Are You Hungry? #32

502 65 8
                                        








/bruk/



Minkyung menghempaskan tubuhnya di atas sofa ruang tengah--menghembuskan nafasnya dengan kasar

Otaknya dipenuhi dengan wajah Yebin. Ia menengadahkan kepala, dan menatap langit-langit dengan tatapan kosong

"Minkyung? Apa sudah dari tadi kamu pulang?"

Minkyung tidak ingin merespon apapun. Karena itu ia hanya diam dan menghembuskan nafas beratnya sekali lagi

"Minkyung?"

"..."

"yah, jawab ak-"

"kak, tolonglah. Aku tidak ingin bicara sekarang", ucapnya melirik sang kakak sekilas

Irene mengerti. Ia tidak berniat untuk bertanya lagi, dan memilih duduk disamping Minkyung. Irene meraih telapak tangan kanan Minkyung dan menggenggamnya

Beberapa menit berlalu, namun tetap tidak ada pembicaraan diantara keduanya. Seulgi yang melihat pemandangan itupun sama sekali tidak memiliki niat untuk mengusik

Tiba-tiba Minkyung mendekat dan menyandarkan kepalanya di bahu Irene

"ini akan sangat berat kak", bisiknya pelan. Irene masih bisa mendengar kalimat itu dengan sangat jelas. Ia tidak membalas, melainkan memeluk adik besarnya dan membuat posisi itu senyaman mungkin

***




Pagi hari menyambut dengan segera setelah Minkyung dan Yebin melewati malam yang melelahkan

Yebin masih terlelap dan meringkuk dalam pelukan hangat Minkyung, sedangkan Minkyung yang memang sudah terbangun lebih dulu tidak ingin membangunkan gadis mungilnya

Minkyung menatap lekat wajah Yebin yang tertutupi beberapa helai rambut, jemari panjang Minkyung mencoba menyingkirkannya

"ini akan sulit bagiku sayang", lirih Minkyung

Mendengar samar-samar suara Minkyung, Yebin mulai terbangun

"mmmhh...unnie?"

Perlahan, Yebin mendongak. Minkyung memberikan senyuman manis pagi harinya

"selamat pagi my Bunny", Minkyung mengecup kening Yebin

"selamat pagi juga my Giraffe", senyuman polos terulas di bibir Yebin

"apa aku membangunkanmu?", Yebin menggeleng

"aku harus segera mandi dan menyiapkanmu sarapan", ujar Yebin sambil mencolek ujung hidung mancung Minkyung

"sarapannya nanti saja", Minkyung mempererat pelukannya

"apa kamu tidak lapar?", Minkyung menggeleng

"lapar bisa menunggu, tapi tidak dengan rinduku", ucap Minkyung yang disertai dengan kecupan singkat pada bibir Yebin. Yebin memukul pelan bahu Minkyungnya

"masih terlalu pagi untuk menggombaliku"

"tidak. Aku bicara tentang fakta"

"dan faktanya, sekarang aku sudah lapar", Yebin mengusap perutnya di bawah selimut yang menutupi tubuh naked dirinya dan Minkyung

"apa kamu sungguh tidak lapar?", kali ini Yebin mengusap perut rata disertai sedikit bumbu sixpack milik Minkyung

"enngghh...j-jangan memancingku sayang", Minkyung menggenggam pergelangan tangan Yebin untuk menghentikan aksi jahil gadis mungilnya

Adore U [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang