Drap drap drap drap
Suara kepakan sayap-sayap hitam sepanjang 1 m menderu di depan kami. Seluruh pasukan Valentrinos sebanyak 1000 peri banyaknya membentuk sebuah koloni berbaris. Aku hanya mematung disini, bersama Yore yang sama lemasnya. Aku benar-benar tak terpikir apa-apa lagi tentang ide untuk meloloskan diri atau bagaimana kami selamat.
Sebenarnya bahkan aku masih sedikit-banyak bingung tentang bagaimana semua hal ini terjadi. Semua terjadi begitu cepat. Zhakira di sebelahku hanya diam, bingung dan salah tingkah, rasa-rasanya aku tahu apa yang ia pikiran. Mungkin ia berpikir ia sedang disambut bagai 'tamu' di tanah yang baru dipijaknya ini, atau mungkin ia kepanikan karena merasa bagai seseorang yang polos tak bersalah tapi tiba-tiba dijebloskan ke penjara. Hmm, aku rasa kemungkinan kedua itu lebih memungkinkan karena jelas sekali pasukan ini membawa semacam tombak di tangan mereka.
Aku takut, tapi lebih tidak mengerti lagi mengapa kedua ras kami seperti menyimpan dendam? Aku memang belum mengenal Yore lama, tapi aku bisa merasakan ketulusan hatinya saat menyelamatkan aku dan zhakira, pun jika ia jahat, aku tetap menyukainya karena secara tidak langsung ia menyadarkan apa bakatku yang sebenarnya. Lagipula, aku rasa aku seperti memiliki ikatan batin dengan dia, seperti kami sudah mengenal lama...hmm atau itu hanya perasaanku saja ya? aku pun tak pasti tahu, tapi yang pasti parasnya yang tampan beserta hatinya yang tulus sudah cukup membuat 1 alasan bahwa aku harus melindungi teman baruku ini, apapun yang terjadi.
"Apa mau kalian?" Yore berkata tegas mengajukan pertanyaannya dengan lantang — padahal aku tahu jelas lukanya begitu parah.
"Harusnya aku lah yang mengajukkan pertanyaan itu Yorenza!" Seru seseorang yang sayap dan badannya paling besar serta lencana-lencana keprajuritan dimana-mana melekat di tubuhnya, "Apa maksudmu membawa ras penghianat ini ke tanah kita? kau tahu 'kan akan berat hukumannya bagi seorang Valentrinos yang berteman dengan ras peri? aku tahu pasti kau tidak akan berpikir dua kali untuk mundur Yore, mundurlah, jauhi mereka beberapa langkah, dan kami dapat melakukan tugas kami dengan sebagaimana mestinya, membunuh seorang penjahat."
"Sayangnya kau salah besar Panglima Bryagoss," Yore pun menyeringai, "Memangnya apa yang akan aku dapatkan jika aku mundur? beri aku satu alasan untuk menyepakati negosiasi kita yang satu arah ini," ujarnya dengan mata tetap terfokus dan bersiap bertarung — Yore sepertinya sudah lupa jika tubuhnya yang lemah ini hampir saja kehilangan nyawa, aku bersikukuh berdiri di sebelah Yore untuk melindunginya yang kadang bodoh ini, sedang Zhakira di seberang sana sudah mundur beberapa langkah menjauh dan bersembunyi di balik rimbun semak.
"Aku akan membiarkan kepala mu tetap di tempatnya Yore, itu hadiah yang akan kau dapatkan jika kau memberikan peri itu ke tangan kami."
"Sayang nya kepalaku tak semudah itu mau berpindah Panglima Bryagoss," Yore pun kembali dengan seringainya, meledek.
"Lancang sekali! Terserah saja, toh ada atau tidaknya negosiasi ini, kami akan tetap mengambil si peri itu dari tanganmu Yorenza," panglima Bryagoss mengangkat tangan, kode yang ia berikan agar pasukan beranjak menyerang.
"Mundur Selina, biar aku yang urus ini," ujar Yore, nyaris berbisik kepadakku.
"Tidak bodoh, mereka 1000 dan kau akan mati sebentar lag—"
"AKU BILANG PERGI!!!" Bentakkan Yorenza mencegah bibirku berkata-kata lebih jauh dan lantas aku terbang menjauh, sebab Yorenza sudah berancang-ancang siap bertarung.
Sungguh pertarungan tak terelakkan dan si bodoh Yorenza benar-benar tidak bisa melawan! sudah kuduga! mana mungkin 1000 pasukan pertahanan Valentrinos akan di kalahkan oleh Yorenza seorang penjaga kandang sapi, yang sedang terluka pula?!
Luka disana-sini, cabikkan-cabikan bertubi-tubi tetap diterima Yorenza dengan lapang dada. Aku hampir menangis melihatnya, sebegitukah ia ingin melindungiku? aku tidak mengerti. Aku benar-benar kehabisan akal dengan apa yang terjadi, sungguh.
Napas Yore menderu kencang, aku semakin tercekat tapi kami tetap tak bisa berbuat apa-apa, akhirnya tetesan air mataku jatuh juga, Yore...aku mohon, jangan mati.... Seketika itu pula, sayapku berpendar keungu-unguan.
Pendarannya, begitu klasik dan redup, awalnya aku tak begitu memperdulikannya karena aku sibuk mencari akal agar Yore selamat. Tapi, lama kelamaan sayapku semakin berpendar terang, aku saja hampir kesilauan menatapnya. Sungguh, apa yang terjadi?
Sepersekian detik saat aku mulai menyadari sinar ini semakin menjalar di tubuhku, aku menyadari bahwa... Yore berhenti bergerak. Dan kupingku berhenti mendengar deru napasnya.
Oh astaga!
Aku benar-benar melucurkan segenap kekuatanku untuk menghampiri nya yang mungkin berada di ambang detik-detik terkahir kehilangan nyawanya.
Tapat saja aku mengepakkan sayap ku menuju dia, portal emas mengkilau muncul, dan pandangan semua orang tertuju kepada portal tsb. Aku tahu sekali siapa pemilik portal ini.
Ratu Luxior V.
Please vote and share.
KAMU SEDANG MEMBACA
Klandestin Mudita
FantasyInilah "kebahagiaanku" Tentang sebuah kebahagiaan tersembunyi yang aku dapati dengan usaha penuh bayang-bayang Bimbang, hancur, dan mati, bersama rasa ini. Sedang dunia terus berjalan melewati masa dan asa, duniaku, juga dunia mu. Membentuk sebuah p...
