Part 13: Datang Kembali

40 11 1
                                    

Cia.. gua update again.

Jan lupa VOTE + COMMENT💕
.
.
.
.
.
.

Pandangan Afi masih setia ke arah televisi yang sedang menayangkan sebuah berita hangat tentang para artis. Sampai lupa kalau dirinya sedang minum segelas susu panas, yang sekarang udah dingin saking lama tidak di minum.

"Afi, sayang." Ujar seseorang dari pintu utama, yang sangat familiar di telinga Afi saat kecil tapi sekarang sudah cukup asing bagi Afi.

Afi menoleh ke arah belakang dan mendapatkan seorang wanita paruh baya tapi wajah cantiknya masih terukir di wajahnya dan seorang laki laki paruh baya yang di belakangnya yang sangat tinggi dan tampan walaupun usianya sudah menduduki kepala empat.

"Ngapain pulang?" Tanya Afi. Yang entah hatinya, belum siap untuk melihat mereka berdua ada di sini.

"Loh, sayang kok ngomongnya gitu." Ujar Lady, nyokap Afi. Yang langsung jalan mendekati Afi seolah ingin memeluk Afi.

Tapi Afi menolaknya. "Afi tanya ngapain pulang." Ujar Afi dingin seraya berteriak.

"Afi, jaga sikap kamu." Tegas Brand, bokap Afi yang marah saat melihat tingkah laku anaknya yang berani meneriaki orang tuanya.

"Gimana mau jaga sikap, kalau orang tuanya aja ga pernah ngajarin sikap yang baik ke anaknya." Teriak Afi yang sangat kesal.

Lady hanya diam di posisinya, tidak habis pikir sifat Afi yang ramah, ceria, tertawa gembira saat dirinya hadir. Kini berbalik sangat berbalik dari itu semua.

"Ada berkas yang ketinggalan jadi pulang dulu? Atau lagi ada meeting di Indonesia?" Tanya Afi.

"AFI, AYAH BILANG JAGA SIKAP KAMU. INI ORANG TUA KAMU YANG BESARIN KAMU SAMPAI SEKARANG." Teriak Brand sangat tegas. Membuat semua pembantu dan penjaga di rumah yang sangat mewah ini langsung berkumpul di sumber suara.

Bukan untuk melihat aksi berantem antara Afi dan Brand tapi, untuk melindungi Afi kalau Brand menggunakan kekesaran. Karna hal ini sudah pernah terjadi.

"Bukannya Afi di besarin sama mbo ya? Emang kalian yang besarin Afi? Salah orang kali, Afi gk pernah di besarin sama kalian berdua." Jawab Afi lantang yang masih penuh keberanian.

Brand maju ke depan Afi dengan muka yang sangat merah, kesal, marah. "Apa? Ayah mau pukul Afi? Pukul aja. Ayah mau nampar Afi? Tampar aja. Tapi setelah itu Afi mohon. JANGAN PERNAH DATENG KE SINI LAGI ATAU NGINJEK KAKI DI RUMAH INI LAGI." Tegas Afi yang menatap ayahnya dengan wajah yang amat marahnya.

Lady menarik Brand agar tidak memulainya, Lady yang sekarang di basahi air mata yang terus mengalir.

"Dimana kakak mu sekarang, Afi?" Tanya Lady yang menatap Afi.

"Masih peduli sama ka Zura? Kirain udah lupa. Ouh iya kan mereka bukan orang tua Afi sama kak Zura lagi ngapain harus peduli." Monolog Afi dengan wajah kesal yang penuh kebencian.

Plakk

Satu tamparan berhasil mendarat di pipi Afi, Brand menamparnya sangat keras hingga pipi Afi merah.

Hampir semua pelayan ingin menolong Afi tapi, di tahan oleh Brand, begitupun dengan Lady yang ingin menolongnya.

Tetesan air mata keluar di mata Afi sangat deras, Afi mencoba menatap ayahnya, yang Afi tau menatapnya dengan penuh amarah yang sangat luar biasa.

"Ayo tampar lagi, kalau itu yang mau ayah lakuin ke Afi. Ayo Afi masih siap. Ayo." Ujar Afi seraya menatap Brand seraya menujukkan pipinya seolah olah masih bisa ditampar.

Brand hanya diam dan mencoba menurunkan emosinya.

"TAMPAR YAH, TAMPAR PIPI AFI MASIH KUAT TAMPAR AJA." Teriak Afi sangat keras.

THE SECRET LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang