Kepercayaan itu ibarat kertas
Sekali kau remas,,
Ia takkan utuh seperti semula
Dan itulah kepercayaan ku terhadap Na Jaemin sekarang,aku akan berusaha tetap percaya padanya,tapi itu hanya sekedar kewaspadaan,bila nanti yang aku lihat paktanya kebohongan.
Aku akan egois,jika menyangkut dengan jaemin,aku tidak ingin berbagi,karna aku ingin memilikinya utuh.
Tapi,bila saat nanti dia tidak memilihku,aku akan tetap bersamanya,walau aku tidak ingin berbagi,tapi ego ku itu terkalahkan dengan perasaan ku.
Biarkanlah aku yang tersakiti olehnya,karna aku yang memilih setia/tetap bersamanya.
Salahkanlah hati yang bodoh ini,untuk tetap mencintainya.
***
Di sini gue nenangin pikiran,di sungai han,yang selalu membuat perasaan gue tenang,tanpa ada ke bisingan.
Seketika lamunan dira pudar,saat ada orang yang menepuk pundaknya dari belakang.
"Dira?" tanya Mark.
"Eh,mark? Lo ngapain di sini hiks..?" tanya dira,saat mendapati mark yang menatapnya dengan tatapan seperti bertanya 'kenapa?'.
"Gue disini,lagi dangdutan ra,ya enggak lah!,gue lagi cari angin" receh mark garing.
Dira menghapus cairan bening yang terus terjun dari matanya,dan berusaha menahannya.
"Kalau lo mau nangis,jangan di tahan,malah nantinya jadi gak terkedalkan,gue tau kok alasan lo nangis" sungut mark,dengan tatapan yang membuat dira merasa menyedihkan.
"Mark hiks.. Mark..." ya benar,saat itu juga tangisan dira pecah.
Mark duduk di samping dira,dan berusaha menenangkannya,tapi mark tak tau harus berbuat apa saat menenangkan yeoja yang sedang menangis.
"Apa gue harus nenangin dira dengan cara meluk dia? Kayak yang di drama drama waktu si hana tonton?" tanya mark dalam hati,yang tidak bisa dira dengar.
"Meskipun jaemin itu adalah temen gue,tapi gue tahu bahwa jaemin itu gak bener bener sayang sama lo,maaf sebelumnya,gue bukan mau ikut campur urusan lo,tapi gue gak mau lo sakit hati sama temen gue sendiri" jelas mark,sebenarnya mark itu adalah terbilang cowok yang tak peduli sama cewek,tapi bagi mark, Dira itu cewek yang...
"Apa lo tahu seberapa sakitnya hati gue saat jaemin hianatin gue? Hiks..?" tanya dira dengan suara paraunya,yang membuat mark merasakan sakit.
"Ra... Gue tahu lo bener bener cinta dan sayang sama jaemin,tapi lo juga harus tahu bahwa cinta lo itu cuman di anggap sebagai cinta seorang adik. Gak lebih" sungut mark,dengan jujur.
"Hah!" hati dira serasa di tusuk oleh pedang goblin,dan membuat dira semakin sakit.
"Iya,lo gak perlu tau gue tau dari mana,tapi gue berkata jujur kok" jelas mark,yang membuat dira hanya bungkam,dan menatap kosong ke depan.
"emm.. Ra boleh gak gue nenangin lo?" tanya mark dengan tatapan bertanyanya,yang langsung di angguki oleh dira.
Dan saat itu pun mark memeluk dira,dan menepuk nepuk punggung dira dengan lembut.
Dira yang di perlakukan seperti itu,tentu saja terkejut,tapi tidak di pungkiri bahwa dira juga membalas pelukan mark.
Di saat ke adaan dira yang seperti ini,dira sangat membutuhkan seseorang di sisinya.
Ekhmm!
Seketika dira dan mark pun melepaskan pelukan mereka dan melihat siapa yang berdehem.
"Hai mark" sapa jennie,dengan senyuman gaibnya,yang langsung di beri tatapan jijik oleh mark.
KAMU SEDANG MEMBACA
Still Bangsat
Fiksi PenggemarTugasku hanya untuk menarikmu dari dunia malam,dan menjadikanmu anak yang baik. Itu saja tidak lebih!! Cas:NaJaemin
