A L V I N O -°2°

430 34 1
                                    

Pagi yang cerah, cahaya matahari masuk ke dalam kamar kia karena hordeng nya dibuka oleh bunda nya kia.

"Kia, bangun sayang! Udah jam berapa nih, nanti kamu bisa telat sekolahnya." Ucap dinda, bunda kia dengan lembut.

"Iya mah" Jawab kia sambil mengucek mata nya, lalu bergegas ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi.

Tak butuh waktu lama, akhirnya kia turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarganya. Kia memiliki seorang adik kecil yang berumur 4 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Namanya adalah RISTA AURELLIA.

"Celamat pagi kakak" Ucap Rista kepada kakaknya.

"Pagi juga sayang" Jawab kia sambil mencium puncak kepala Rista.

"Pagi yah, bun" Ucap kia kepada kedua orangtua nya.

"Pagi sayang, ayo sini kita sarapan bareng-bareng"

Setelah selesai sarapan, kia pun langsung berpamitan kepada Rista dan bundanya. Hari ini kia diantar oleh ayahnya ke sekolah, berhubung ayahnya juga ingin pergi ke kantor untuk bekerja.

"Bunda, kia jalan ya. Hmm Rista, kakak jalan ya" Pamit Kia kepada bunda dan adiknya.

"Iya sayang, hati hati ya" Jawab dinda.

"Iya kak, ati ati ya. Nanti pulang cekolah main lagi sama lista." Jawab Rista.

"Iya sayang, assalamu'alaikum"

"Waalaikumsalam"

🌺🌺🌺

Bel istirahat berbunyi, semua siswa siswi langsung berhamburan keluar dan pergi menuju kantin. Lain hal nya dengan Kia, ia malah lebih memilih untuk dikelas. Karena ia sedang tidak mood untuk bertemu alvino. Mengingat perlakuan alvino terhadapnya kemarin sungguh menyakitkan.

"Ki, gue ke kantin dulu ya! Lo mau nitip ga?" Tanya Renata kepada Kia.

"Engga re" Jawab kia dan langsung menelungkupkan wajahnya kedalam lipatan tangannya.

Di kantin..

"Al, tumben si dede emesh ga nyamperin lo?" Tanya Daniel.

Alvino hanya menggedikan bahunya acuh dan melanjutkan memainkan ponselnya.

Tak lama kemudian, datanglah Andrea ke kantin dan langsung duduk dimeja alvino.

"Hai sayang, kamu udah makan belum?" Tanya Andrea.

Alvino hanya melirik sebentar ke arah andrea lalu langsung fokus kembali kepada ponselnya. Andrea yang merasa diacuhkan oleh alvino langsung merampas ponsel alvino dari tangannya dan membuat alvino menjadi emosi.

"BANGSAT! SINIIN GA HP GUE!" Bentak alvino.

"Sayang, kok kamu ngomong nya kasar sih sama aku? Aku kan begini supaya kamu berhenti main HP nya" Jawab Andrea.

"APA LO BILANG? SAYANG?! LO MIMPI HAH?!! SEJAK KAPAN GUE PACARAN SAMA LO?! NEMBAK LO AJA GUE OGAH! CABUT LO!" Bentak alvino lagi.

Andrea yang merasa sudah dipermalukan oleh alvino langsung berlari meninggalkan kantin. Ia bersumpah akan membuat alvino bertekuk lutut dihadapannya dan akan memohon-mohon padanya.

Mengapa alvino bisa sekasar itu pada Andrea? Ya, karena selama ini alvino diam, tidak mau menggubris. Tapi lama kelamaan tingkah laku Andrea semakin keterlaluan dan membuat alvino menjadi sangat emosi seperti ini.

A L V I N O √Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang