Iatakutjikaibu akan mendatanginyadankembalimelemparnyakekasuruntukmenyuruhnyatertidurkembali.
Tapi, kinibukansosokibu yang datangkearahnya.
Ayah, diadatangmenujupintukamar Taehyung.
Tubuh Ayah memeluktubuh Taehyung kecil. Memberikanruangbernafasuntuk Taehyung setelahmendengarkanpertengkarannyadenganDara.
"Janganmenangis superman, ayokitamembelieskrim."
Ucapan itu selalu berdengung di telinga Taehyung. Bahkan disetiap mimpinya, ia selalu merasakan mimpi buruk itu menemuinya. Ralat, selalu menemuinya disepanjang malam dan-disetiap malamnya.
Suramnya kehidupan lalu itu masih terekam jelas di pikiran Taehyung. Bagaimana kesakitan serta perihnya takdir kembali menemukan jati dirinya ini.
Donghaemenggenggamerattangankecilitu.
Bahkan Taehyung kecildengansenangnyamenyebrangijalanbesaritu, sambilmenghitunggarisputihdi zebra cross.
Donghaememelukerattubuh Taehyung kecil, seakanmelindungi Taehyung dariapapun yang terjadi. Menjaditamenguntukputeraangkatnyaini, bila pun iamenaruhkannyawanya.
DarahdarikepalaDonghaemengucurmembasahitangan Taehyung kecil. Puteraitumenangiskencang. Mencobabangun, bermaksudmembangunkan sang superheronyaini.
Kejadianitu-
Donghaetidakpernahmembukamatanyakembali. Tidakmelihatkembali sang puterakesayangannyaini. Meninggalkantanpapamitdengan Taehyung sekalipun.
Insiden itu benar-benar segar didalam pikiran lelaki ini. Seakan baru terjadi semalam. Seperti masih tersegel di benaknya.
Sakit itu masih terasa. Air matanya yang berderai saat Donghae tidak membuka matanya lagi untuk selama-lamanya itu masih melekat dipipinya.
Deru angin malam yang dingin itu masih bisa ia rasakan. Dimana semua kenangan itu terputar kembali seperti kaset lama. Dan, membuat mimpi buruk itu menemuinya di sepanjang malam.
Rengkuhan sendu itu selalu terdengar dari mulut Taehyung. Mimpi buruk itu terlalu kejam, ia juga pernah takut.
Sosok yang tidak pernah tersenyum itu ternyata memiliki kenangan yang mengerikan. Masa lalunya begitu mencekam.