haeyoung :)

891 80 1
                                    

seperti biasa, haera selalu memakai masker wajah agar kulitnya tidak menghitam ketika terkena sinar matahari,

"kau itu sudah cantik walaupun tidak memakai masker wajah" ujar doyoung tiba tiba yang masuk ke dalam kamar mandi.

kemudian haera berbalik dan pergi meninggalkan doyoung sendirian di dalam kamar mandi. sesegera mungkin doyoung mengejar haera yang sekarang sedang duduk di kursi meja makan.

"kau ini, mengapa meninggalkanku sendirian?" tanya doyoung kepada haera yang sedang melahap panekuk buatannya.

haera hanya melihat doyoung sekilas, "aku sedang tidak ingin di ganggu" kata haera datar.

doyoung mengerucutkan bibirnya kedepan, "aku sedih jika melihatmu seperti ini.. tersenyumlah!" doyoung pun memperagakan senyum aegyo nya.

haera masih bermuka datar sambil memakan panekuk yang sudah setengah habis.

doyoung menarik kursi meja makan dan duduk di sebelah haera. kemudian ia mengelus pucuk kepala haera, "hey kau ini kenapa?" tanya doyoung heran, sangat heran.

tidak sampai lima detik, haera tiba tiba memeluk doyoung sangat erat, "aku takut kehilanganmu.." ujar haera sambil membenamkan wajahnya di dada doyoung.

"aku tidak akan meninggalkanmu, i promise you" doyoung mengecup kening haera dan kembali memeluknya.

●●●

jam 20.00

doyoung berniat mengajak haera untuk pergi makan malam bersamanya, dan itu juga tanpa sepengetahuan haera.

"haera, aku ingin pergi"

haera langsung menoleh ke arah doyoung, ia sedang asyik dengan buku sketch barunya pemberian doyoung, "ingin pergi kemana?" haera memposisikan dirinya yang tadinya tengkurap menjadi duduk.

"entah" jawab doyoung singkat.

"kau berjanji tidak akan pernah meninggalkanku, kan?" jawab haera memastikan dengan janji doyoung.

doyoung mengangguk cepat, "jadi kau ingin ikut atau tidak?" tawar doyoung kepada haera.

haera pun juga mengangguk dengan cepat. doyoung menggenggam tangan haera dan membawanya kedalam mobil.

selama 10 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai disebuah kafe ternama di kota seoul.

ya, mereka sudah kembali dari busan sejak seminggu yang lalu.

"kau ingin menemui siapa disini?" tanya haera dengan polos.

doyoung hanya tersenyum, "aku ingin menemui yeoja yang cantik dan manis" ujar doyoung yang berhasil membuat haera sedih.

"jadi kau kesini ingin menemui seorang yeoja? seharusnya aku tidak ikut bersamamu.." haera langsung menolehkan kepalanya ke luar jendela mobil.

doyoung mematikan mesin mobil dan membawa haera keluar dari mobil. dengan secepat kilat haera menepis tangan doyoung yang sedang memegang tangannya.

"aku tidak ingin ikut, lebih baik aku pulang sendirian!"

haera kemudian mendorong tubuh doyoung dan berlari meninggalkan doyoung. doyoung menyesal telah membuat haera sedih di hari bahagianya.

doyoung lari menghampiri haera yang belum terlalu jauh, "haera!" doyoung dengan sigap memeluk tubuh mungil haera.

"kau mau apa!?" tanya haera sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan sambil sesekali memberontak.

"jangan pergi, aku ingin mengajakmu ke dalam kafe itu!" ujar doyoung dengan nada sedikit tinggi.

haera menghiraukan perkataan doyoung, ia sangat sedih. yang haera lakukan saat ini hanya menutup wajahnya dan memberontak.

karena susah untuk diajak bicara, doyoung mengangkat haera ala bridal style.

"turunkan aku!" suruh haera kepada doyoung.

doyoung menggeleng dan melanjutkan kegiatan menggendong haera sampai kafe. semua orang tertuju kepada haera dan doyoung.

haera masih menutup wajahnya dengan kedua tangan. sampai haera di dudukkan oleh doyoung di sofa dekat jendela.

"kau kenapa, eoh?" tanya doyoung sambil mengelus pucuk kepala haera, tetapi haera malah menepisnya.

haera kemudian menutup wajahnya kembali, "aku benci kim doyoung!" seru haera agak sedikit teriak, sehingga pengunjung yang sedang duduk di sofa belakang menengok ke arah mereka berdua.

"shhtt kau ini memalukan saja!" bentak doyoung kepada haera.

haera menyingkirkan kedua tangannya dari wajahnya dan melihat mata doyoung dalam dalam, "kau sudah kuperhatikan beberapa hari, tingkah lakumu semakin hari semakin kasar. kau kenapa?" tanya haera.

"aku ingin kau peka haera!" doyoung tiba tiba memegang tangan haera dengan kencang karena gemas, haera sangat polos.

karena bingung, haera hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "maksudmu?" tanya haera dengan sangat polos.

"maukah kau jadi kekasihku?" ujar doyoung sambil mengeluarkan sebuah cincin berwarna perak, warna kesukaan haera.

haera hanya diam kaku tidak bergerak sama sekali, dia tidak tahu harus berbuat apa.

dan tiba tiba kepala haera mengangguk dengan sendirinya, "eh?" haera malah kaget sambil memegang kepalanya.

"kau pasti menerimaku" ucap doyoung sambil mencium kening haera.

BOSS ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang