"Bakar dia!!!"
"Ini kutukaaannn!"
"Kyaaaaa..."
S, suara...suara itu....
Ada apa gerangan...? Mengapa suara-suara itu mengiringi terbukanya mataku?
"Patahkan sayapnyaa!"
"Aku mohon jangan...ukh...." Yorenza merintih. Aku tahu, itu suara Yore!
Bergegas aku membuka mataku secara cepat. Pemandangan pertama yang aku lihat setelah membuka mata adalah, kotaku, Luxior, yang kini porak-poranda.
"Selina!" Terdengar suara Zhakira di kejauhan memanggil aku, "Kau tidak apa-apa? Ku lihat kau tadi menghilang setelah kekacauan di festival salju, ada apa?" Pertanyaan bertubi-tubi itu ia lontarkan, aku tahu si peri kuning satu ini memang bawel dari sananya.
"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang Zhakira, ngomong-ngomong apakah ke porak-porandaan disini adalah ulahku tadi siang?"
"Yah, tidak semuanya"
"Apa maksudmu tidak semuanya Zhakira?"
"Kau lihat disana?" Ia menunjukkan pada segerombolan masa yang membawa obor, yang suaranya tadi menyeruak bising memenuhi kota, mengiringi terbukanya mataku.
"Ehem? Lalu?"
"Tadi, ada peri dengan sayap aneh datang bersamamu, mereka menganggap sayap itu adalah kutukan, dan mereka mencoba memotong sayap pria itu, dan aku rasa dia pula yang mencelakaimu sampai pingsan bukan?"
Tak habis-habisnya aku terkejut, dan sekarang bola mataku terbelalak mendengar ucapan Zhakira. Sebenarnya masuk akal jika tadi aku memasuki portal hitam lalu aku tiba di kota Yorenza, maka hal sama akan terjadi jika aku naik portal dari kota Yorenza dan kemudian tiba di Luxior.
Ok, aku rasa aku tak punya waktu untuk temenung-menung di sini, Yore dalam bahaya!
"Selina?" Panggilan Zhakira membangunkan ku dari ketertegunan ku.
"Zhakira!"
"...Ya?"
"Kita harus selamatkan pria itu! Kalian semua salah paham!"
"....Okey? Tapi Selina pertama-tama,
jika apa yang kau ucapkan barusan itu benar, bagaimana kita masuk ke dalam segerombolan masa itu, yang masing-masing membawa 1 obor ditangannya?! Kau tahu jumlah mereka berapa?! Hampir 10000!!!"
"Apa?! Hei tunggu dulu, memangnya mereka tau apa tentang Yore? Mengapa memutuskan seenaknya saja?!"
"Mana aku tahu! Ok Sel, jika kau mau menyelamatkan siapa, itu? ehm, pacar baru mu si Yore-Yore itu, Kau harus punya strategi."
Zhakira selalu saja asal menyebut, mentang-mentang aku tidak pernah berhubungan dengan pria, sekalinya aku berada dalam radius satu meter di dekat seorang pria, maka pria itu langsung di cap sebagai pacarku oleh si peri kuning bodoh ini.
Saat aku sedang berpikir keras, tiba-tiba saja ada sulur tanaman merambat dikakiku. Sebenarnya, aku sungguh tidak mengetahui tanaman apa ini, namun lantas tanaman ini bergerak sesuai pikiran ku!
"Ke kiri!"
/tanaman itu menjulur ke kiri
"Menari!" Ucap Zhakira ikut-ikutan.
Tapi hei? Dia hanya mengikuti ucapanku.
"Oh sulur sial!" Ujar Zhakira mengumpat.
Aku di sebelahnya hanya bisa tersenyum kecil penuh kebanggaan.
"Sel, aku rasa aku punya ide mengenai sulur-sulur ini," ucapan Zhakira terdengar yakin dan mantap.
"Oke, aku ikuti apa maumu."
Baiklah, Yore! Tunggu aku!
Vote and share yahh
KAMU SEDANG MEMBACA
Klandestin Mudita
ФэнтезиInilah "kebahagiaanku" Tentang sebuah kebahagiaan tersembunyi yang aku dapati dengan usaha penuh bayang-bayang Bimbang, hancur, dan mati, bersama rasa ini. Sedang dunia terus berjalan melewati masa dan asa, duniaku, juga dunia mu. Membentuk sebuah p...
