6. Strangers

221 41 4
                                    

We're not lovers, we're just strangers

With the same damn hunger

To be touched, to be loved, to feel anything at all (anything)

To feel anything at all

To feel anything at all

(You lost it)

(You lost it)

(You lost it)

 Halsey - Strangers 









"Bin, Nathan kemana dah? Kok tiba-tiba ilang?" Mare meletakkan sekaleng minuman berkarbonasi di atas meja, lalu menduduki sofa yang sama dengan Abin.

Abin menggedikkan bahu, masih fokus pada ponsel di genggamannya, namun tak urung tetap menjawab, "dichat Nuga,"

Mare mengernyit. "Nuga bukannya lagi gawe?"

Abin menggedikkan bahu—lagi—"mana gue tau, katanya penting,"

Helaan napas dalam terdengar dari bibir Mare ketika gadis itu menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa. Kedua tangannya ia lipat di dada. Mata bundarnya melirik sekilas jam dinding yang kini menunjuk pada angka enam.

"Kalau semua ilang-ilangan terus, kapan kita bisa latihannya?" gadis berambut hijau itu memijat pelipisnya pelan. Abin masih fokus pada PUBG yang ia mainkan. Lagi mabar sama gebetannya, katanya.

"Sabar, nanti juga kalo udah ada waktu yang tepat pasti kumpul semua,"

Mare memajukan bibirnya, ribut sendiri dengan pikirannya. Lalu tiba-tiba membalikkan badan jadi menghadap Abin. "Eh, Bin!"

"Hm apa—AH ANJIR GUA KALAH!!" Abin terlonjak dari duduknya seraya memelototi layar ponselnya sendiri, membuat Mare makin bersungut-sungut.

"Bin liat ke gue dulu kenapa sihh?!!"

"Brengsek jago juga nih cewek ga bisa gua kalahin dari jaman megalodon!" Abin masih menekan-nekan layar ponselnya rusuh, tidak mempedulikan rengekan Mare.

"Assalamu'alaikum aa pulang," perhatian Mare langsung teralihkan ketika mendengar suara Yuda yang muncul dari ambang pintu. Gadis itu langsung berbinar dan menyambut Yuda dengan tangan terbuka.

"KAK YUDAAAAA!!" gadis itu meloncat berdiri dan langsung memasang wajah berseri-seri, membuat Yuda yang baru datang langsung berhenti melangkah agak terkejut dengan sambutan Mare.

"Tumben antusias banget, Re?"

"Abis dari tadi Abin ngacangin gue, sibuk mabar sama ceweknya—"

"Bukan cewek gue!" sambar Abin tiba-tiba.

Mare memutar bola mata malas. "Ya terserah lah intinya cewek. Terus Nathan tiba-tiba pergi pas gue lagi mandi, katanya dichat Nuga. Nuga masih gawe jadi belum balik."

Yuda tergelak sembari melangkah mendekati Mare. Di tangannya tergengggam sekantung plastik yang sudah dapat ditebak isinya adalah makanan yang Yuda beli dari pinggir jalan yang ia lewati sore ini.

"Dah, kalem. Ada gue di sini. Makan, nih, pasti lo berdua laper kan," Yuda mengacak pelan rambut Mare. Diletakkannya plastik berisi dua kotak martabak telur favorit Mare yang membuat kedua bola mata gadis itu langsung berbinar.

Dialog SenjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang