[SEBAGIAN PART DIHAPUS]
"Bisa nggak, sih, lo diem? Sehari aja jangan ganggu gue!"
"Lo mulai duluan. Yang kasih kaos kaki ke mulut gue siapa?"
"Dih, elo yang kemarin matiin lampu kelas waktu gue lagi piket!"
"Lo yang kasih kecoa di sepatu gue!"
"Tapi...
Mengapa saat aku semakin dekat denganmu, semakin aku sadar kalau kamu sulit untuk aku miliki.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🍁-Happy Reading-🍁
USBN telah selesai dalam waktu satu Minggu, kelas 12 diberikan waktu seminggu untuk belajar dengan tenang sebelum melaksanakan Ujian Nasional yang tinggal menghitung hari saja.
Seperti kesepakatan mereka, hari ini akan ada belajar bersama di rumah Jessica. Alasan memilih rumah Jessica karena gadis itu tengah sendirian di rumah dan hanya di temani oleh pembantu rumah tangga keluarganya.
Mereka yang ikut belajar bersama Rey dan teman-temannya, serta Rachel dan teman-temannya. Ya, jangan pernah lupakan Devan yang ikut serta, laki-laki itu juga memiliki otak yang cerdas.
Sebenarnya mereka tidak benar-benar belajar, Jessica dan Resya malah sibuk merumpikan outfit-outfit cantik di aplikasi belanja online.
"Ya ampun Resya, liat deh lucu banget ya? Ini wajib kita beli biar couplean gitu." ucap Jessica dengan wajah berbinar-binar.
Resya yang penasaran ikut melihat layar handphone sahabatnya, "Iya, lucu banget deh," balasnya seadanya.
Selalu begitu, Jessica yang terus berbicara dengan heboh, sedangkan Resya akan menimpali dengan seadanya.
Sedangkan bagian laki-laki, Marcel dan Leo tengah mabar pubg. Suara-suara mengumpat kasar dari mereka berdua sangat-sangat mengganggu yang lain dalam belajar.
"Anjing, gue salah nyerang. Tembak yang sana bego!" maki Marcel dengan setiap umpatan kasarnya.
"Gesit banget bangsat musuhnya sialan!" balas Leo tak kalah kasar.
Sudah-sudah anak kecil tidak baik mendengar umpatan kasar seperti itu, jadi jangan di contoh di kehidupan sehari-hari kalian.
Rey mendelikkan kedua mata tajamnya, "Mana katanya mau belajar lo pada sibuk sama urusan masing-masing!" cibirnya kesal.
Ya, Rey termasuk kedalam kelompok yang masih setia belajar bersama Regan, Alena, Rachel, dan Devan. Walaupun seperti itu masih terjadi cekcok mulut diantara keduanya karena saling berbeda pendapat.
"Biarin Rey, nanti kalau kita udah pinter nggak usah bagi-bagi ke dia-dia pada." ucap Regan yang mendapat persetujuan Rey.
"Awas lo nanya-nanya ke gue, sekarang gue mau sombong!" balas Rey final, ia kembali membuka bukunya membaca soal-soal yang tidak di mengerti. Sekalian bertanya-tanya pada Rachel agar di ajarkan.
Mendengar ancaman dari sahabatnya Marcel dan Leo melompat mendekati sekelompok teman-temannya yang sedang belajar. Hal itu juga di ikuti Jessica dan Resya.
Mereka mulai serius belajar, sudah menghabiskan waktu 2 jam tetapi masih banyak materi yang belum terselesaikan juga, padahal waktu sudah menunjukkan pukul setengah 9 malam.