Sha
Sudah sekitar dua jam lebih kami dalam keadaan tegang di kamar ini. suara bom, tembakan, jeritan, bahkan tangis orang sekitar terus kami dengar di kamar ini. Tanpa suara aku mengeratkan tanganku dengan tangan Dila hinggaa kami saling menggenggam dalam ketakutan.
”keep praying. Everything will be alright, girls” ucap Madam Alida pelan terdengar seperti berbisik.
Kulihat suaminya sudah terduduk di tempat tidurku tapi wajahnya masih pucat. Dila mulai menangis sesegukan dan aku pun sepertinya akan sama seperti dia. Keadaan disini terlalu mencekam untuk kami.“Mbak, aku takut banget,” ucap Dila pelan.
“sama,” ucapku singkat tanpa tahu harus berbuat apa. Menenangkan diriku sendiri saja aku tidak bisa, bagaimana berusaha menenangkan Dila?
Aku penasaran dengan keadaan di luar sana akhirnya berusaha mengintip ke jendela. Aku terkejut bukan main, tubuhku lemas. Sepertinya para tentara Israel sudah menyerang markas ini. Aku takut. Air mataku luruh.“ada apa, Sha?” tanya Madam Alida sigap
Aku seperti tidak bisa menjawab dan Madam Alida pun ikut mengintip ke jendela bersamaku.
Tiba – tiba aku terpikir tentang wanita yang terdapat di pengungsian warga Palestina tadi siang. Dia trauma berat karena ulah kejam oknum – oknum tak berperikemanusiaan.
Keadaan semakin gaduh dengan saling menyerang. Ya Tuhan, aku berharap keadaan akan segera aman dan jangan ada yang menjadi korban. Pikiranku menghawatirkan Mas Yudha dan rekan lainnya.
Kulihat dari jendela banyak pengungsi yang sudah tak berdaya terbaring di luar sana. Aku takut melihatnya.
Dila mendatagiku dan memelukku. Aku juga ikut menangis memikirkan nasib kami. Jujur saja aku tidak setangguh superhero untuk mengahadapi situasi yang mencekam ini.
Pintu kamar kami tiba – tiba rubuh akibat dobrakan. Aku dan yang lainnya otomatis kaget dan mundur beberapa langkah.
Suami Madam Alida pun langsung bangkit dan berusaha menlindungi kami dari para tentara Israel yang bersenjata namun sayangnya dengan sekali tonjokan suami Madam Alida sudah tersungkur dan itu membuat Madam Alida shock.“two young ladies” ucap salah satu dari mereka seperti menggoda
Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan tapi tiba – tiba mereka menyeretku dan Dila. Kami berusaha membrontak.“GET OFF, JERK” cerocos Dila saat kami ditarik keluar dan memberontak
Aku memberontak kepada mereka tanpa kata. Air mata terus berlinang. Otaku memflashback kejadian tadi pagi. Yups, Mas Yudha terngiang di otakku.“TOLONG…TOLONG”
“MAS YUDHA TOLONG BANTU AKU. HIKS”
Entah arahan dari mana aku menyebut namanya padhal melihat orangnya saja aku tidak.
”SHUT UP” teriak salah satu dari mereka di depan wajahku tapi aku tidak peduli dan terus berteriak dan meronta
“TOLONG BANTU KAMI. SOMEBODY HELP US NOW, PLEASE” teriakku tanpa berhenti.Suara tembakan tiba – tiba terdengar begitu kencang di telingaku dan salah satu tentara Israel yang membawa Dila tiba – tiba tersungkur. Dalam keadaan lengah itu Dila pun berlari sekuat tenaga. Menurutku itu merupakan keajaiban jika bisa lolos seperti Dila yang sekarang berlari entah kemana.
Aku ingin lolos seperti Dila dan tetap berusaha membrontak. God, please give me a miracle right now.
Aku terpekik saat salah satu tentara yang membawaku disergap. Aku terperanga dan menoleh ke belakang.“LET HER GO OR I KILL YOUR FRIEND”
Aku terperangah. Itu ternyata Mas Yudha yang menyergap salah satu tentara Israel yang membawaku. Dalam waktu singkat tiba – tiba tentara yang membawaku mengarahkan pistol di kepalaku.
“OR I SHOOT HER” ancamnya.Aku memejamkan mataku takut dan merapalkan doa yang aku bisa. Saat aku kembali membuka mata, Mas Yudha tampak bingung. Banyak pertimbangan yang dapat kubaca di wajahnya. Aku juga tidak tahu harus berbuat apa.
Tanpa pikir panjang kuinjak kaki salah satu diantara mereka sekuat tenaga dan mencoba kabur tapi aku malah gagal dan mendapatkan pukulan.
“HOW DARE ARE YOU” teriak salah satu diantara mereka lalu menonjok wajahku
“Shaa!” teriak Mas yudha saat aku tersungkur.
Mas Yudha dan pasukannya mencoba mendekatiku tapi dihadang oleh tenrara Israel dengan mengarahkan senjata kearah mereka.
Kepalaku pusing karena kerasnya pukulan di wajahku dan parahnya lagi aku tersungkur tepat saat kepalaku mengenai lantai cukup keras.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Expected Faith
RomanceBercerita tentang tugas yang diemban oleh kedua insan manusia di negara asing yang mengemban misi perdamaian dunia selama satu tahun hingga hati mereka berdua yang berdamai dengan bersandingnya cinta yang tulus di hati mereka. Sharmila Amalia Kamil...