“jarak bukanlah pemisah. Hanya sebagai jeda agar kita saling memperbaiki diri supaya kelak, kau pantas untukku dan ku pantas untukmu”
Semuanya telah selesai pertempuran kemarin malam telah usai, lagi-lagi Felix harus kehilangan temannya Radeva dan Petra.
Setelah pertempuran, Felix sering melamun, jarang makan, jarang untuk tidur, waktunya terbuang hanya dengan melamun. Agni melihatnya sangat tidak tega, tiba-tiba terbesit ide di pikiran Agni.
“Felix kau sedang apa?” sambil meletakkan secangkir teh hangat
“Minumlah, aku sudah membuatkanmu”
Dan lagi-lagi Felix hanya melirik teh itu dan kembali diam. Merasa di abaikan Agni kembali mencari ide agar bisa mencairkan suasana.
"Kau tak seharusnya seperti ini Felix, Radeva dan Petra akan bersedih di sana jika kau sampai sekarang belum juga mengikhlaskan mereka. Bukalah matamu Felix kau harus melanjutkan hidup ini, memang berat tapi aku yakin kau bisa melaluinya, kita bisa melalui ini semua Felix. Bukankah Radeva pernah berkata bahwa kita memang ditakdirkan untuk bersama ?"
Felix merasa tersentil hatinya akibat omongan yang Agni ucapkan. Tapi dia masih terdiam dan enggan mengucapkan sepatah kata. Akhirnya Felix beranjak dari tempat duduknya dan berdiri menuju istana meninggalkan Agni sendiri.
Melihat kejadian tersebut Agni berharap agar Felix segera mengikhalkan mereka dan melanjutkan hidupnya. Agni melihat Felix seperti mayat hidup berjalan. Setelah melihat punggung Felix menghilang Agni juga menuju ke dalam istana untuk menemui Vincent dan Electra.
“Hey…. Kalian sedang apa?” Agni melihat kedua adik Felix yang sedang asik bermain dengan seekor kuda
“Kita sedang belajar menunggang kuda kak” jawab Electra
Agni tersenyum dan berkata “kalian berlatihlah kakak akan melihat dari sini yaaa….”
Kedua adik Felix terlihat sangat senang namun berbanding terbalik dengan Felix yang kesehariannya hanya murung melamun dan kurang bersemangat. Agni sangat resah melihat Felix seperti itu dia sudah berusaha hingga berbicara hati ke hati namun Felix tetaplah Felix yang keras kepala.
Hari-haripun tetap sama Felix dengan melamunnya dan kedua adik Felix yang sudah mahir menunggang kuda. Hingga tiba-tiba Felix berlari menuju ke dalam Istana, dan menghampiri Agni.
“Agni maafkan aku, aku sadar selama ini aku sangat congkak tak mau mendengar ucapanmu maafkan aku Agni” sambil memegang kedua tangan Agni dengan bersuara lirih
“Syukurlah kau sadar akan berbuatanmuFelix, sekarang ayo makan kau butuh asupan yang cukup” Agni tersenyum melihat Felixnya kembali
Di sela-sela mereka makan, kedua adik Felix sibuk dengan perbincangan masalah kudanya, Electra merasa kudanya yang paling hebat, Vincent pun juga membanggakan kudanya yang sanagt cepar berlari dan dia adalah penunggang kuda terbaik. Felix melihat itu semua tersenyum dan ikut berceloteh.
Hingga akhirnya mereka selesai makan, kedua adik Felix kembali bermain kuda mereka. Agni dan Felix sudah lama tidak berbincang-bincang.
“Felix”
“Ahhh iya Agni?”
“Rencana kedepanmu bagaimana? Kau telah menyelesaikan misimu di zaman ini”
“Agni aku sudah memutuskan, beberapa hari belakang yang aku mendiamkanmu tak mengajakmu bicara aku berfikir dan berfikir bagaimana keputusanku dan akhirnya aku sudah memutuskannya?”
“Apa keputusanmu Felix?” Tanya Agni
“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Agni, karna kau telah di takdirkan untukku dan bersamaku” Felix tesenyum ke arah Agni
Agni tercengang dan kaget
KAMU SEDANG MEMBACA
My Time Travel [END]
ПриключенияManusia hidup sendiri di alam semesta ini?? "Not in here!!" UFO, Makhluk mitologi dan time traveler pun ada !! Di mulai dari penemuan seseorang yang mengakibatkan bencana di mana - mana, dan akhirnya generasi selanjutnya lah yang harus memperbaiki d...
![My Time Travel [END]](https://img.wattpad.com/cover/111991589-64-k830946.jpg)