6

63 8 0
                                    

Sha

Melihat beberapa komentar membludak di instagram yang menurutku sangat banyak, maklum saja aku bukan selebgram hehe. Pasalnya terdapat dua puluh komentar. Itu belum ada yang aku bales loh ya.

Aku heran. Foto itu diambil asal – asalan saja dan tidak diedit sama sekali tapi sepertinya ramai.

Selesai sholat subuh aku menyambar ponselku dan membaca komentar satu persatu.

Arinisekars : aku bangga dengan temanku

Arinisekars : pak tentaranya mantab jiwa betul

Arinisekars : kenalin dong shaaa

Agushgbxc : pulang dari Lebanon sebar undangan !

Aldilarahmaw : kutunggu halalmu mbak

Ririsranti : ijab Kabul kapan nih

Ratnawirasti : anjir, cowok lo ganteng juga

Yfhutaepa : pasti kamu buka kolom komentar kan?

Sekian banyak komentar yang kubaca rata – rata banyak yang mengira Mas Yudha itu pacarku. Nyatanya bukan. Eh tapi komentar terakhir datang dari Mas Yudha sendiri. Aku terkekeh geli dengan komentarnya.

Setelah itu aku melanjutkan tidurku lagi. Badanku masih pegal setelah lari – lari malam bersama Mas Yudha.

***

Aku berjalan ke tempat dimana Agus berada. Dila juga sedari tadi tidak di kamar. Sungguh aku ingin menampol mereka berdua. Kulihat di ujung jalan ternyata aku menemukan Agus dan Dila juga. Agus sedang membersihkan kamera sedangkan Dila sedang memainkan ponsel.

"hai Sha. Lo sehat?" tanya Agus dan aku cemberut

"lo udah puas kerjain gue semalem?" tanyaku sarkastik

Dila menoleh ke Agus sambil terkekeh

"PUAS" ucap mereka bebarengan yang membuatku sebal

Aku menjewer kuping mereka berdua dan mereka mengaduh kesakitan.

"kalau bukan temen gue, udah gue geprek lo berdua" ucapku gemas

"ditambah bon cabe mantap tuh, Sha" oceh Agus

"Agus gue serius" jeweranku semakin kencang ke Agus sedangkan Dila sudah lolos dari tadi sambil nyengir kuda

Aku akhirnya mengambil duduk di sebelah Dila. Memandang mereka berdua dengan killer.

"cara kita biar lo cepet nikah. Lagian kan mereka semua setuju sama ide kita waktu itu. Jadi lo gak bisa salahin kita, Sha" ucap Agus

"tapi semalam gue malu banget tau"

"malu tapi mau. Mantul bener dah lari sama orang ganteng" ucap Dila yang ingin kutampol saja. Aku malu

"Dilaaaa. Awas yah lo.." teriakku pada Dila tapi dia tertawa

"ampun mbak Sha. Peace" ujar Dila nyengir dan mengangkat dua jari

Agus akhirnya membubarkan kami dan menyuruh kami untuk bersiap diri sebelum bekerja hari ini.

***

Yudha

Latihan menembak kali ini di siang yang panas. Sudah biasa bagi kami para tentara. Latihan ini salah satu hal yang aku suka dari dulu karena melatih focus kita.

"sekian dulu latihan hari ini. Selamat beristirahat" ucapku mengakhiri latihan menembak hari ini sebelum membubarkan para anggota

Aku keluar dari arena latihan menembak dan melihat Rizal sedang duduk sendirian sambil mengarahkan ponselnya ke wajahnya. Sepertinya dia video call dengan anak – anaknya. Lihat tuh dia ketawa – ketawa sendiri.

The Expected FaithTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang