01. Ketika Chanyeol Tidak Mencocol

7.5K 460 101
                                        








Malam itu anak-anak masih enggan terlelap, mereka malah sibuk rebutan Handphone ayah-nya dan bertengkar diatas tempat tidur. Chanyeol yang sedang bekerja memeriksa beberapa laporan mengenai perusahaan-pun hanya bisa menguap berkali-kali tanpa mempedulikan keributan yang dibuat anak-anaknya.

Chanyeol sangat mumet, liat gelas isi kopi aja kayak liat body Jennie. Liat gitar yang menggantung di dinding yang punya body, kayak liat pinggang Jennie. Liat belahan celengan Leo aja kayak liat belahan dada Jennie. Okey, Skip.. sampai sini Chanyeol langsung menyesap kopi hitamnya dan berbalik menuju anak-anaknya. Ngeri juga yaa bayangin belahan celengan Leo, pikir Chanyeol sambil tertawa kecil.

"Ayaaaah. Masa Leo gak mau gantian sih, daritadi dia streaming video klip-nya blackpink terus. Cherish kan ga suka!" gerutu Cheerish yang kini memanjangkan bibirnya, persis Jennie. Leo yang sudah kena adu Ayah pun Cuma bisa melengos dan menaruh handphone Chanyeol diatas kasur. Sementara Chan masih santai membaca tanpa menghiraukan perbuatan kedua adiknya.

Chanyeol menatap ketiga anaknya dan menarik selimut.

"Cherish nonton nya besok yaa... sekarang udah malem, Leo.. Chan juga, udahan baca bukunya" Chanyeol menarik buku dari tangan Chan dan menaruhnya asal di atas nakas.

Ketiga anak berusia 4 tahunan itu langsung membenahkan diri diatas tempat tidur, tentu saja tempat tidur Chanyeol dan Jennie yang kini kehilangan satu personil lengkap.

"Ayah... pengen telepon Bunda... semenit aja. Please?" pinta Leo yang sepertinya sudah sangat kangen akut pada Bundanya, Cherish juga terlihat memohon. Sementara Chan sudah mengerjap-ngerjapkan kedua matanya karena ngantuk.

Chanyeol mendesah pelan "Haaaaah... kan tadi Bunda ga angkat teleponnya. Besok pagi ya?"

"Aaaahhhh... please Ayah... Cherish kangennnn"

"Cherish ga bisa bobo kalo ga ada Bunda... hiks..."

Si bungsu malah menangis mendengar penolakan ayahnya, otomatis Chanyeol langsung kelabakan deh jadinya.

"Hayoloh ayah, Cherish nangis... haha" Leo malah masih bisa ketawa ngeliat adiknya menangis.

Chanyeol buru buru mengangkat tubuh kecil Cheerish kedalam gendongan dan mengambil serta handphone yang semula terabaikan diatas kasur. Chanyeol kemudian mendial nomor Jennie dan berharap si isteri mengangkatnya tanpa perlu menunggu lama.

Tuuut

Tuuuttt

Aplikasi video call itu masih menunggu koneksi dan respon, Cheerish masih terisak dalam pangkuan Chanyeol dan menggosok-gosok matanya.

"Udah dong sayang, jangan nangis lagi... nanti Ayah dimarahin bunda kamu nih"

"Huhuhu... Ayah nakal..." Cherish mencubit pipi Ayahnya pelan membuat Chanyeol tertawa jadinya.

"Hallo anak Bunda..."

Tiba tiba saja panggilan video call tersambung, layar handphone menampilkan wajah cantik Jennie yang semua orang rindukan. Mendengar itu sontak Cheerish menghentikan tangisannya dan melotot senang kearah Jennie.

"BUNDAAA!! KAK CHAN, KAK LEO... BUNDA TELPON!" teriak Cheerish girang memberitahukan saudara kembarnya.

Leo bangun dari pembaringan sementara Chan sepertinya sudah terlelap kealam mimpi dan tidak bisa diganggu lagi. kelihatan kan kalo Chan itu anak penurut, buktinya ketika Chanyeol menyuruhnya tidur anak itu langsung tidur.

Chanyeol langsung menurunkan Cherish keatas tempat tidur dan memegang handphone nya yang kini tersambung dengan Jennie. Chanyeol sendiri tidak punya kesempatan untuk memandang wajah isterinya, sebab Cherish dan Leo kini mendominasi layar.

MOMDAD DIARIES (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang