Chapter 6 : The Beginning Of The Riots
[ A U T H O R ]
Jaehyun duduk dengan diam, memperhatikan seseorang yang sedang tidur dengan nyenyak di atas kasur empuknya. Tangan Jaehyun memangku dagunya, matanya tak lepas dari wajah teduh dengan mata terpejam itu.
Sampai pagi menjelang, Jaehyun masih setia memandangi Taeyong yang mulai gelisah karena sinar matahari menggodanya untuk segera bangun.
"Eunghhhh..." Terdengar erangan dari Taeyong, mengusap pelan kedua matanya dan perlahan mendudukan dirinya.
"ASTAGA!" Taeyong terkaget saat melihat Jaehyun duduk tak jauh darinnya dan sedang memperhatikannya.
"A-apa yang kau lakukan?" Tanya Taeyong heran.
"Berusaha menjadi orang pertama yang kau lihat saat kau bangun tidur." Ucap Jaehyun dengan wajah datarnya.
Taeyong yang mendengar itu mengedipkan matanya berulang kali. Menghela nafas kuat dan memutar bola matanya malas.
"Dasar orang tua." Gumamnya dan beranjak pergi ke kamar mandi.
Selesai mandi, Taeyong keluar dari kamar mandi dengan sesekali mengusap rambutnya yang masih basah.
"ASTAGA JAEHYUN!?" Taeyong kembali terkaget saat Jaehyun berdiri tepat di depan pintu kamar mandinya.
"YAK... MENYINGKIRLAH, KAU MAU MEMBUATKU MATI MUDA EOH?" Kesal Taeyong dan mendorong kuat tubuh Jaehyun, dengan kesal pria cantik itu pergi ke lemari pakaiannya.
"Aku sudah siapkan baju untukmu." Ucap Jaehyun menghentikan pergerakan Taeyong. Dengan kesal Taeyong menatap Jaehyun.
"Apa soal baju pun harus kau yang atur?" Tanya Taeyong sarkas.
"Tidak. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." Taeyong menatap Jaehyun tak percaya.
"Benarkah?" Tanya Taeyong berjalan mendekati Jaehyun.
"Eum." Taeyong tersenyum senang melihat anggukan kepala Jaehyun.
"Cepat pakai bajumu, sebelum kesabaranku habis." Ucap Jaehyun lagi. Taeyong bingung apa maksud Jaehyun, sampai ia memperhatikan dirinya yang hanya mengenakan bathrobe yang memperlihatkan pahanya dan dadanya. Dengan cepat Taeyong mendorong Jaehyun untuk keluar dari kamarnya.
"Hhh,,, hampir saja."
[ T A E ]
Aku hanya diam saat di perjalanan. Tak ada niat untuk berbicara sedikitpun. Aku kesal!
Aku pikir kami akan pergi ke taman bermain atau sejenisnya. Tapi Jaehyun bilang ia akan menghadiri pesta rekannya. Hhh,,, pesta orang-orang kaya itu sangat membosankan.
"Arghhh,,, aku mau pulang." Jaehyun hanya menatapku sekilas kemudian sibuk menatap ke luar jendela lagi. "Tuan Jang, ayo kita pulang." Ucapku pada supir pribadi Jaehyun itu.
"M-maaf Tuan, t-tapi saya tidak bisa." Ucap Tuan Jang dan aku melihat Jaehyun tersenyum kecil.
"Kau menyebalkan." Aku menarik kuat rambut Jaehyun. Tapi ia hanya diam dan menatapku dengan datar.
Aku yang mendapat reaksi seperti itu pun langsung kehilangan keberanianku. Dengan cepat ku rapihkan kembali rambutnya.
Dejavu.
Ku rapihkan rambut Jaehyun yang basah karena terkena air hujan itu. Hujan tiba-tiba saja turun, untung saja kami mendapatkan tempat berteduh.
Ku usapkan tanganku ke pipinya. Bermaksud membuatnya merasa hangat, tapi ia malah menarikku ke pelukannya dan memelukku dengan sangat erat.
"Aku pasti akan merindukanmu."
KAMU SEDANG MEMBACA
New Boss! Dark World! [END]
FantasiaSeorang Boss Mafia yang arogan dan kejam, bahkan ketua Yakuza saja bertekuk lutut di hadapannya. Angkuh. Dingin. Kasar. Kejam. Sadis. Semua kata-kata kasar dan umpatan sangat cocok untuk-nya. Berkali-kali membuat masalah, namun tak ada satupun yang...
![New Boss! Dark World! [END]](https://img.wattpad.com/cover/151468806-64-k35342.jpg)