Chapter 5

13.3K 1.4K 60
                                        

Haloo Datang lagii Thor gaje

Ga mau banyak ngomong, silahkan dibaca dan dinikmati aja.

Kalau suka LANGSUNG PENCET BINTANG & KOMENTARNYA YA

Kalau Engga suka ceritanya karena GAJE, ya udah ditinggal aja daripada rempong...hehehhehe

Enjoy

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Quotes :

Aku tahu kau lelah

Secara fisik dan emosional seluruh tenagamu terkuras

Tetapi kau harus terus berjalan... Karena mungkin didepan sana kebahagiaan dan kesuksesan sedang menunggumu.

Anynomous

###############################

Seorang gadis terus berlari ditengah lorong rumah sakit, tidak memperdulikan tatapan membunuh dari orang-orang yang tidak sengaja tertabrak olehnya.

Tujuannya hanya satu. Yaitu kamar bersalin.

"Suster Leni bagaimana ibuku ?," tanyanya dengan wajah cemas. Keringat dingin sudah memenuhi kening dan pipinya. Napasnya sudah tidak teratur.

"Sabar Anna, kamu jangan berisik. Ibumu baru saja melahirkan dan sekarang ada diruang UGD, sedang ditanggani dokter karena pendarahan," ucapnya dengan suara lembut. "Bahkan kepala rumah sakit ikut bertindak menolong ibumu."

"Bagaimana bisa ibuku pendarahan sus ? Apa pendarahannya bisa dihentikan ?," serunya sambil menggoyang-goyangkan lengan suster.

"Tadi aku sempat tanya pada suster yang ikut menanggani, katanya sudah berhenti."

"Alhamdullilah," ucapnya dengan wajah sedikit ceria.

"Oh ya, Apa kamu sudah melunasi biaya rumah sakit ?," tanya suster Tasya dengan tatapan tajam yang berdiri disebelah suster Anna.

Anna menundukkan kepalanya. Matanya benar-benar terasa panas, satu kedipan air mata langsung menetes di pipinya, bercampur dengan keringat.

"Maaf Suster Tasya, saya belum bisa membayarnya," ucapnya meyakinkan suster yang bernama Tasya. Anna memandang Tasya dengan tatapan memohon. "Tapi saya berjanji akan membawa uangnya besok."

"Seharusnya tuh prosedurnya kamu bayar dulu baru mendapat penangganan bukan kebalikannya. Tapi karena kami kasihan, makanya kami melakukan penangganan dahulu. Dan sekarang kamu harus segera melunasi biaya perawatan dan operasinya, atau perawatan akan dihentikan," ucapnya ketus.

"Tasya," ucap suster Leni menegur.

"Tapi saat ini saya belum pegang uangnya sus. Tapi saya janji, saya pasti akan membayarnya, saya juga baru mendapat pekerjaan," ucap Anna sambil menghapus jejak air mata. "Jadi saya pasti akan membayarnya."

"Tidak bisa. Alasan seperti kamu sudah banyak. Berjanji akan membayar ternyata tidak," ucap suster itu terdengar ketus.

"Tidak sus, saya berjanji. Saya akan membayar semua biayanya. Besok sus, besok saya akan bawa uangnya. Jadi saya mohon selamatkan jangan hentikan perawatan ibu saya sus. Saya tidak boleh kehilangannya, hanya dia yang saya miliki. Apa suster tidak kasihan dengan adik saya yang baru saja dilahirkan," ucap Anna dengan tangisan yang makin terisak.

"Tasya, jangan pakai suara tinggi saat bicara dengan keluarga pasien," ucap suster Leni.

"Buat apa bicara ramah sama keluarga miskin," ucap suster Tasya dengan ketus.

Call Me HubbyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang