[15+] Dua orang remaja yang memiliki jalan hidup berliku ini dipertemukan.
Seperti sudah menjadi takdir untuk Renjun, bahwa ia dikirimkan perempuan bernama Orlyn untuk menjaganya dan dijaganya.
Ketika Orlyn berhasil menjaganya untuk tetap hidup, a...
sepanjang jalan menuju sekolah, yang terdengar di telinga renjun hanyalah omelan orlyn. hal itu membuat renjun kesal. padahal, kalau orlyn tadi tidak cepat menarik lengannya, mungkin renjun sudah tidak ada di dunia ini. ya, renjun tahu kalau perbuatannya itu benar-benar salah. sebenarnya ia tidak ingin mengakhiri hidupnya, hanya saja sebagian dirinya sudah menyerah pada dunia.
tak terasa mereka berdua sudah sampai di depan gerbang sekolah, hingga terlihat motor beat pop milik orlyn disana.
“sore pak, makasi udah jagain motor saya ya, pak!” orlyn tersenyum ke arah satpam sekolahnya sembari menundukan kepalanya.
orlyn sudah menaiki motornya, tak lupa ia juga memakai helmnya. ia mulai menghidupkan mesin motornya.
“cepetan naik!” titahnya ke renjun.
lantas renjun menggelengkan kepala ke arahnya, ia tidak mau kalau harus di bonceng seorang cewek yang baru saja menggagalkan rencana bunuh dirinya. lagi pula, masa cowok di bonceng cewek? malu lah.
“gue gak mau naik motor lo.” tolaknya mentah-mentah.
tidak tahu diri.
“rese banget sih manusia! cepet naik, gak usah gengsi gara-gara gue boncengin deh! lagian gue juga gak mau bonceng lo kalo gak liat lo mau lom―
“iya-iya gue naik.”
orlyn tersenyum menang.
sepanjang perjalanan, hanya ada suara renjun yang menunjukan arah jalan ke rumahnya. soal berterima kasih, renjun masih bimbang harus mengucapkan itu atau enggak ke orlyn. ia rasa hidupnya sudah berantakan, jadi, lihat nanti kehidupannya seperti apa setelah ini. apa ia harus berterima kasih atau tidak, itu menjadi urusan nanti.
orlyn menepikan motornya di salah satu rumah bercat putih. ia turun setelah memarkirkan motornya, begitupun renjun yang sudah berada di sampingnya. orlyn menatap heran ke arah renjun yang belum juga masuk ke rumahnya, akhirnya ia menyeret tangan renjun, lalu menekan beberapa kali bel rumah renjun.
“PERMISI OM, TANTE! ANAKNYA PULANG NIH, TADI DIA HAMPIR MAU BUN―
“bisa gak sih lo gak teriak?”
orlyn tak menghiraukan renjun, ia malah terus-terusan menekan bel rumah renjun sembari terus mengucapkan kata permisi. cukup lama tidak ada yang membuka pintu rumah renjun, membuat orlyn kesal sendiri.
“bel pintunya rusak nih, sama persis kayak kelakuan lo sama nancy!”
renjun berdecih mendengar ocehan orlyn. sok tahu, pikirnya.
“di rumah lagi gak ada orang, bukan bel pintu rumah gue yang rusak!” renjun mendorong kening orlyn dengan jari telunjuknya.
melihat orlyn yang seperti itu, renjun semakin yakin kalau 89% cewek itu memang cerewet dan berisik.
“udah sana pulang, gue mau masuk ke rumah.” dengan tidak tahu dirinya renjun menyuruh orlyn pulang.
tapi, hati orlyn menjadi tidak tenang, ia takut kalau renjun melakukan hal yang membahayakan dirinya lagi seperti tadi. belum lagi, rumahnya sedang tidak ada siapa-siapa.
dengan mantap, orlyn menggeleng ke arah renjun.
“pokonya gue disini sampe nyokap bokap lo pulang!”
to be continued.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
aku baru tau kalo foto aslinya ternyata orang yg kujadiin visualnya orlyn ↓
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.