three

2K 365 83
                                        

“heh! lo itu gak pantes ya sekolah disini! seragam udah lusuh, warna sepatu udah gak jelas, lo gak mampu beli? huh?!

bahu perempuan itu terdorong ke belakang oleh perempuan yang berdiri di hadapannya. ia tak perduli dengan hinaan perempuan itu. bahkan, kedua telinganya pun tersumpal earphone. jadi ia hanya mendengar beberapa kata saja, itupun tidak terlalu jelas terdengar.

“orlyn, lo denger gue gak sih?!” perempuan itu mencengkram bahu milik orlyn―perempuan yang menjadi korban bullyannya hari ini.

orlyn meringis saat cengkraman dari perempuan dihadapannya itu semakin mengencang. ia mencabut salah satu earphonenya.

“berisik lo, dengan adanya gue di sekolah ini pun gak bikin lo mati. repot banget jadi makhluk hidup.”

tepat sasaran. nancy, orang yang dari tadi menghinanya itu di buat diam dan menganga. masalahnya, tidak ada yang pernah berani menyahutinya sampai saat ini. ini cukup menjadi berita hangat untuk hari ini di SMA Cakrawala.

orlyn melenggang pergi setelah cukup lama nancy terhenyak dengan ucapannya. benar-benar bodoh, pikir orlyn. orlyn berharap akan terus ada yang menyahuti racauan tidak penting nancy untuk murid golongan kurang mampu sepertinya.

langkahnya terhenti saat melihat kantin. rasanya haus juga saat mendengar ocehan nancy tadi.

pop ice permen karetnya satu ya, bu!”

setelah cukup lama menunggu, minuman yang dipesannya kini sudah ada digenggamannya. dengan segera orlyn pergi ke salah satu tempat duduk yang masih kosong. sialnya, hanya ada satu tempat duduk yang kosong dan di meja itu sudah terisi oleh tiga siswa.

untuk saat ini aja, buang gengsi lo jauh-jauh lyn!

orlyn menghela nafasnya hingga akhirnya duduk di sebelah laki-laki itu. hal ini membuat penghuni kantin memfokuskan atensinya ke meja yang orlyn tempati.

“gue ikut duduk, meja lain udah pada penuh.” ucapan orlyn di angguki laki-laki disebelahnya.

orlyn merogoh saku bajunya dan mengambil ponselnya. ia mencabut earphone yang tersambung ke ponselnya, kemudian menaruh ponselnya di atas meja.

“cabut aja lah. yuk ren, chan!”

tak berlangsung lama, ketiga laki-laki itu bangkit dari duduknya. orlyn hanya menggelengkan kepalanya melihat ketiga laki-laki itu, yang sebelumnya dua orang didepannya itu hanya memperhatikan teman mereka yang duduk disebelah orlyn yang mengaduk makanannya tanpa menyentuhnya hingga akhirnya mereka semua pergi. terlihat suram. mungkin mereka lagi ada masalah, begitu pikir orlyn.

minuman punya orlyn kini sudah habis. ia segera mengambil ponselnya yang tergeletak, tapi tunggu―

“lah, bukan handphone gue nih!”

to be continued.

to be continued

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

illeana orlyn

RetakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang