PART 15

54 8 3
                                    

^Ketika diri kita telah merasa di khianati dan di kecewakan, berdo'alah agar suatu saat kau tak akan mengkhianati dan mengecewakan, karena kamu tahu betapa sakitnya di khianati dan di kecewakan^

-Deandra Azzahra Zeivananda-

Pagi ini deandra bersiap-siap dimana dia akan berangkat ke sekolah hari pertama di minggu ini.
Hari senin tentu hari yang sangat menjengkelkan dimana siswa tidak boleh datang terlambat dan berbaris di lapangan selama kurang lebih 1jam. Deandra berangkat terburu-buru karena dia takut jika datang terlambat.

"Maa deandra berangkat, assalamu'alaikum.." pamit dea pada mamanya.

"Hati-hati yaa, semangat sekolahnya, wa'alaikumsalam.."

******

Deandra berjalan masuk gerbang sekolah dan menyusuri koridor kelasnya, dia melihat teman-temannya yang sedang berkumpul di depan koridor kelas.

"Deandraaa!!" Suara silvia yang memanggil deandra dan yakin akan membuat orang di dekatnya budek, saking cemprengnya suara dia😂

"Astagfirullah gk usah di cemprengin suaranya, bikin gue budek aja" protes rere yang sambil memegangi telinganya.

"Emang udah cempreng"

"Hhahah alhamdulillah sadar diri" seketika mereka semua tertawa geli, tetapi tidak dengan deandra.

Deandra menghampiri mereka yang sedang tertawa, tiba-tiba saja deandra langsung memeluk adelliska dan menangis sejadi-jadinya, yaa niatnya si deandra akan menahan tangisnya, tapi apalah semua itu tidak bisa di tahan ketika hati telah tersakiti. Eaaakkk😂

Setelah kejadian kemarin belum ada satu sahabatnya pun yang mengetahui hubungan deandra dan reynaldi sekarang, memang di sengaja deandra tidak memberitahunya lebih awal, karena deandra belum siap untuk semuanya.

"Lhoo lu kenapa dea? Ada masalah lagi sama rey?" Tanya adel keheranan lalu dia melirik ke via dan rere.

Jelas sudah, via dan rere tidak mengetahui apapun, akhirnya mereka mengedikkan bahunya, tanda ia tak mengerti.

Deandra bukannya menjawab pertanyaan adeliska, dia malah sesegukan tidak berhenti, dan akhirnya ketiga sahabatnya pasrah membiarkan deandra menangis semaunya, karena mereka fikir jika deandra sudah tenang, deandra akan bercerita semuanya.

"Udah ea jangan nangis" ucap rere sambil mengelus-elus punggung dea yang masih setia memeluk adel.

Setelah itu deandra berhenti menangis, mungkin dia sudah merasa dirinya tenang.

Deandra melepaskan pelukannya kepada adel, lalu dia menatap ketiga sahabatnya dengan tatapan sendunya.

"Kenapa? Cerita sama gue!" Ucap adel yang diangguki via dan rere.

"Ternyata bener, apa yang selama ini gue takutin sekarang terbukti" jelasnya, lalu dia meneteskan air matanya lagi.

"Maksud lu apa si ea? Ngomong yang bener deh" tanya adel yang tidak mengerti akan perkataan deandra

"Gu..gue putus!" Jelas deandra dengan kata akhir penuh dengan kekecewaan.

"Hahh?" Seketika ketiga sahabatnya menatap deandra tak mengerti.

"Yang bener lu, jangan becanda, kalau putus beneran tau rasa" ucap rere yang masih belum percaya dengan apa yang di ucapkan deandra barusan.

"Gue putuss re, gue putus!" Jelas dea sekali lagi.

"Serius lu? Ko bisaa?" Tanya adel

"Benerkan yang di omongin jessica ke mitha minggu lalu? Kalau gue bakal di putusin sama rey minggu minggu ini" tutur deandra yang mengingat hal itu.

Cinta Yang RumitTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang