2

80 9 0
                                    

Sha

Udara panas mendadak sejuk. Itulah yang kurasakan saat salah seorang diantara mereka yang berbaju doreng dengan baret birunya menatapku sejenak bahkan tidak sampai lima detik.

"Selamat siang para awak media WWN. Selamat datang di markas kami. Perkenalkan saya Kapten Inf. Yudha Firhan Hutapea mewakili komandan kami, demi keaman, kami menghimbau untuk tidak melanggar aturan sedikit pun di daerah ini. Bila membutuhkan bantuan baik bersifat mendesak atau tidak segera hubungi kami. Terima kasih dan sekali lagi selamat datang di Beirut dan selamat mengemban tugas"

Ya Tuhan, sungguh indah ciptaanMu. Aku yakin banyak pria tampan di dunia ini, banyak pula pria yang memiliki kategori sempurna di dunia ini. Dalam perjalanan hidupku ini aku sudah banyak melihat pria dengan kategori sempurna baik di media maupun secara real dengan mataku tapi dia berbeda. Ya Tuhan apakah ini cobaan karena bisa saja aku menyukai pasangan orang lain atau kah ini rejeki karena dia akan secara tidak langsung membuat semangatku bangkit selama di Lebanon ini. I cant understand it anymore.

"Mbak Sha...mbak....mbaakk"

"MBAK" aku terlonjak kaget saat Dila - salah satu team media WWN menepuk pundakku

"eh iya dila? Ada apa?" tanyaku gugup

"kumaha atuh mbak. Ayo diangkat barang – barangnya. Panas nih" ujar Dila dan aku menurutinya

Aku memasuki ruangan yang akan menjadi tempat singgahku selama setahun nanti. Satu kamar berisi dua orang dan syukurlah Dila yang menjadi room mateku. Dila itu orangnya baik, tidak pernah memotong omongan orang lain dan selalu mendengarkan dulu baru berbicara. Dia termasuk orang yang fleksibel.

"mbak dari tadi bengong aja? Ngelihatin pak tentaranya ya mbak?" goda Dila sembari kami menata barang bawaan kami

"sok tau deh kamu" ujarku sambil terkekeh

"itu kelihatan atuh dari tatapannya mbak Sha" goda Dila dengan nada bicaranya yang khas sunda

"sok tau ah. Lagian kalau pak tentaranya aku lihatin toh dia akan cuek aja"

"gak boleh suudzon gitu mbak. Sapa tau kan jodohnya mbak hehe"

"ini kenapa ya semua orang bahas – bahas jodoh. Arini sama yang lainnya sebelum aku ke Lebanon nyinggung – nyinggung jodoh sekarang kamu juga, Dil"

"soalnya kita tahu kalau mbak Sha masih single. Nih ya mbak, aku aja yang bisa dikatain baru lulus kuliah terus dapat kerja belum ada setahun aja udah tunangan hehe" ucap Dila dengan nada mengejek tapi aku tahu dia hanya bercanda

"aku kan cari yang tepat, Dil yang gak menye – menye"

"itu mbak pak tentaranya kelihatan gak menye – menye. Cocok buat mbak" terlihat Dila semakin menggodaku dan aku mengejarnya dengan memukulkan bantal

"ciee mbak Sha suka yah?"

Pipiku semakin memerah padhal aku juga belum mengerti perasaanku sendiri.

***

Kegiatan sore hari ini yaitu kami diajak berkeliling daerah sekitar dan bertemu beberapa warga di daerah sekitar sini. Kebetulan markas kami dekat dengan rumah penduduk sekitar. Baru aku ketahui tenyata selain bahasa arab yang digunakan untuk percakapan sehari – hari bahasa prancis pun dapat juga digunakan untuk berkomunikasi disini. Tetapi sama saja, aku tidak bisa berbahasa arab sama sekali dan bahasa prancis tidak terlalu fasih malah mungkin aku dapat dikategorikan tidak bisa berbahasa prancis karena sudah sangat lama sekali aku tidak mempelajarinya. Dulu saat aku mempelajarinya pun itu hanya dasarnya saja. But Thanks God, ternyata dari beberapa penduduk juga ada yang dapat berbahasa inggris, setidaknya aku tertolong dengan itu.

The Expected FaithTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang