3. Anomaly

4.3K 528 156
                                        

Budayakan Vote •




Soogi kembali terbangun di ranjang pasien. Ia melihat area pergelangan tangannya, sudah tak ada lagi jarum infus disana.

"Eoh? Nona? Kau sudah bangun."

Seorang wanita berumur hampir empat puluhan mendekatinya dengan nampan berisi makanan.

"Ahjumma, kau siapa?" Tanya Soogi saat melihat wanita itu.

"Aku perawat di klinik ini, dokter Kim menyuruhku menyiapkan barang-barangmu. Kau sudah bisa pulang hari ini." Wanita itu tersenyum sembari meletakkan nampan di ranjang Soogi. "Makanlah."

Soogi membalas senyuman wanita itu lalu mulai menyendok sup dan nasi dari dalam mangkuk.

Gadis itu melirik ke nakas dan menemukan ponselnya disana.

"Ah! Handphone-ku!" Soogi tampak sumringah saat menyentuh benda itu.

Dan saat itu juga satu buah pesan masuk.

Dr.Kim
Bagaimana pagimu? Tidurmu nyenyak bukan? Dimanapun kau berada, saat perlu sesuatu hubungi aku.

"Apa maksudnya? Tck! Dia bahkan menyimpan kontaknya disini." Kesal Soogi lalu kembali menyendok makanannya, memasukkan sangat banyak sampai mulutnya penuh dan kesusahan untuk mengomel.

"Nona! Pakaianmu baru sudah siap, bajumu yang sobek sudah ku kemas."

"Pakaian baru? Maksudnya?"

"Dr.Kim menyuruhku untuk menyiapkan pakaian baru. Ia tak ingin kau pulang dengan pakaian sobek." Jelas wanita itu.

"Ah, ya. Terima kasih ahjumma." Soogi membungkuk sekilas.

Ia bergegas mengetikkan sesuatu di papan tombol ponselnya.

To : Dr.Kim
Terima kasih untuk bajunya. Tak usah repot, aku mungkin tidak akan menghubungimu lagi, Dokter.

Kesal, Soogi benar-benar tak mengerti dengan pria vampire itu. Sifat pria itu suka berubah-ubah layaknya bunglon. Sebentar baik sebentar kejam, bikin kepala Soogi pusing lah.

Membingungkan.

Sama seperti tadi malam, Soogi tak akan pernah bisa melupakan malam itu.

Malam yang menakutkan.

Tapi- apakah perawat ini tahu kalau Dr.Kim itu seorang vampire? Ah! Molla! Lebih baik aku cepat pergi dari tempat ini. Batin Soogi.




• Flash back •

"Let me introduce, myself."

CRAAAASSSS

"AAAAK!"

Soogi berteriak merasakan perih tak tertahankan di ceruk lehernya. Rasa sakit yang teramat nyata, Soogi membelalakkan matanya, benda runcing itu semakin masuk ke dalam, menembus kulit dan menyayat sedikit urat nadinya membuat darah mengucur dari sana.

"Nggghhmmm."

SRUUUPP

Taehyung mendesah kemudian menghisap pelan area itu.

Hanya sekali lalu Taehyung menyudahinya. Ia tersenyum, saat melihat luka itu menutup dengan sendirinya lalu mengecup lembut area itu.

TRIVIA : Love | KTHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang