Chapter 10 : Old Friend
[ A U T H O R ]
Jaehyun baru saja pulang ke rumah saat jam menunjukkan pukul 2 malam. Tak ada yang menyambutnya, hanya suara dentingan jam dan sapuan angin yang di terimanya saat menginjakkan kaki ke dalam rumah mewahnya.
Setelah melepaskan longcoatnya, Jaehyun duduk di sofa, menyilangkan kakinya dan menyalakan sebatang rokok.
Brakkk
Jaehyun tersentak saat mendengar suara rusuh dari jendela kaca di belakangnya. Seperti singa yang tak takut akan apapun, setelah mematikan rokoknya dan membuangnya ke asbak, Jaehyun berjalan menghampiri jendela itu dan menyibak tirainya.
Suasana taman belakang yang gelap gulita terlihat sedikit menyeramkan, tapi Jaehyun biasa saja dan menganati taman dengan mata setajam pisau miliknya.
Drap
Drap
Drap
Jaehyun terdiam saat mendengar suara langkah kaki seseorang dari arah belakangnya. Sangat pelan, tapi telinga tajamnya dengan mudah menangkap suara itu.
Perlahan Jaehyun meraihkan tangannya ke saku celananya, mengambil pistolnya dan berbalik dengan cepat.
Saat mengarahkan pistolnya ke arah orang itu, orang itu juga sudah ikut mengarahkan pistolnya ke arah Jaehyun.
Jaehyun menghela nafas pelan dan menatap muak pada orang di depannya.
"Turunkan pistolmu." Ucap Jaehyun dengan wajah datarnya.
"Haha? Lalu apa? Membiarkanmu menembak kepalaku dengan mudah?" Ucap orang di depannya dengan sarkas.
Dengan tatapan malasnya, Jaehyun mencampakkan pistolnya dan mengangkat tangan seolah dialah orang yang kalah.
"Nah, begitukan lebih baik. Sesekali mengalah pada temanmu tak masalah kan Jae."
[ J A E ]
Aku hanya diam mendengar ocehan tak penting dari teman bodohku itu.
Choi Minho.
Pria brengsek yang belakangan hari selalu mengirim kotak berisi benda-benda laknat dan mengancam akan merebut Taeyong dariku.
"Hahaha, jangan menyambutku dengan wajah begitu Jae." Aku hanya diam mendengar ucapannya dan berjalan mendekat padanya. Kemudian memeluk tubuhnya dan menepuk pundaknya pelan.
"Selamat datang kembali di Korea bajingan." Bisikku di telinganya dan ia terkekeh pelan.
"Ya, terimakasih bangsat." Aku pun sedikit terkekeh mendengar ucapannya.
Ku lepaskan pelukan kami dan menatapnya dalam diam. Alis tebalnya menukik sebelah dan secara tiba-tiba...
"Batu, gunting, kertas..."
Aku yang tak siap pun langsung membuat tanganku menjadi seperti batu, dan dia membuat tangannya seperti kertas.
Dorrr
Brengsek.
Kakiku terasa sedikit perih saat sebuah peluru menembus sepatu mahalku. Sedangkan pria bajingan di depanku itu terkekeh sambil memegangi perutnya.
"FUCK!"
Bughh
Ku tendang perutnya dan membuat ia tersungkur. Masih dengan tawanya, ia mengangkat tangan seakan menyerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
New Boss! Dark World! [END]
FantasySeorang Boss Mafia yang arogan dan kejam, bahkan ketua Yakuza saja bertekuk lutut di hadapannya. Angkuh. Dingin. Kasar. Kejam. Sadis. Semua kata-kata kasar dan umpatan sangat cocok untuk-nya. Berkali-kali membuat masalah, namun tak ada satupun yang...
![New Boss! Dark World! [END]](https://img.wattpad.com/cover/151468806-64-k35342.jpg)