#D & L : 18 [Special Part]

943 85 32
                                        

⚠ : many typo's
Focus : Jungkook, Mina, Jiho dan Rose

─━━━━━━⊱✿⊰━━━━━━─

Jam weker Mina berdering nyaring dengan malas Mina membuka matanya. Segera Mina bangkit dan mematikannya. Membersihkan kasurnya dan melipat selimut. Selanjutnya, Mina mengambil pita dan mengikat rambut sebahunya.

Mina mulai membersihkan apartemennya, tidak mempekerjakan asisten rumah tangga membuat Mina harus rajin.

Mina mengelap keringat di pelipisnya.
"Buset, gak pernah olahraga gini aja udah capek" Keluhnya.  Mina mulai melanjutkan mengepel lantai apartemennya.

Setelah selesai mengepel, Mina lanjut berberes di dapur menyuci piring hingga mengkilap.

Tak terasa dua jam telah berlalu, Mina melihat kearah jam dinding sudah jam 10.

Mina mengambil ponselnya. Ia hendak menghubungi Jiho.

Pada dering ketiga baru Jiho mengangkat telepon Mina.

"Halo, Min. Ada apa?" Tanya Jiho to the point.

"Belum juga salam" Gerutu Mina.

"Iya iya, ada apa? Ngajak jalan?  Sorry gue mau arisan dirumah tante gak bisa, Min. Gue buru-buru, Bye" Jiho menutup teleponnya secara sepihak.

"Belum aja ngomong udah di matiin" Mina menggerutu dan lanjut menelpon Rose.

"Halo Rose" Sapa Mina.

"Halo, Min. Ada apa?"

"Ada waktu gak? Jalan yuk"

"Aduh gimana ya, Min"

"Kenapa, Rose?"

"Aku udah janji mau main golf sama,  Kakek. Sorry" Kata Rose terdengar menyesal.

"Yaudah deh... " Ucap Mina lesu.

"Sorry ya..."

"Iya, Have fun ya"

Mina mematikan teleponnya.

"Sial, terpaksa deh keluar sendiri" Ucapnya sedih.

Mina meletakkan ponselnya dan bergegas ke kamar Mandi.

***

Disinilah Mina, duduk sendiri di kedai kopi milik sepupunya. Menyesap kopi dengan cookies buatan Bang Yuta.

Tampak seorang lelaki menghampiri Mina.
"Maaf abang gak bisa temenin lagi banyak pelanggan" Kata Yuta kemudian duduk di depan Mina.

"Nandemonay (Gak papa)" Kata Mina sambil tersenyum.

"Gak mau nambah karyawan?" Tanya Mina.

"Ntar tunggu bisnis gue agak gede an dikit"

"Lah kan cabang kedainya udah banyak, bang" Kata Mina sambil terkekeh.

"Tiga sih masih sedikit" Ucap Yuta kemudian mencomot cookies buatannya sendiri.

"Abang kan masih muda, segitu sih udah hebat" Puji Mina tulus.

"Lagi muji nih ceritanya?" Tanya Yuta gemas kemudian menarik hidung mancung Mina.

"Abang keatas bentar ya" Pamit Yuta dan di angguki Mina.

Memang benar, pelanggan minggu ini ramai. Kebanyakan dari mereka membaca buku-buku yang di sediakan oleh bang Yuta di perpustakaan mini miliknya. Mina berdiri,  kemudian berjalan menuju perpustakaan tersebut. Melihat-lihat judul novel, namun sayang Mina sedang tidak ada mood untuk membaca novel sehingga Mina kembali ke mejanya dengan tidak membawa buku.

Beberapa menit Mina habiskan dengan berdiam sambil menatap jalanan kota. Kegiatannya terhenti kala seorang berbicara padanya.

"Permisi, Kak" Ucapnya. Mina menoleh dan menatap seorang itu bingung.

"Gue boleh duduk disini? Meja laen udah penuh" Katanya hati-hati. Mina menelusuri semua meja dan benar tidak ada yang kosong, dengan berat hati Mina mengangguk tanda menerima permintaan lawan bicaranya ini.

"Gue Han" Kata seorang yang bernama Han tersebut. Tangannya mengulur minta di jabat oleh Mina.

Mina menyambut uluran tangan lelaki itu.
"Mina"

Han tidak melepaskan jabatan tangan mereka. Menatap Mina dengan senyum menawannya. Merasa tak nyaman Mina menatap Han dengan risih. Untung Han tersadar dan bergegas menarik tangannya.

"M" Ucap Han. Mina menatapnya dengan alis terangkat satu.

"Manis orangnya. I, Imut wajahya. N, Nomornya berapa? A, Aa mau dong nomornya" Ucap Han tak tau malu.

Mina terkekeh pelan dibuatnya. Sungguh lelaki didepannya sangat absurd.

"Kamu lucu" Ucap Mina pelan. Mendengar itu telinga Han seketika memerah. Segera Ia menyesap kopinya agar tidak terlihat salah tingkah.

Mina memasukkan ponselnya kedalam sling bag miliknya. Menyesap kopinya yang tinggal sedikit sampai tandas.

"Mau kemana?" Tanya Han bingung.

"Pulang. Sampai ketemu lagi" Jawab Mina sambil tersenyum sangat manis.

Han melongo dibuatnya. Setelah sadar baru Ia berkata.
"Sial, senyumnya manis parah"Tak berapa lama Han tersenyum.

"Semoga kita ketemu lagi, princess" Ucapnya penuh harap.


· · • • • ✤ • • • · ·

Waktu published yang pertama aku gak ada bikin bacaan spesial part-nya wkwk. Sekarang aku bikin. Han cuma guest kok tenang...

Dandelion & LebahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang