***
Terhitung sudah dua bulan Jimin resmi kembali menyandang status sebagai istri sah dari Jeon Jungkook. Sedikit canggung awalnya. pasalnya mereka terpisah untuk waktu yang cukup lama, namun seiring berjalannya waktu Jimin mulai membiasakan diri. Menjalani harinya sebagai seorang istri juga ibu yang baik untuk kedua putrinya.
"Kookie, Taehyung tadi menelpon, katanya Yoongi hyung sudah melahirkan. Nanti kita ke sana, ya?" Jimin berkata lembut selagi tangannya dengan telaten menyimpul dasi di kerah baju sang suami.
"Eoh, benarkah?"
Jimin mengangguk kecil, senyumnya kian melebar. "Kita jenguk ya, Sama anak-anak?"
Jungkook tentu saja mengangguk. Mengiyakan ajakan sang istri asal itu membuat Jiminnya bahagia. "Iya, nanti setelah aku pulang kerja kita ke sana."
Tangannya dengan cepat menarik tengkuk Jimin untuk mendaratkan sebuah kecupan di bibir–setelah Jimin selesai dengan dasinya. Kemudian beralih meraih pinggang ramping Jimin, melingkarkan lengannya disana, membawa mereka berdua keluar–ke meja makan untuk sarapan, dimana kedua putrinya sudah menunggu.
Hening, hanya terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring kaca sebagai background. Jimin memang membiasakan anak-anaknya agar tidak ada yang bicara saat acara makan berlangsung, kecuali di saat-saat tertentu.
"Ibu akan menjemput kami 'kan?" Jihyun bertanya sambil mengalungkan tali tasnya di lengan.
"Iya, nanti Ibu jemput. Kalian jangan nakal di sekolah, mengerti?"
Jihyun dan Minji mengangguk serempak kemudian beralih mencium pipi Jimin bergantian sebelum masuk ke mobil.
"Aku pergi dulu, sayang." Jungkook pamit setelah sebelumnya meninggalkan satu kecupan singkat di bibir Jimin.
"Iya, hati-hati."
***
Sebagaimana yang sudah di janjikan Jungkook tadi pagi, mereka akan menjenguk Yoongi dan bayinya setelah pekerjaannya selesai.
"Ayah pulang." dia sedikit meninggikan intonasinya, mencoba mengundang perhatian penghuni rumah agar segera disambut.
Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Sang istri datang menyambutnya lengkap dengan senyum manis. "Selamat datang." Jimin membalas sapaannya seraya mengambil alih tas kerja juga jas suaminya yang sudah lenggang dari tubuh. Senyum Jungkook mengembang, inilah yang dia butuhkan. Satu kecupan di daratkannya di pelipis Jimin.
"Dimana anak-anak?"
Jimin menunjuk sofa dimana kedua putrinya sudah berpakaian rapih.
"Hallo Princess ayah." Jungkook kembali mendaratkan kecupan di pucuk kepala kedua putrinya bergantian.
"Ayah cepatlah mandi, Hyunie sama Minie mau lihat adik bayinya Mommy Yoon." Jihyun merengek setengah memerintah. Sedangkan Jungkook hanya mampu menggelengkan kepalanya. Sebegitu tak sabarannya 'kah mereka? Bahkan dia baru saja menginjakkan kakinya di rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny [END]
Fanfiction[Jikook-Kookmin] Seseorang mungkin bisa merubah nasibnya, tapi tidak dengan Takdirnya. Warn; ↪ Boyslove, Yaoi. ↪ Mpreg! ↪ Adult(+) ↪ Drama! P.s; tidak suka silahkan pergi!
![Destiny [END]](https://img.wattpad.com/cover/153871835-64-k43927.jpg)