✓LABRAK

38.2K 1.7K 38
                                        

Cinta itu kayak kita main badminton. Raket harus bisa
tepat menangkis kok. Kalau tidak tepat kok akan jatuh. Sama seperti gue sudah mencintainya, tapi harus rela jatuh melihat dia dengan yang lain. - Reyvan Arkan Greynata

***

🍁-Happy Reading-🍁

Setelah kejadian 2 hari yang lalu, rasa kesal kepada si anak baru semakin menjadi-jadi. Iya, kejadian saat Devan yang statusnya anak baru itu menjadi sok pahlawan. Bagaimana tidak. Devan bagai supermen kesiangan, menghantar Rachel yang statusnya istrinya pulang kerumah, karena saat itu ia menyiram seragam Rachel dengan air pel-an.

Entah gejolak apa yang membuat Rey seperti ini, ia tidak rela kalau Rachel di dekati pria lain. Orang yang sudah miliknya tidak boleh disentuh oleh orang lain, ia tidak berani menceritakan tentang perasaannya sekarang kepada para sahabatnya. Karena Rey takut perasaan ini hanya sesaat.

Rey memakai hoodie navynya, mengacak rambutnya agar terlihat lebih tampan. Rey tersenyum tipis melihat Rachel sudah siap dengan seragam sekolahnya.

"Lo Berangkat bareng gue!" ajak Rey.

Rachel mengangkat sebelah alisnya. "kesambet setan apaan mas-nya? Jangan gitu deh serem gue." cibirnya dengan kekehan.

"Jangan cerewet deh, ayo berangkat!" Rey menggenggam tangan halus Rachel, sedangkan Rachel jadi bingung dan takut sendiri melihat perilaku cowok disampingnya yang seketika berubah.

Rachel menghempaskan tangannya. "Lo nawarin tapi kok maksa."

Rey mengusap wajahnya gusar berkali-kali. "itu sih terserah lo kalau mau telat, gue bakal ketawa paling kencang kalau lo sampai dihukum." gumam Rey dengan suara yang sedikit tidak terdengar.

"Itu sih terserah lo kalau lo mau telat, gue bakal ketawa paling kenceng kalau lo dihukum." Rachel mengikuti ucapan Rey dengan menambahkan gaya mengejek.

"Dih setan! Ayo cepetan." Rey menarik tangan Rachel kasar. Kalau tidak begitu sampai berapa menit lagi mereka akan berdiri dan berdebat dengan bodohnya.

"Heh tolol! Tali sepatu gue belum diiket, kalau gue jatuh gimana? Trus kebentur aspal, lupa ingatan, mati. Gimana hayo?" Rachel terus berkhayal kalau seandainya ia terjatuh lalu, bagaimana dengan cerita selanjutnya.

Rey menarik nafasnya, tangannya menoyor kening Rachel yang mulai gila. Ia berjongkok mengikatkan tali sepatu Rachel dengan rapih. "hilangin tuh pikiran bodoh lo. Ayo!"

Mereka berdua langsung masuk kedalam mobil sport. Rachel tersenyum cocok juga seorang Reyvan menjadi babunya. ia tidak merasakan gejala-gejala baper, salting atau apapun. Rachel malah merasa senang Reyvan bisa ditaklukan dengan mudah.

Dengan terpaksa Rachel masuk kedalam mobil dan duduk berdampingan dengan Rey yang mengemudikan mobil. Rachel merasa bosan sendiri, tanpa sadar ia menggigiti kukunya.

Saat menoleh kesamping Rey menarik paksa tangan Rachel. "Jorok lo! Gimana mau gendut, lo aja gigitin kuku gitu pantesan cacingan." sindir Rey yang merasa jijik dengan gadis disampingnya.

REYRA🍁 [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang