✓RENCANA

27.8K 1.3K 10
                                        

Perasaan asing ini semakin membuatku yakin kalau kamu hanya milikku.

Perasaan asing ini semakin membuatku yakin kalau kamu hanya milikku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍁-Happy Reading-🍁

"Hari ini lo beda, apa perasaan gue aja ya?" terka Marcel.

Kedua laki-laki itu berjalan beriringan menuju perpustakaan yang berada di lantai dasar. Awalnya Marcel sempat terkejut, pasalnya perpustakaan adalah tempat sakral yang jarang dikunjungi mereka, bukan jarang bahkan tidak pernah.

"Beda? Sama aja kali," balas Rey dengan di iringi senyumnya.

Yang membuat Marcel aneh, Rey yang kurang peduli pada sekitar, saat banyak gadis-gadis menyapanya sekarang di balas. Dengan sapaan balik atau bahkan senyumannya.

Pintu perpustakaan tertutup rapat, kedua laki-laki itu melepaskan sepatu lalu menaruhnya di rak khusus. Saat pertama kali menginjakkan kaki ke dalam perpus dinginnya AC menerpa wajah.

"Tau gini, mending setiap bolos gue ke perpus aja." ucap Rey.

Marcel mendelik curiga, jadi ini tujuannya. "Oh, jadi lo ngajak gue kesini cuman mau bolos terus ngadem?" tanyanya.

"Enggaklah! Gue mau belajar,"

Selepas itu Rey melangkahkan kakinya menuju rak-rak buku yang berjejer. Berbeda dengan Marcel yang lebih memilih memainkan handphone sambil berduduk-duduk santai.

Pandangannya diarahkan ke rak-rak buku paket pelajaran, ia mencari-cari buku paket untuk Ujian Nasional nanti. Ya, seharusnya semua sudah di persiapkan dari dulu, padahal UN sudah menghitung minggu lagi.

Tetapi ingat, tidak akan pernah ada kata terlambat untuk belajar asal ada usaha. Di genggamannya sudah terdapat tumpukan buku paket Matematika, fisika, biologi, dan kimia. Kalau di lihat-lihat pusing juga harus membaca semuanya.

Namun, ini caranya agar bisa satu universitas yang di inginkan Rachel. Dan Rey akan melakukan apapun, sepenuhnya bukan hanya karena perempuan tapi dia juga harus memikirkan masa depannya nanti kalau masih malas-malasan.

Bruuk

Marcel terperanjat, hampir saja handphone-nya terjatuh.

"Bisa nggak lo naruh bukunya santai? Ganggu gue aja!" cibir Marcel tak suka.

Cibiran sahabatnya hanya dibalas kekehan kecil dari Rey. Laki-laki itu mengibas-ngibaskan tangannya ke wajah, padahal AC sudah menyala kenapa ia masih merasa gerah.

"Kesambet apasih lo? Ini bukan perasaan gue lagi, hari ini emang lo bener-bener aneh." Marcel melihat-lihat buku tebal apa saja yang akan Rey pinjam.

"Gue tuh mau berubah, dukung kek!"

"Berubah? Ada sangkut-pautnya sama Rachel kan?" tebak Marcel.

Tebakannya sengat tepat, Rey menganggukkan kepalanya dengan lengkungan bibir yang tidak pernah tergantikan.

REYRA🍁 [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang