Pt. 20

4.1K 415 7
                                        

Jimin langsung meluncur menuju rumah sakit tempat Hyejin dirawat setelah mendapatkan info dari pihak sekolah Hyejin.

Sedangkan Hyejin sudah melakukan beberapa operasi setelah mengalami kecelakaan. Tapi kondisinya yang masih kritis mengharuskan ia untuk dirawat di dalam ruang ICU dengan beberapa alat medis yang menempel ditubuhnya.

Untuk sementara ini, hanya kedua orangtua Hyejin yang diperbolehkan untuk memasuki ruangan.

Sedangkan yang lainnya hanya diperbolehlan sampai batas ruangan yang sudah ditentukan dan melihat keadaan Hyejin dari balik kaca pembatas.

Sesampai dirumah sakit, Jimin langsung menuju ruangan ICU. Bisa ia lihat didepan ruangan ada kedua orangtua Hyejin yang sedang berbicara dengan seorang dokter.

"Hiks... hiks.."

"Kami akan mencoba sebisa mungkin"

Ny. Hyesun terus menangis sambil dirangkul oleh sang suami sampai seorang pria muda datang menghampirinya.

"Annyeong haseyo.. eommanim.. appanim"

"Kau siapa?" Sahut Tn. Jinsoo

"Aku.. aku teman dekat putri kalian, namaku Park Jimin.. apa Hyejin baik-baik saja?"

"Dia masih belum sadar.. apa kau ingin melihatnya?"

Tanpa ragu, Jimin menganggukkan kepalanya.

Lalu di dampingi seorang perawat yang khusus untuk menjaga kondisi Hyejin, ia memasuki ruangan.

SRT !

Pintu ICU tempat Hyejin pun terbuka dan suara dari alat medis pendeteksi detak jantung pun langsung menyambutnya.

Ia terdiam dan terpaku ditempat saat melihat wanita yang ia sayangi berbaring lemah tak berdaya diatas ranjang rumah sakit.

Perlahan ia mencoba melangkah mendekati Hyejin dengan jantung yang berdebar kencang.

Semakin dekat, semakin jelas pula ia melihat Hyejin yang tidak tak seperti Hyejin yang ia kenal. Tubuhnya tertutupi selimut tebal sampai sebatas leher, ditambah dokter memasangkan masker oksigen yang berukuran cukup besar.

Air mata Jimin pun mengalir membasahi pipi kirinya.

"Hyejin-ah"

Ia meraih tangan Hyejin yang dingin lalu menggenggamnya erat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ia meraih tangan Hyejin yang dingin lalu menggenggamnya erat.

"Hyejin-ah.. aku disini.. Chimmie oppa ada disini.. kumohon sadarlah.." batin Jimin.

Sedangkan dari balik kaca pembatas, kedua orangtua Hyejin memperhatikan Jimin yang terus memandangi putrinya sambil menggenggam tangannya.














3 jam kemudian

Jimin masih enggan pergi dari ruangan dan terus menjaga wanita yang ia sayangi itu. Sampai Tn. Jinsoo pun masuk kedalam ruangan.

My Beautiful Roommate [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang