Oke guys aku balik lagi, ngobatin rindu kalian sama Abang Al. Yuk cekidot. Cekmulmed buat yang kangen sama abang Al🥰
Happy Reading<3
Note: Part ini mengandung emosi.
.
DItempat lain
Kini kia berada di gedung tua yang besar dan kumuh. Tidak ada lampu disini sehingga menyebabkan ruangan ini gelap. Kia masih pingsan dalam keadaan tangan dan kakinya diikat, serta mulut yang ditutup dengan lakban.
Orang yang menculik kia tadi menyeringai, dia sudah mengatur rencana ini dari lama dan sekarang dia berhasil menculik kia. Rencana keduanya adalah menyiksa kia, karena kia sudah merebut hati alvino. Ya, orang itu adalah andrea. Disitu juga ada Raza yang ikut memandangi kia dengan senyum remeh. Raza tidak terima atas pukulan dari Alvino kemarin, maka dari itu ia akan membalas alvino melalui kia. Raza akan membuat hidup alvino hancur dan membuat alvino serta gengnya bertekuk lutut pada raza.
Tak lama kemudian, kia mulai membuka matanya dan merasakan pusing di kepalanya. Saat melihat andrea dan raza didepannya, kia langsung kaget dan jantungnya berdetak lebih cepat. Kia sangat takut saat ini, ia tidak tau harus berbuat apa. kia sangat lemah sekarang
"Eh tuan putri udah bangun." Ucap andrea sambil memegang dagu kia.
Raza yang melihat itu hanya diam saja memperhatikan interaksi antara 2 wanita tersebut. Kia pun sudah mulai menangis dan memberanikan diri untuk berbicara.
"M-mau ka-kamu apa?" Tanya kia ketakutan
"Hm apa ya?" Tanya andrea pura-pura berfikir lalu tertawa keras
Lalu andrea langsung mencengkram rahang kia dengan kuat sehingga membuat kia mengadu kesakitan
"Ss-sakit kak" ucap kia dengan nada kesakitan
"SAKIT LO BILANG?!" Tanya andrea lalu langsung menghempaskan wajah kia begitu saja.
PLAK
Itu suara tamparan yang diberikan andrea kepada kia. Kia hanya bisa menangis dan berdoa didalam hati smoga ada orang yang menolongnya.
"COBA LO NGOMONG SAKIT LAGI!" ucap andrea dengan teriak
"Ss-sakit" ucap kia sambil menangis
PLAK
Tamparan kedua yang diberikan andrea untuk kia. Dan kia hanya bisa pasrah. Namun selanjutnya
PLAK PLAK PLAK
Tamparan bertubi-tubi diterima oleh kia dan ia hanya bisa menangis. Kia berfikir, apa ia akan mati disini dengan cara yang mengenaskan?
Dan kini andrea mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong celana nya. Betapa kagetnya kia melihat benda itu, itu adalah pisau lipat. Raza pun juga sama terlihat kagetnya seperti kia. Padahal rencana awalnya dengan andrea hanya untuk member peringatan dengan tangan kosong, tapi mengapa renata malah membawa pisau?
"LO GILA HAH?" Tanya raza dengan keras
Lalu andrea menengok kearahnya dengan senyum smirk, senyum yang menakutkan lalu ia tertawa keras.
"Gila?HAHAHAHAHA!LO BILANG GUE GILA?" Tanya andrea dengan keras
"Tau apa lo soal gue hm?" Tanya andrea pelan sehingga membuat kia dan raza merinding
"Tapi diawal rencana kita ga kayak gini, terus lo ngapain bawa gituan hah?" Tanya raza
"Ga seru kalo main-main tapi ga ada darahnya." Ucap andrea berbisik di telinga kia tetapi masih bisa didengar oleh raza dan membuat mereka merinding.
Nafasnya langsung tercekat setelah mendengar itu. Kia benar-benar ketakutan. Apa ia akan mati konyol hanya karena ia berpacaran dengan alvino? Menurut kia, andrea adalah psikopat gila yang haus akan cinta.
Sreett
"Ssshhh-" Ringis kia kesakitan
Goresan pertama yang diberikan andrea di paha kia. Raza pikir andrea hanya menakut-nakutinya, gataunya tidak. Andrea benar-benar gila. Tapi Raza tidak bisa berbuat apa-apa, karena ia juga takut andrea melukainya juga, karena gadis itu membawa pisau.
Sreett
Goresan kedua dipaha, sehingga sekarang terbentuk huruf X di paha kia. Kia hanya bisa meringis kesakitan sambil menangis. Raza sebenarnya kasian tapi ia juga ingin membalaskan dendamnya pada alvino melalui kia.
"Gimana? Asik kan main-main sama gue?" ucap andrea dengan senyum yang menyeramkan
"Mau request gambar apa tuan putri?" bisik andrea di telinga kia
"K-kaa, plis udah" ucap kia menangis
"Gamau, gimana dong?" Tanya andrea
Andrea benar-benar wanita gila, psikopat yang handal dalam memainkan perannya. Kia hanya bisa memasrahkan nasibnya saja.
Srett Srett Srett
Kini andrea menggoreskan tangan kia berkali-kali sehingga membuat kia mengeluarkan darah yang cukup banyak. Raza kini tidak bisa tinggal diam. Raza tidak tega melihat kia seperti itu, dengan cepat raza mengirimkan pesan ke alvino yang berisikan alamat tempat ia berada. Andrea sudah keterlaluan menurutnya, bagaimanapun raza masih punya rasa kasihan terhadap perempuan.
"Apa kakak mau bunuh aku karena aku pacaran sama kal alvino?" Tanya kia lirih
"Jelaslah, pake nanya. Jadi, lo mau bagian mana dlu yang gue tusuk hm?" Tanya andrea menyeringai bak iblis.
Kia hanya diam sambil berdoa smoga ada orang yang datang menolongnya.
"Oke karna lo ga jawab, gimana kalo gue congkel dulu salah satu mata lo? Seru kayaknya." Ucap andrea dengan nada yang menyeramkan
Baru saja andrea ingin menusuk mata kia, tiba-tiba ada suara pintu terbuka dengan keras dan suara keras . Mendengar itu, raza memilih untuk kabur karena tidak mau terkena amukan.
BRAKKK
"ANDREA, MATI LO ANJING." Ucap orang itu dengan teriak dan langsung berlari menghampiri andrea
.
Ada yang bisa nebak orang itu siapa? Next part nanti juga tau wkwk. Tunggu kelanjutannyaaaa sayangkuu. Jangan lupa tinggalin jejak vote dan komenn.
Salam Manis
Kiaaurelliaa❤

KAMU SEDANG MEMBACA
A L V I N O √
Teen Fiction"Tetap jadi wanita apa adanya, karena gue suka itu. Dan gue ga bisa temuin itu di wanita lain selain lo." -Alvino "Aku mencintaimu tanpa alasan, terimakasih telah menjadi lelaki terbaik setelah ayah❤" -Kiara