Chapter 15: Hancurnya Pelet

191 5 13
                                        


Sonya terbangun, ia melihat Gatef sedang berdiri bersama Mawar di kamarnya, wjahnya terlihat bingung. "Ada apa ini?" tanya Sonya.

"Mama." Gatef langsung memeluk ibunya, ia menangis.

"Ada apa Nak?"

"Mama kesurupan."

"Kesurupan apa?"

"Kesurupan setan kuda."

"Mama ingat terakhir mama terlempar dan kaca jendela pecah."

Gatef mengangguk. "Ma kenalin, ini Mawar."

Gatef mengenalkan Mawar kepada Sonya, Mawar mencium tangan Sonya, sementara itu Gatef keluar dari kamar Sonya mencoba menelepon Arlin, telepon diangkat, Gatef langsung memaki Arlin dengan kata-kata kasar.

"Heh jalang! Lo ngapain ibu gue?" bentak Gatef.

"Hahahaha!" tawa menggema dari mulut Arlin.

"Apa yang lo ketawain hah?!"

"Lo baru peka? Dasar bodoh!" tawa Arlin, perempuan itu sedang merokok di teras villa. Ia menghembuskan asap rokok ke atas.

"Nyesel gue pernah suka sama lo!" teriaknya.

"Hahaha."

"Lo kenapa ketawa?"

"Bodoh juga lo. Lo kena jaran goyang gue."

"Dasar cewek murahan!"

"Jaga mulut lo ya!"

"Gue kurang apa?!" teriak Gatef sambil menangis.

"Gue nafsu sama Aryo. Puas lo!"

"Lo di mana sekarang! Gue bakal samperin."

"Gue lagi di villa sama Aryo. Aryo bikin gue basah."

"Anjing lo!"

Gatef menutup telepon lalu memukul tembok, ia berteriak-teriak dengan keras. Ia mengamuk, memukul tembok dengan keras. Mawar yang mendengar teriakkan mencoba menenangkannya.

Gatef meraih teleponnya lalu menelepon Arlin kembali.

"Di mana lo?! Gue minta alamat villanya!"

"Lo ganggu amat sih! Gue kirim alamatnya ke lo."

Arlin menutup teleponnya, ia mengirim alamat kepada Gatef, Gatef menerimanya. Matanya dipenuhi dengan angkara murka, emosi membara di dalam dadanya, napasnya tersengal-sengal.

"War, lo jaga ibu gue ya. Gue mau pergi dulu."

"Lo mau ke mana?" tanya Mawar kebingungan.

"Gue harus nemuin Arlin."

"Tef, tunggu!"

Gatef langsung mengambil kunci mobilnya lalu mengendarai mobilnya, Mawar panik, ia mencoba menarik napasnya lalu berpikir dalam-dalam. Ia menghubungi kedua sahabatnya, ia meminta agar mereka menjemputnya.

Mawar: kalian pada di mana?"

Retha: Di rumah

Fave: Ada apa?

Mawar: Gue di rumah Gatef, sekarang Gatef lagi pergi nemuin Arlin. Lo tolongin gue. Lo jemput gue sama ibunya Gatef di sini.

Retha: gue minta alamatnya War.

Mawar mengirimkan alamat rumah Gatef kepada kedua sahabatnya. Mawar menemani Sonya yang sedang di kamar, meminum air putih yang ada di dalam gelas.

"Tante maaf, saya mau cerita. Tadi ada makhluk halus yang masuk ke dalam tubuh Tante. Lalu.... Tiba-tiba Tante Hagen bersujud. Ternyata itu adalah iblis pujaannya Tante Hagen."

Wangi PeletTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang