Hanya dalam 1 setengah menit mereka bersama, tiba-tiba Sakura teringat akan janjinya tadi pagi dengan sahabat tercintanya Ino-pig untuk bersantai bersama di kafe Konoha.
'Astaga, bagaimana bisa aku lupa kalau aku ada janji dengan Ino? Mungkin karena aku terlalu asyik dengan Sasuke-kun', batin Sakura.
Sakura menunjukkan ekspresi yang mudah ditebak yang menunjukkan ia baru ingat akan sesuatu. Tentu saja Sasuke bingung.
"Ada apa, Sakura?"
Sasuke mengernyitkan keningnya.
"Gomen, Sasuke-kun. Aku lupa kalau malam ini aku ada janji dengan Ino."
Sakura meringis lebar.
"Hn. Bagaimana jika kuantar?"
"Tidak usah, terima kasih. Ini jaketmu."
Sakura melepas jaket dan mengembalikannya ke Sasuke.
"Jaa, Sasuke-kun." Tambah Sakura.
Sakura lalu pergi dari hadapan Sasuke.'Hn, benar juga,, aku belum pulang daritadi.'
Sasuke lalu pulang ke rumahnya yang sudah lama tidak ia tempati.
Kafe Konoha
Sakura masuk ke kafe dengan napas terengah-engah. Disana sudah ada Ino, Tenten, dan Temari.Sakura : "Maaf, aku terlambat."
Ino : "Hmm, tumben kau terlambat jidat lebar. Kami sudah menunggumu daritadi."
Sakura : "Cerewet kau, Ino-pig."
Sakura menjawab dengan tatapan murkanya kemudian duduk di sebelah Ino.
Ino : "Tapi ngomong-ngomong, wajahmu juga merah. Jangan-jangan kau habis kencan ya?"
Ekspresi Sakura yang tadinya murka menjadi ekspresi malu yang menunjukkan bahwa ia sedang salah tingkah😂
Sakura : "A-apa? T-tidak kok."
Sakura berusaha menutupi ekspresi malunya yang sudah jelas terlihat.
'Sialan Ino, dia bisa menebak semuanya.' Batin Sakura.
Tenten : "Sudahlah kalian berdua hentikan."
Sakura menoleh ke arah wanita berambut pirang di sebelah Tenten.
Sakura : "Eh, Temari-san juga ikut? Dimana Hinata?" (Karena tidak terlalu fokus sampai² tidak tahu ada temari di depannya😅)
Ino : "Hinata tidak bisa datang karena dia diajak kencan oleh Naruto."
'Sialan, jadi itu alasannya dia meninggalkan aku dan Sasuke-kun tadi. Cih.' Gerutu Sakura dalam hati.
Temari menyeruput minuman yang ada di depannya.
"Aku ikut kemari karena ingin menghabiskan waktuku di Konoha bersantai, karena Gaara akan rapat Gokage besok." Ucap Temari.
Sakura : "Eeh, begitu ya."
Ino : " Yosh, kalau semuanya sudah berkumpul ayo kita bersulang!"
Temari : "Ya"
Tenten : "Yokai"
Sakura : "Hm"
Mereka berempat pun bersulang dan menikmati malam itu dengan penuh kebahagiaan.
🔥🔥
Sasuke berjalan tenang menuju rumahnya dengan ekspresi wajah dingin seperti dinginnya malam itu.
Sampai di depan pintu, ia menghela napas perlahan lalu membuka pintu rumahnya.
Dalam pandangannya ia hanya melihat kegelapan dan hatinya hanya bisa berucap 'aku pulang'.
Dalam lubuk hatinya yang paling dalam sebenarnya ia kesepian, sebenarnya ia ingin bersama Sakura lebih lama. Namun ia menyembunyikan keinginan itu didalam wajah dinginnya. Dan tak bisa dipungkiri, rasa cinta di hatinya sudah tumbuh cukup lama sejak ia memulai perjalanan penebusan dosa kepada gadis bersurai merah muda tersebut.
Sasuke kemudian menyalakan lampu dan mendapati kamarnya yang masih tertata rapi namun banyak debu yang menempel di ranjang serta lantai kamar tersebut. Ia menarik napas lagi.
'Sudah berapa lama kutinggalkan tempat ini?' Batin Sasuke.
Tidak ada hal lain yang ia lakukan selain harus membersihkan kamarnya lalu mandi. Yah begitulah, meskipun sudah banyak yang terjadi, ia tetaplah Sasuke yang disiplin sesuai didikan mendiang ayahnya yaitu Fugaku Uchiha.
Sasuke melepas jaket, pedang, dan kain di kepalanya. Membersihkan selimut dan bantalnya yang ada di ranjang dari debu yang menempel dengan menggunakan tangan satu-satunya yang ia punya.
Setelah itu, ia menuju lemarinya dan menemukan foto berdebu yang tak asing baginya di lemari. Yap, itu adalah foto tim 7 saat kecil dulu.
Senyum tipis terukir di bibirnya saat melihat foto lama itu, melihat betapa pentingnya rekan setim yang sudah ia anggap seperti keluarganya sendiri.
Seakan kesepian menggerogoti hatinya, ia berharap segera menyelesaikan pekerjaan itu sehingga bisa segera mandi dan menikmati waktu istirahatnya.
Menit demi menit sudah berlalu, ia menyelesaikan pekerjaan yang merepotkan itu dibandingkan misi yang ia jalani.
"Sudah saatnya.."
Ngapain Saskeh? Tidur bareng sama author kah?🤤
Yee, author terlalu ngayal:vMandi? Ternyata dia ingin mandi. Tentu saja, sudah sejak sore tadi ia belum menyelesaikan satu pekerjaan sederhana itu.
Kemudian ia mengambil dan membuka sebuah gulungan yang ada di sakunya.
Ia menggigit jari jempolnya hingga mengeluarkan darah.
Loh loh, mau nguchiyose apaan?😳
Diletakkannya kelima jarinya diatas isi gulungan itu.
Dan...Boff
Ternyata pakaian baru yang ia panggil.
Terdapat setelan baju, celana dan jubah yang semuanya berwarna hitam. Apa ini pakaian baru Sasuke?
Tidak, ini adalah pakaian yang sudah pernah ia pakai sebelumnya. Pakaian ini sama dengan pakaian yang dipakai saat ia menerima misi untuk mengatasi manusia peledak. Yap, tak lain adalah Sasuke Shinden^^
Ini author yang ngomong loh:vTernyata sejak kedatangannya tadi sore ia berniat untuk mengganti setelan bajunya, begitu juga gaya rambutnya.
~salam manis author~
Thanks for reading:)
Jangan lupa vote + Follow yak;)

KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Annoying
FanfictionBerawal dari sebuah mimpi buruk yang menghujam pikiran Uchiha Sasuke "Kau menyebalkan.." ~Haruno Sakura~ Tidak salahkah seorang Haruno Sakura memutus ikatan dengan orang yang dari dulu ia cintai dan ia harapkan, Uchiha Sasuke?! 'Maafkan aku' ~Uchiha...