2 escape

2.5K 246 2
                                        

Jane berlari tak menentu arah.

Dan dia sampai di perkotaan, dia bingung, dia tak pernah melihat semua ini, dia cuma pernah melihat alat2 percobaan dan lain2.

Dia berhenti di depan restoran, ia merasa perutnya lapar, ia masuk ke dalam tapi dia malah diusir.

Dia duduk didepan restoran itu sambil memeluk kakinya, dan menangis.

Hujan turun membasahi badannya, tapi jane tak peduli.

Ia bukan menangis karena lapar, ia menangis karna hatinya sakit, ia menyesal telah meninggalkan tata, dadanya sangat sesak, dia tak tau perasaan apa itu.

"Nak kamu ga papa?" Aku menganggkat kepalaku dan melihat ke arah sumber suara.

"Dimana orang tuamu?" Tanya tante itu.

"Aku tidak punya orang tua" ucap jane lirih.

"Hmm kamu mau ikut tante.?" Tanya perempuan berumur sekitar 30 an.

Jane hanya mengangguk, karena sudah terlalu sering didisiksa, akhirnya dia menjadi anak yang penurut.

Jane dan tante2 itu masuk ke dalam mobil hitam.

"Perkenalkan nama tante irene, siapa namamu?"

"Jane.... tapi aku membenci nama itu" ucap jane

"Hmmm bagaimana kalau tante memanggilmu jennie?" Tanya irene

"Hmmm aku menyukai nama itu" ucap jennie

Jennie tertidur di selama perjalanan.

"Jennie kau indah"

"Jennie aku menyukaimu..."

"Jenn-"

Jennie terbangun dengan nafas terengah2 dia akhir2 ini sering bermimpi tentang pria yang ia tak tau juga namanya, tapi yang namanya anak2 tau lah mereka ga peduli2 banget.

"Jennie kita sudah sampai" ucap irene

Mereka turun dari mobil, jennie terpesona dengan rumah yang sangat besar itu.

"Mulai sekarang kamu tinggal disini mau?" Tanya irene.

Jennie tersenyum dan memeluk irene.

Irene sangat menginginkan anak perempuan, karena ia sudah mempunyai 1 anak laki2.

"Ayo masuk" mereka masuk ke dalam rumah besar itu.

"Nah perkenalkan nanti dia bakal jadi kakak kamu" ucap irene

"Vernon!!" Panggil irene ke anak semata wayangnya.

"Mommm!!" Bocah laki2 itu langsung memeluk ibunya.

"Mom dia siapa?" Tanya vernon

"Oh dia bakal jadi ade kamu mulai sekarang" ucap irene

"Hmm namaku jennie" jennie mengulurkan tangannya dan dijawab oleh vernon.

"Namaku vernon"

"Kalian akur yaa" irene memeluk vernon dan jennie.

Dan jennie tumbuh menjadi anak yang periang.

Dan jennie tumbuh menjadi anak yang periang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hacker: The Best fall Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang