaku tidak pernah berubah.
Tetapi kamu berbalik dan meninggalkanku tanpa melirikku untuk yang kedua kalinya.
Kamu mengatakan bahwa aku menjadi semakin tidak masuk akal. Kamu mengingatkanku untuk tidak melupakan fakta bahwa kamu adalah seorang Kaisar. Bahwa dunia adalah milikmu.
Malam itu kamu kembali ke kediaman Putri Pingyang.
Kamu menghabiskan malam dengan seorang penyanyi wanita bernama Wei Zifu.
Hanya seperti itu, kamu mengkhianati janji kita.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lament at Changmen Palace
Historical Fiction[Terjemahan] Author(s) : Qiao Xi (乔夕) Translation (English) : catharcity Translation (Indonesia) : @nathania_02 Setelah sekian lama, aku mulai memahami nilai dari sebuah istana emas. Jika Wei Zifu mencintaimu, maka ceritanya hanya akan berakhir sepe...
