"Tak ada yang lebih indah dari suara gemercik air hujan di kala sore, selain sepatah kata dari bibirnya yang mengundang sejuta rindu."
----------------------
Kean bukanlah perkara main-main.
Ia sudah gila.
Hari ini tepat 7 hari dia menghilang dari sekolah dan juga dari pandangan Kalea. Tidak ada lagi kebetulan-kebetulan yang berhasil mempertemukan mereka setiap harinya. Laki-laki menyebalkan itu benar-benar lenyap dari peradaban.
DRRRRTTT
Kalea merasakan handphonenya yang berada dalam saku roknya bergetar. Ia segera memencet tombol hijau untuk menjawab panggilan tersebut.
"Halo."
"Halo, apa kabar kamu neng geulis?" Sudut bibir Kalea terangkat begitu suara tak asing itu terdengar dari ujung teleponnya.
Perasaannya mulai menghangat. Ia senang, bahkan sangat senang diperlakukan hangat oleh ibu dari laki-laki yang teramat disayanginya.
"Eh, baik tante. Tante sendiri gimana kabarnya?" jawabnya tak kalah hangat.
"Sangat sae atuh. Sehat wal afiat." Jawab tante Sophia masih dengan logat sunda bercampur dengan Bahasa Indonesia. "-ari kamu poe minggu teh ada acara teu?"
Kalea mengingat-ingat jadwal kegiatannya di hari minggu nanti. "Kosong, tan. Memang ada apa ya?"
"Nah pas pisan. Mau ikut tante jenguk si Lian teu? Kita bikin surprise yu."
Belum apa-apa detak jantung Kalea langsung berpacu dengan sangat kencang. "Boleh, tan."
"Hm, sayang, tapi karena memang bukan jadwal libur Lian, jadi kita cuma bisa ketemu selama satu jam palingan."
"Gak papa kok, tan.".
Gak papa banget malah.
"Ya udah sampai bertemu hari minggu nanti ya, sayang."
Panggilan berakhir.
Dan Kalea tidak dapat menahan perasaan membuncah di dada.
Seandainya saat ini ia tidak sedang berada di kelas, demi awan cumulonimbus yang menjulang tinggi, ia bersumpah ingin berteriak sekeras mungkin hingga beruang kutub di antartika dapat mendengar suaranya.
"LEA!" Pekik Chiara secara tiba-tiba.
Kalea langsung membelalakkan mata saking terkejutnya. Dia langsung memasang wajah sedatar mungkin, menyembunyikan dentuman jantungnya yang menghujam.
"Kamu-hoh" Chiara tidak langsung melanjutkan perkataannya. Ia masih sibuk mengatur napas usai berlarian entah dari mana. "-kamu udah buat heboh satu sekolah."
Kalea mendelikkan sebelah alisnya. "Maksudnya?"
"Kamu dan Keanu." seru Chiara cepat.
Kalea memasang wajah seriusnya. "Ada apa?"
Valerie yang baru kelihatan batang hidungnya langsung menyambar tanpa diminta. "Astaga, Chiara larimu cepat sekali. Mentang-mentang kamu juara lari estafet di RTmu."
Namun ucapan Valerie tidak digubris oleh Chiara.
"Ini, kamu jadi model koleksi terbarunya Blaceno bersama Keanu?" Entah ucapan Chiara ini lebih terdengar seperti sebuah pernyataan daripada pertanyaan.
Kalea menganggukkan kepalanya acuh-tak-acuh.
"BAGAIMANA BISA?"
Chiara naik ke atas meja. "Kamu tahu gak, sekarang ini banyak fans Keanu yang dibuat patah hati sekaligus ngeship kalian berdua. Bahkan akun shipper kalian sudah banyak bermunculan di sosmed. mereka kayaknya berharap banget kalian bisa jadian." Tutur Chiara panjang lebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adamantine
Teen FictionKau percaya di dunia ini benar adanya cinta sejati? Kean. Keanu Mattheios Athena. Dia tidak percaya. Namun dari milyaran jumlah populasi manusia di bumi, entah mengapa alam semesta mengizinkan Mikalea mengenal sosok misterius satu ini. Ini bukan k...
