Aku dan Zhakira terbang menuju segerombolan masa itu, mereka tepat berada di depan istana Luxior. Bahkan ratu luxior V yang 'memfasilitasi' segala rupa bentuk penghancuran Sayap Yorenza. Tidak ku sangka, ratu yang kuanggap agung bisa berpikir sedangkal itu.
Ku cari Yore dari ujung ke ujung, tidak ku temukan dia dimanapun. Aku semakin khawatir saja dengan keadaannya. Mendengar rintihannya tadi walau hanya sekilas membuatku gemetaran, Yore yang kuat sampai dibuat merintih, apa yang telah peri-peri itu lakukan?!
Dengan sulur-sulur ini mengikuti kepakan sayapku dan Zhakira di sisiku membuat ku sedikit tenang.
"Zhakira, apa kau yakin arah terbang kita kemana?" Pertanyaan kekhawatiranku yang pertama akhirnya ku lontarkan.
"Ku meragukan aku Sel? Aku kan bekerja disini bodoh, kau ini bagaimana?"
Sesaat aku memang merasa bodoh, tapi baiklah aku memang agak kikuk ketika menghadapi situasi genting. Aku memang begitu.
"Sel, ada dua tempat yang ku perkirakan dijadikan tempat sandera pacarmu," Zhakira berpikir sejenak baru kemudian melanjutkan ucapannya, "yang pertama, adalah penjara bawah tanah lalu yang kedua adalah ruang rahasia ratu."
Aku rasa memercayai rute perjalanan pada Zhakira tidak buruk juga.
Aku pun berpikir sejenak, beberapa saat setelah aku mulai berpikir, sulur-sulur di bawahku berhenti mengikuti aku! Sontak aku ikut berhenti terbang dan mendaratkan kakiku ke tanah, untuk setidaknya memeriksa apa yang terjadi. Tiba-tiba, sulur-sulur itu 'menggali' tanahnya!
"Zhakira lihat!"
"A...apa yang?!"
Terlihat lubang kecil menganga, sungguh lubang itu hanya muat untuk dimasuki 1 peri saja secara bergantian, tapi di dalam lubang itu nampak secercah sinar, menandakan ada ruangan di bawah sana.
"Sel aku rasa, inilah penjara bawah tanah itu! Ayo bergegas!"
Sebenarnya ini mulai masuk akal, mengapa aku bisa mendengar rintihan Yore sedangkan jarak istana dari tempatku pingsan sejauh 200m? Itu karena Yore merintih tepat di bawahku!
Ada satu misteri lagi, mengapa sulur ini mengetahuinya? Dan mengapa dia tahu apa yang hendak aku lakukan? Memikirkan nya membuat ku merinding, tahu-tahu sulur ini adalah jelmaan makhluk astral. Ok sekarang bukan waktunya berimajinasi Selina! Ayo bergegas!
Zhakira memimpin perjalanan di depan dan aku dibelakang nya. Kami menuruni lubang itu.
"Aaaakhhhhhh!!!" Teriakan Yorenza semakin membuatku ingin menolongnya. Ku mohon, Yore, kau dimana? Teriakan mu menyeruak keluar tapi wujudmu hilang.
"Yoreeee!!!" Lantas mau tak mau aku memanggilnya di tengah kelembaban lorong-lorong penjara bawah tanah.
"Selinaaa, aku disini!"
"Dimanaa? Tak nampak? Kau dimana ayolah! Aku ingin menolongmu tapi kau malah bersembunyi! Tidak lucu Yore!"
"A...aku sebenarnya tidak tahu, tapi aku merasakan aura mu dekat sekali Seli?"
"Aku juga merasakan hal yang sama Yore, tapi itu tidak memecahkan masalah kita!"
"Kau tahu kenapa ini bisa terjadi?" Suara yang tak asing itupun memotong pembicaraan kami, aku rasa itu suara sang ratu, "Karena dia bukan milik dunia ini! Dia telah dibuang dari sini! Sebuah kutukan bahwa makhluk ini menginjakan kakinya ke tanah Luxior."
Aku dan Zhakira tertegun, melihat apa yang sedang terjadi. Ratu meraih tongkat kebangsawanannya dan dari situ keluar cahaya putih, sungguh menyilaukan. Sesaat setelah cahaya-cahaya itu padam mucul sesosok yang aku kenal dihadapanku. Yorenza!
Tapi oh tidak, keadaannya tidak memungkinkan aku untuk berteriak girang melihat Yore, Yore begitu lemah tak berdaya, sayap-sayap nya diikat dan ia di letakkan di atas sebuah perapian kuno, aku tahu itu pasti panas sekali. Tangan-tangannya di borgol namun kakinya dibiarkan meronta. Sekujur tubuhnya penuh cabikan, aku rasa itu sebuah cambukkan. Dahi dan bibirnya memar bahkan terluka. Kaki kirinya lunglai, aku rasa ada tulang yang patah disana. Tapi ratu Luxior V tertawa 'puas' melihat keadaan Yore.
Apa salah Yorenza?
Apa maksudnya Yore itu kutukan, dan yang terbuang? Ku mohon, aku tak suka teka-teki.
Tanpa ku perintahkan, tiba-tiba saja sulur di bawah kakiku merayap ke arah perapian. Mereka mengibas-ngibaskan diri, berusaha mematikan api, dan berhasil! Kejadiannya begitu cepat, belum semenit sulur-sulur itu bergerak, mereka sudah berhasil melepas penderitaan yang membelenggu Yore detik tadi.
Yore mengepakkan sayapnya, deru angin terhembus dari arah sana—Aku tahu, sayap Yore memang kuat. Langsung saja Yore menyambar aku dan membawa ku terbang untuk melarikan diri.
"Selinaaaaa," Teriakan Zhakira membuat aku dan Yore terhenti.
Oh tidak aku rasa kami melupakan sesuatu.
Hayoo udh vote and share beloom?
KAMU SEDANG MEMBACA
Klandestin Mudita
FantasyInilah "kebahagiaanku" Tentang sebuah kebahagiaan tersembunyi yang aku dapati dengan usaha penuh bayang-bayang Bimbang, hancur, dan mati, bersama rasa ini. Sedang dunia terus berjalan melewati masa dan asa, duniaku, juga dunia mu. Membentuk sebuah p...
