Chapter 4 : Younger Brother
[ A U T H O R ]
Jaehyun turun dari mobil setelah tiba di Bandara. Dengan stelan serba hitam, membuatnya malah semakin terpesona. Di tambah kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, membuat para wanita di Bandara itu tak berpaling darinya.
Jaehyun mengedarkan pandangannya, dan disana ia menemukan seorang pria manis yang sedang berdiri dengan wajah masamnya, kedua tangan di lipat di dada dan bibir yang maju kedepan.
Jaehyun segera berjalan kesana dan mengambil koper pria manis itu, menggeretnya tanpa memperdulikan tatapan kesal sang pria manis.
"YA! Jaehyun bodoh. Kenapa kau lama sekali eoh?" Jaehyun hanya diam dan tak memperdulikan pria manis itu, ia tetap berjalan menuju mobilnya sambil menggeret koper.
Dengan kesal, pria manis itu mengikuti Jaehyun. Masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil dengan kencang, membuat Jaehyun sedikit tersentak, namun ia hanya bisa diam dan menghembuskan nafas pelan.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Awalnya suasana mobil menjadi sangat mencekam, karena tak ada satu pun yang memulai percakapan.
"Maafkan aku."
Pria manis yang berada di sebelah Jaehyun mengernyitkan alisnya, fokusnya beralih dari ponselnya menjadi ke Jaehyun. Dengan penasaran pria manis itu mendekat dan menatap wajah Jaehyun dari jarak yang sangat dekat, membuat pria tampan itu risih dan mendorong dahi si pria manis menggunakan telunjuknya.
"Kau, meminta, maaf?" Ucap pria manis itu terbata dan dengan wajah tak percayanya.
"Jangan berlebihan Haechan." Jaehyun menghela nafas lagi dan menatap keluar jendela.
"Oh My God Jae. Apa saja yang kau lakukan saat aku di Jerman? Apakah selama 7 tahun ini kau selalu pergi ke gereja?" Ucap Haechan.
"Cih,,, mana sudi aku menginjakkan kaki ke tempat itu." Ucap Jaehyun, Haechan mengangguk paham.
"Ya, lagi pula iblis sepertimu mana bisa masuk ke tempat suci itu." Ucap Haechan dengan asal. Jaehyun menatap Haechan.
"Dasar kurang ajar." Jaehyun mendengus kasar, sedangkan Haechan tak perduli dan lebih memilih kembali fokus pada ponselnya.
[ H A E ]
Aku tersenyum membaca pesan dari teman-temanku yang ada di Jerman. Selama 7 tahun di sana, bukan hal yang sulit bagiku untuk memiliki banyak teman.
Dan setelah 7 tahun, akhirnya aku kembali ke Korea, rasanya sangat menyenangkan. Seperti terbebas dari penjara, aku tak perlu belajar lagi, tak perlu bertemu dengan wajah tua dosen. Hhh,,, sangat menyenangkan.
Setibanya di rumah, aku langsung keluar dari mobil dan berlari menuju halaman rumah milik Jaehyun yang sangat luas. Ku hirup kuat-kuat udara segar Korea yang sudah lama tak ku rasakan. Dengan senyuman lebar, aku masuk ke dalam rumah, menyusul Jaehyun yang sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah mewahnya itu.
Aku dengan semangat menidurkan tubuhku di atas sofa empuk yang sangat menggoda, ku pejamkan mataku bermaksud untuk menyelami alam mimpi.
"Pergilah mandi, jika di Jerman, tidak mandi selama 7 hari pun tak masalah, tapi ini di rumahku, kau harus bersih dan di larang bau."
Ku buka mataku dan menatap sengit pada Jaehyun yang sudah duduk dengan santai di sebrangku. Sekaleng bir bertengger manis di tangan kirinya, dan tangan lainnya memegang sebatang rokok yang menyala.
Aku mendengus melihatnya, karena demi apapun, dia terlihat sangat keren saat seperti itu, hal yang sangat ku benci, karena tanpa sadar aku akan memuji dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
New Boss! Dark World! [END]
FantasiSeorang Boss Mafia yang arogan dan kejam, bahkan ketua Yakuza saja bertekuk lutut di hadapannya. Angkuh. Dingin. Kasar. Kejam. Sadis. Semua kata-kata kasar dan umpatan sangat cocok untuk-nya. Berkali-kali membuat masalah, namun tak ada satupun yang...
![New Boss! Dark World! [END]](https://img.wattpad.com/cover/151468806-64-k35342.jpg)