Misi penyelamatan

15 3 0
                                        

Kikuk. Lenggang. Aku dan Yorenza mematung menghadap dinding kuno Ras Denada dengan tatapan kosong. Entah bingung, entah berpikir, yang jelas ... aku ingin panik tetapi aku takut salah tingkah lagi.

Demi memastikan apa yang telah terjadi aku melihat raut wajah Yorenza. Panik.

Ok, jadi ini saatnya panik?
.
.
.
"Sel ... apa, apa yang ... ? "

"Sssst, aku juga tak tahu Yore, maaf aku sempat melamun sejenak, jadi sekarang apa yang akan kita lakukan? Kita harus—"

Clap clap clap clap clap

Suara tepuk tangan dari arah pintu masuk terdengar, menghentikan bibirku berbicara.

"Jadi kalian sudah membuka portal ke dunia lain? Siapa yang lebih dulu? Oh Zhakira? Aha! Sudah kuduga!" Deventor dengan cepat menerawang apa yang telah terjadi.

"Jadi ini rencana-Mu, Yang Mulia? Tetapi untuk apa?" Tanya Yorenza.

"Ia pergi ke tanah ia berasal. Banyak dinding disini, tapi aku hanya dapat membuka satu dinding saja yaitu Xyratrias. Dinding yang lain masih tersegel, yang dapat membukanya hanya garis keturunan murni atau garis keturunan terkuat. Zhakira terlihat lemah, tetapi ia sesungguhnya kuat sekali, darah Xyratrias kuning mengalir pula dalam dirinya. Biarlah ia mengetahui sejarah yang telah lama terukir itu dengan memasuki portal dinding Denada."

"Portal ini mengarah kemana tepatnya? Bisakah kami menyusul dia?" Tanyaku.

"Dia akan keluar dengan sendirinya! Entah hidup, entah mati, tetapi aku sarankan kalian berdua memasuki dinding kuno Xyratrias di seberang sana. Jika kalian berhasil melewati semua tantangan yang ada, kalian akan bertemu Zhakira di akhir kisah dinding. "

"Oh apakah ini semacam permainan edukasi sejarah? " Tanya Yorenza.

"Ya, tapi bedanya kau bisa mati sungguhan! Ahahaha," bersamaan dengan tawa Deventor, tubuhnya pun ikut menghilang. Haha, aku sudah tidak terkejut lagi, dia kan arwah?

"Yorenza, aku rasa uhm maaf harus lancang. Aku rasa Deventor memiliki maksud jahat, tidakkah kau berpikir demikian?"

"Aku tidak tahu Sel, aku adalah abdinya yang setia selama beberapa ratus tahun terakhir. Tapi mungkin kita memang harus memasuki dinding virtual ini. Mungkin info didalamnya akan kita butuhkan kelak Sel, lagipula aku juga ingin melihat Zhakira selamat."

"Baiklah. Ayo cepat kita masuk"

Kami berdua terbang ke dinding seberang, membaca tulisan kuno di rantai dinding, kemudian masuk sesuai instruksi.

Aku rasa ini adalah teknologi edukasi sejarah pada zaman ini. Modern dan menakjubkan. Portal ini membawa kami entah kemana tapi perjalanan di dalam portal lancar, tidak ada gangguan. Canggih sekali.

"Akh Selina!"

"Hah? Apa?" Kemudian kulihat kaki Yore seperti terbelit sesuatu yang hitam di dalam portal dan menarik ia ke lubang besar menganga. Dimensi lain?

"Selina tolong!" Sesaat setelah ia mengucapkan itu, tanpa basa-basi lagi aku langsung terbang meraih tangannya. Tapi lilitan benang hitam ini malah menjerat tanganku dan menarikku ke arah yang berlawanan!

"Yorenza!!!"

"Tenang Sel! Mungkin alur cerita kita dimulai dari titik yang berbeda! Sampai berjumpa nanti!", lubang itupun seperti menelan tubuh Yorenza. Hilang.

Aku harus apa tanpa Yorenza dan Zhakira?!

HAAAA KAPAN YA CERITA INI PRODUKTIF :( MAAF GAIS :( INI BARU PERMULAAN GAIS :( MASIH LAMA ENDINGNYA. DAH ADA SIH CERITANYA. AKU CUMAN MALAS MENULIS T_T

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 24, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Klandestin MuditaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang