Bahagia itu sederhana, sesederhana kamu tersenyum dan bersyukur dengan apa yang sudah kamu punya.
***
🍁-Happy Reading-🍁
Matahari mulai memancarkan sinarnya, burung-burung mulai berkicauan. Sehabis menjemur jagoan kecilnya Rey kembali masuk ke dalam rumah, rutinitas ini di lakukan setiap paginya. Ya, anak keduanya dan Rachel yang telah lahir di dunia sejak 3 bulan yang lalu. Mereka di karuniai seorang anak laki-laki yang tentunya sangat tampan dan menggemaskan.
Putra kedua mereka ini di beri nama Rasta Dhefino Greynata, sengaja Rey membiarkan nama belakangnya itu turun-temurun bahkan nanti sampai cucu dan cicitnya.
"Anak ayah ganteng banget, cup...cup...cup." Rey menimang-nimang putra kecilnya yang berada di gendongannya.
Rey mengecup pipi gembul Raka, jagoannya yang ini bukan tipe bayi yang rewel. Walaupun bundanya sedang tidak berada dirumah karena ada acara dirumah orangtuanya yang membuat Rachel harus sibuk membantu disana. Namun sedaritadi Raka tidak merengek.
"Ayah!" suara teriakan membuat Rey menolehkan kepalanya mencari keberadaan seseorang. Ternyata yang dicarinya tengah memeluk erat sebelah kakinya.
"Lho, Rafa kapan kesininya? Baru bangun ya?" tanya Rey lembut. Lalu sedikit membungkukkan badannya menggenggam tangan kecil putra pertamanya.
Rafa berdiri di hadapan ayahnya, menatap dengan sorot tidak suka juga cemburu. Anak laki-laki itu melipat kedua tangannya di dada dengan bibir mungilnya yang di kerucutkan.
"Kamu kenapa Rafa?"
"Ayah, Afa mau di gendong juga! Dedek Asta ndak pelnah mau gantian cama Afa!" ucap Rafa lantang, walaupun masih cadel dalam berbicara.
Melihat kecemburuan anak pertamanya Rey tertawa kecil, mendudukan bokongnya di single sofa. Berdiri lama-lama sambil menggendong bayi membuat kakinya terasa sedikit pegal.
"Ya ampun, Rafa-kan udah besar. Dedek Rasta masih kecil, harusnya kamu ngalah dong." Rey meminta Rafa untuk mendekat, tetapi Rafa yang keras kepala hanya menggeleng.
"Ndak! Afa masih kecil," elaknya.
Rey tersenyum lebar, matanya memincing. Kemudian merapihkan rambut hitam Rafa yang berantakan.
"Rafa itu udah gede walaupun gedenya cuman sedikit, kalau Dedek Rasta masih kecil banget, nanti dia nangis kalau ngeliat abangnya nggak mau ngalah." jelas Rey.
Mendengar perkataan ayahnya Rafa hanya terdiam, lalu mengambil remote mengganti-ganti channel televisi untuk mencari kartun kesukaannya. Rey melirik arloji hitam di pergelangan tangannya.
"Fa, kamu mandi dulu gih, sebentar lagi bunda pulang lho. Nanti bunda marah kalau tau Rafa belum mandi," alibi Rey.
Rafa menoleh dengan wajah berbinar-binar, "Sama ayah ya?" tanyanya.
"Mandi sendiri ya, ayah lagi jagain dedeknya dulu ini." bujuk Rey, namun bukannya pergi menuju ke kamar mandi, Rafa malah menghentakan kakinya kuat-kuat, sambil memalingkan wajahnya.
Dengan tingkah Rafa membuat Rey kehabisan akal. Rafa keras kepala dan tentunya juga sangat manja kepadanya, sehingga ide kecil muncul dipikirannya.
"Rafa, nanti kalau kamu mandi sendiri ayah bolehin kamu makan eskrim. Gimana?" tawaran yang menggiurkan bukan? Anak kecil jika di iming-imingkan dengan eskrim siapa yang tidak mau.
Mendengar tawaran ayahnya, Rafa melompat kegirangan sambil bertepuk tangan.
"Afa mandi dulu ayah!" anak laki-laki itu berlari menuju kamar mandi yang berada di dekat dapur dengan sorakan bahagianya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYRA🍁 [TERBIT]
Teen Fiction[SEBAGIAN PART DIHAPUS] "Bisa nggak, sih, lo diem? Sehari aja jangan ganggu gue!" "Lo mulai duluan. Yang kasih kaos kaki ke mulut gue siapa?" "Dih, elo yang kemarin matiin lampu kelas waktu gue lagi piket!" "Lo yang kasih kecoa di sepatu gue!" "Tapi...
![REYRA🍁 [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/176435150-64-k665702.jpg)