21. Akibat berikutnya.

1.5K 279 22
                                        

"Kenapa kau berkata begitu Bakageyama." Hinata memukuli Kageyama tanpa henti karena dilanda rasa cemas.

Bugh.. bugh.. bugh..

" Hinata a pa yang kau la kukan??, Jangan pukuli aku" Kageyama terus menghindar pukulan beruntun dari Hinata.

Ughh...

"Sakit boge!" Kageyama masih menghindari pukulan beruntun Hinata. "Aku kan hanya berpendapat bukan yang lain." Kageyama berhasil menahan kedua tangan Hinata.

"Bisa kah kalian diam?" Itu bukan suara mereka berdua, Dan suara berasal dari sisi kanan mereka.

Kageyama dan Hinata secara bersamaan langsung melihat siapa yang berbicara.

Ternyata orang yang mereka bicarakan sedang di belakang mereka dengan pistol di kepala belakang hinata dan Kageyama.

"Ohhh tobiou" atsumu langsung menyimpan pistol miliknya. "Kenapa kau kesini? Bukannya Kalian seharusnya Ada didalam ruangan rapat sekarang? Dan siapa yang di sebelah mu?" Atsumu memperhatikan hinata mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki Dan  dari ujung kaki hingga ujung kepala, membuat Hinata menjadi sinis kepada Atsumu.

"Kau lupa atsumu? Bahwa aku pernah cerita kalau aku menjaga lelaki lucu di tahanan? Ini lah orangnya" osamu menunjuk Hinata.

"Benarkah??" Pandangan Atsumu menyipit seperti memperhatikan detail yang lain. "Kau benar dia sangat manis." Astumu langsung tersenyum ganteng saat itu aja membuat Hinata dan Kageyama bingung dengan sifat Atsumu.

"Jangan bilang kalian pergi meninggalkan gedung kepolisian agar terhindar dari sini?" Osamu tiba-tiba langsung melepar pertanyaan itu.

"Kenapa kau bilang begitu osamu San?" Ekspresi Kageyama langsung berubah saat di tuduh seperti itu, dia tidak senang dengan hal itu padahal dia juga terkena masalah sebelum ini.

"Sudahlah Kalian berdua, tobiou bisakah kau ceritakan kenapa kau bisa Ada disini bukannya didalam." Atsumu sebenarnya juga penasaran untung saja Kageyama tidak keberatan apa yang terjadi semalam dan kenapa dia bisa Ada diluar gedung bukan di dalam gedung kepolisian.

....

"Jadi begitu? Hebat mereka bisa memancing Black Team keluar dari markasnya." Kageyama hanya menganggukan kepala.

"Yap, mereka memang hebat." Kageyama tersenyum saat mengatakan itu.

"Yoshh mungkin saatnya kita beraksi." Atsumu merenggangkan badan.

"Apa maksudmu atsumu san?" Atsumu yang namanya dipanggil langsung menoleh ke arah orang bertanya dan ternyata Hinata.

"Chibi chan kau tidak tau Kita memasuki perlawanan akhir saat ini?" Hinata menggeleng, jujur Hinata saat ini tidak tahu apapun. Karena pikirannya masih memikirkan yang terjadi tadi pagi dimana Ushijima mendatanginya.

"Mungkin ini tugas terakhir kita" suara osamu terbawa angin, mereka mendengar tapi berusaha tegar.

"Baiklah, aku akan menjadi lawan mereka." Dengan semangat Hinata meninggalkan Kageyama menuju tempat persembunyian Penembak jitu twins yang diikuti osamu di belakangnya.

"Atsumu San!!" Kageyama dengan tampang seramnya memanggil atsumu membuat atsumu berdigik ngeri.
"Bisakah kalian pinjem Kan aku senjata kesayangan kalian?"

Sungguh di luar dugaan Atsumu karena sepanjang Atsumu melatih Kageyama dia Paling benci senjata tapi sekarang dia dengan sukarela menggendong senjata.

"Kau yakin tobiou? Jangan memaksakan dirimu."
Kageyama sebenarnya masih trauma dengan senjata tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk itu jadi.

"Aku sangat yakin."
Kata-kata yang keluar dari mulut Kageyama membuat Atsumu bersemangat.

"Yoshh.. sekarang menuju persembunyian." Atsumu menarik Kageyama supaya berlari agar mereka tidak ketahuan oleh anggota Black Team.

Kageyama melihat Hinata yang sedang tertawa bersama osamu saat pemilihan senjata.

Hinata yang merasa di perhatikan langsung melihat kearah Kageyama dan membawa salah satu senjata.

"Ini kan yang kau bilang Jevalin Bakageyama?" Hinata menyerahkan Jevalin itu kepada Kageyama.

"Untuk Apa senjata ini?" Kageyama bingung kenapa Kageyama diberikan senjata yang dapat menghancurkan satu Mobil.

Kageyama melihat kearah Atsumu dan Osamu tapi mereka mengangkat bahu yang menandakan tidak tahu apa alasan Hinata memberikan senjata yang dapat menghancurkan Mobil.

"Mereka menggunakan itu untuk menghancurkan gedung kepolisian Kan? Kita menggunakan itu untuk menghancurkan mereka semua. Kau sanggup Kageyama?"
Kageyama terkejut bukan main atas perkataan Hinata.

Atsumu dan Osamu Sama terkejut dengan Kageyama, karena mereka memakai itu pada saat latihan saja.

"Woii woii kau tidak salah chibi chan? Apa kau gila!!! Kageyama jangan pernah melakukannya, biar aku saja yang melakukannya." Osamu benar-benar khawatir dengan Kageyama sebab Senjata Jevalin yang membuatnya trauma dengan semua senjata.

"Jangan lakukan Tobiou, biar kami saja yang menggantikanmu. Oke?" Kageyama diam tidak bergerak, seperti manusia tak bernyawa. Tetapi pikirannya pergi ke Masa lalu dimana dia saat latihan dulu dan saat itu mereka latihan menggunakan Jevalin tetapi salah satu rekannya tidak bisa mengendalikan saat menembakan akhirnya misil salah sasaran dan mengenai Kageyama.

Semua Hal itu langsung berputar di kepala Kageyama sampai tidak sadar bahwa semua orang sudah mengkhawatirkannya.

"Kageyama sadarlah, jangan melamun. Maafkan aku sudah menyuruhmu melakukan sesuatu yang membuat mu trauma. Jadi kau tidak perlu....

"Aku akan melakukannya." Kageyama memotong pembicaraan Hinata yang sedang meminta maaf.

"Tidak perlu Kageyama." Hinata sekarang yang dilanda panik karena takut Kageyama akan memperparah traumanya.

"Tidak Hinata!!! Aku akan harus melakukannya agar aku tidak trauma kembali." Kageyama menatap wajah khawatir Hinata. "Percayalah padaku" Kageyama meyakinkan Hinata mau tidak mau Hinata mengizinkan Kageyama.

Kageyama tersenyum saat Hinata mengizinkan nya dengan semangat Kageyama meminta bantuan kepada Atsumu. "Atsumu san jelaskan apa rencana Kalian dan mohon bimbing aku saat aku latihan dulu."

Atsumu bingung ingin menolak tapi akan memperburuk Kageyama jika mengizinkan Kageyama yang akan merasa bersalah nantinya. Atsumu harus Apa??

"Baiklah aku akan membimbing mu."

***

"Apa rencana kalian?" Itu suara Kageyama yang masih dilanda Panik akan trauma.

"Sebenarnya gampang Kageyama, sekarang ini Kita hanya perlu melakukan membunuh atau dibunuh." Jelas osamu.

"Apa maksudnya?" Hinata jelas bingung, kenapa merek berkata seperti itu.

"Maksud dari perkataan Osamu san, jika Kita tidak mau terbunuh maka kita harus membunuh mereka terlebih dahulu." Kageyama berbicara tidak lagi menatap Hinata saat ini pandanganny ke arah Jevalin yang Ada di depannya.

***


Tembus 20 vote lanjut up

REVENGE [HAIKYUU]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang